
Setelah mereka selesai makan, mereka segera memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, waktu itu menunjukan pukul 13.15 .
"ayo anak-anak masuk.... " perintah Dhani dengan Nada seorang guru TK yang menyuruh anak muridnya masuk
"kita kerumah kakek ya mah? " Tanya Nova yang masih berada dalam tuntunan sinta
"iya sayang, yaudah masuk Mobil Sana!" suruh sinta, novapun mengangguk dan segera menyusul adiknya yang lebih dulu berada di Mobil.
"Okk......om tutup ya pintunya! " ucap Dhani setelah memastikan Nova dan Aldrich masuk di dalam Mobil
"Okk om.... " jawab Aldrich
Dhanipun segera menutup pintu mobil, dan bergegas membukakan pintu mobilnya untuk sinta,
"masuk ta... " suruh Dhani, sintapun segera memasuki mobil dan duduk di kursi depan, lalu tak lama Dhani menyusul duduk di kursi pengemudi
"Asik kerumah kakek..... " teriak Aldrich kegirangan, Dhani hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak yang begitu senang akan mengunjungi kakek neneknya, begitupun dengan sinta Ia malah membayangkan, seandainya suaminya saat ini bukanlah Vian, melainkan Dhani.
__ADS_1
Mobil mulai Melaju memeninggalkan wilayah kediaman sinta, baru saja beberapa ratus meter perjalanan, anak-anak sudah terlelap tidur, sepertinya mereka kekenyangan, hingga membuat mereka mengantuk.
"anak-anak tidur.. " bisik Dhani setelah menoleh kebelakang
"iya... kasian mereka, harus melewati masa-masa seperti ini, aku benar-benar merasa bersalah" ucap sinta sambil menundukan wajahnya air matanya kembali menentes, Ia teringat bagaimana kesedihan menyelimuti wajah Nova, kala Ia melihat pertengkaran kedua orangtuanya.
"udah dong, jangan selalu nyalahin diri kamu sendiri,... " ucap Dhani sambil mengusap kepala sinta, sungguh ini situasi yang sulit buatnya Dan sinta, antara memperjuangkan rumah tangga, atau memperjuangkan Cinta
"di depan ada minimarket, aku berhenti sebentar ya... " izin Dhani, sinta tersenyum sambil mengangguk.
Mobil berhenti di sebuah parkiran mini market, Dhani keluar mobil meninggalkan sinta, dan anak-anaknya, ia segera memasuki mini market, membeli beberapa camilan dan air putih, ia juga membeli kapas dan alkohol untuk mengobati luka lebam sinta. Setelah membayar semua belanjaannya, Dhani kembali ke mobil.
"sedikit Camilan buat anak-anak, kalau nanti bangun" jawab Dhani sambil menutup pintu mobil, dan mengeluarkan kapas, serta alkohol yang ia beli
"sini aku obatin luka kamu, pasti sakit ya....? " Tanya Dhani sambil meneteskan Alkohol di kapas
"padahal gak usah pak, aku udah gak papa kok, pak Dhani juga luka tuh di pipinya" ucap sinta
__ADS_1
"udahhh gak boleh Nolak, sini... " Dhanipun mengusap luka sinta dengan alkohol secara perlahan, ia tak mau sampai membuat sinta kesakitan,
"pak...... " sinta memegang tangan Dhani yang berada di pipinya, lalu ia memeluknya dan menangis dalam dekapan Dhani,
"syutttt....kenapa nangis....? " Tanya Dhani sambil mengusap kepala sinta, namun sinta tak menjawab apapun, rasanya semua rasa sakit yang ia rasakan, ia curahkan semua dalam dekapan Dhani,
"jangan pergi lagi... " ucap sinta, ia tau ini tak boleh ia lakukan, ada wanita lain yang lebih berhak atas Dhani, namun ia juga tak ingin kehilangan, laki-laki yang sangat ia sayangi
"aku disini, aku gak kemana-kemana, aku pernah bilang.... aku lepaskan kamu untuk vian, tapi kalau vian nyakitin kamu, aku akan perjuangin kamu, apapun resikonya, bahkan jika aku harus meninggalkan istriku" ucap Dhani, tapi itu justru membuat sinta semakin dilema, dia wanita, dia merasakan sakitnya melepaskan orang yang ia sayangi, begitupun istri Dhani, akan tak adil untuk vira jika Dhani justru meninggalkan vira untuknya
"jangan pak...! kasian istri pak Dhani, harusnya aku sadar diri dari awal, aku sudah berumah tangga, begitupun pak Dhani " ucap sinta melepaskan pelukannya,
"rumah tanggaku udah hancur, Vira sudah merasa tersakiti sama aku, dia juga udah gak mau maafin aku" jelas Dhani
"pak.... sekali lagi aku minta maaf, aku terlalu egois" ucap sinta...
"udah udah... kita lupain masalah kita, aku gak mau liat kamu sedih, aku tuh sayang banget sama kamu ta, aku gak bisa liat keadaan kamu yang begini" ucap Dhani sambil mengecup kepala sinta
__ADS_1
"aku obatin ya lukanya. ... " Dhani kembali mengusap luka sinta dengan kapas dan alkohol,setelah dirasa cukup, Dhani menyalakan mesin mobilnya melaju meninggalkan minimarket.