My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 44 keputusan dhani


__ADS_3

"jadi sekarang Mau kamu gimana? " Tanya dhani menghampiri vira yang masih duduk di sofa


"kenapa kamu harus tanya aku? tanya perasaan kamu,, apa bisa kamu mencintai aku setulus kamu mencintai dia" ucap vira,Ia terlihat begitu tegar bahkan tak ada air mata yang terlihat dari matanya padahal hatinya begitu sakit harus menerima bahwa suaminya tidak benar-benar mencintainya


"maksud kamu? "


"yahhh kamu bisa mencintai aku? aku gak Mau kalau harus selalu jadi pelampiasan kamu" jelas vira


"aku butuh waktu" ucap dhani, Ia menundukan wajahnya entah sampai kapan dia bisa membuang nama sinta dari hatinya


"waktu? berapa lama lagi kamu bisa lupain dia? " tanya vira sambil menoleh kearah dhani yang duduk disampingnya


"aku gak tau vir, aku lagi berusaha dan ternyata ini gak mudah" ucap dhani


"aku minta kamu ceraikan aku, aku gak Mau hanya jadi pelampiasan kamu aja" kata-kata vira membuat dhani terkejut, tak menyangka vira Akan meminta cerai padanya, pernikahan mereka baru berjalan 3 tahun,


"maksud kamu apa? cerai? kamu gak mikir sama ucapan kamu? " tanya dhani

__ADS_1


"aku Sudah fikirkan ini dari semenjak aku tau, nama anak kita adalah wanita yang kamu cintai, segitunya kamu mau menyimpan namanya di kehidupan kamu" jelas vira, saat ini Ia tak setegar tadi hatinya begitu sakit, air matanya jatuh tak terbendung, dhani yang melihat vira menangis merasa sangat bersalah


"ra... please kasian sinta, dia masih keci" dhani merangkul vira dan mendekapnya


"sakit dhan, sakit.... aku gak bisa begini terus, begitupun kamu, sampai kapan kamu bisa memendam rasa kamu dan berpura pura Cinta sama aku? " tangis vira semakin pecah, Ia mencintai suaminya, tapi Ia tak bisa terus hidup bersama bayang-bayang sinta wanita yang menjadi kenangan terindah suaminya


"aku minta maaf, kita perbaiki semuanya" ucap dhani saat ini Ia menggenggam tangan vira


"akupun minta maaf, tapi ini keputusanku besok kamu anter aku kerumah orangtuaku kita bicarakan ini baik-baik" ucap vira, sepertinya vira benar-benar ingin mengakhiri pernikahannya


"ra... aku mohon gak seharusnya kita begini, kasian sinta ra.... " dhani terus berusaha mempertahankan pernikahannya


"ra... " dhani udah gak tau harus ngomong apa lagi, sepertinya dia tidak bisa memaksakan keputusan vira


,


"aku Mau kekamar.... " ucap vira meninggalkan dhani yang masih duduk di sofa dengan segala kegalauannya

__ADS_1


********


dikediam sinta


setelah pulang dari mall, sinta masih merasa kesal dengan perlakuan vian, sepanjang Jalan sinta bahkan tak banyank bicara, sampai dirumahpun sinta masih tak banyank bicara, vian yang menyadari kekesalan sinta justru malah mengacuhkannya, Ia hanya berbicara pada kedua anaknya dan berbicara seperlunya pada sinta.


setelah memandikan kedua anaknya, sinta bergegas menyiapkan makan malam, mereka makan dengan suasana yang dingin, Nova yang menyadarinya perselisihan orangtuanya hanya bisa diam tanpa mampu bertanya,


"kakak adik Sudah makan sikat Gigi lalu tidur" perintah vian pada kedua anaknya,


"iya pah.... " jawab mereka serentak, Nova dan Al sangat takut pada vian, Ia tidak bisa membantah apapun perintah vian, karena memang vian mendidik kedua anaknya dengan ketegasan


sinta merapikan piring-piring sisa makan malam, dan anak-anak Sudah bergegas kekamar, vian mulai Asik dengan hobinya, suasana rumah benar-benar tak sehangat biasanya, tidak Ada canda tawa yang biasanya terlihat setiap malam.


setelah pekerjaan rumah selesai, sinta menengok anak-anak nya yang lebih dulu kekamar, dilihat ternyata mereka Sudah tidur, mungkin mereka lelah seharian bermain bersama Tia, iapun segera masuk Kamar tanpa menghiraukan vian yang Asik dengan PS nya


sinta merebahkan tubuhnya di kasur, Ia lihat ponselnya tak Ada pesan ataupun telfon dari dhani, rasanya Ia ingin mengirim pesan pada dhani menanyakan apa yang sedang dhani lakukan.

__ADS_1


"hmmm dhani please hubungi aku" gumam sinta sambil menggenggam ponselnya dan menempelkan pada mulutnya


"apa kirim pesan aja ya sama dhani, udah tidur belum ya,,,, " fikiran sinta semakin tak karuan memikirkan dhani, "sedang apa " "dengan sinta" semua pertanyaan itu bak mengelilingi kepalanya.


__ADS_2