My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 67 depresi berat


__ADS_3

Dhani segera membawa kedua anak sinta menuju rumah kakek nya, sepanjang Jalan Ia menenangkan Aldrich dan Nova, yang terus menangis melihat perkelahian antara dhani dan ayahnya,


"udahhh jangan nangis ya! om janji bawa kalian ke mamah" ucap Dhani sambil tetap fokus mengendarai mobilnya, al dan Nova duduk di kursi belakang dan Dhani fokus di kursi pengemudi.


jalanan Jakarta Bandung untungnya sang at lancar, tepat pukul 12 siang Dhani sampai di kediaman orangtua sinta, kedua anak sinta langsung keluar mobil dan berlari menuju rumah kakek dan neneknya, sedang Dhani hanya mengikuti dari belakang.


"mamah...! " teriak Aldrich dan Nova sambil berlari memasuki rumah, Sinta yang mendengar suara anaknya, langsung bangun dan berlari memeluk Aldrich dan Nova


"sayang.... kalian sama siapa kesini? " Tanya sinta penuh haru, Ia terus membelai dan Mencium kedua anaknya, hatinya begitu lega,air Mata bahagia terus mengalir sambil memeluk erat tubuh anaknya, Dhani yang muncul belakangan, begitu haru melihat sinta dan kedua anaknya, Ia teringat akan bayi perempuannya, dhani membayangkan apa jadinya jika dia dan Vira berpisah? apa mungkin dia masih bisa bertemu anaknya?


"aldrich, Nova! " panggil ibu sinta sambil memeluk kedua cucunya itu, ayah sinta langsung menghampiri Dhani yang masih berada di pintu.

__ADS_1


"makasi banyak ya nak! " ucap ayah sinta sambil memeluk Dhani, Ia tak tau bagaimana kondisi sinta, jika Dhani tak membawa anak sinta.


"Ia pak sama-sama... Saya hanya gak bisa melihat sinta sedih" ucap Dhani


"tapi kalau boleh tau dari Mana nak Dhani tau, anak-anak dibawa Vian? apa sinta menghubungi nak Dhani? " Tanya ayah sinta bingung, Dhanipun tak tau harus bilang apa? karena tak Ada yang tau jika kak inalah yang memberi tahunya.


"hmm-mm" belum sempat Dhani menjawab, kak ina langsung mengakui dialah yang menghubungi Dhani,


"hmmm okk gak papa kok, papah ngerti, yaudah masuk yu nak! " ajak ayah sinta.. sinta sendiri masih fokus dengan anak-anaknya, Ia bahkan tak menghiraukan keberadaan Dhani, seperti tak inginkejadian kemarin terulang, sinta terus memeluk buah hatinya, di dampingi sang ibu, masalah hidupnya begitu berat, seperti Ia tak bisa memikul.


"liat Dhan... sinta sampai tak sadar Ada kamu! " ucap kak ina, sambil melihat kearah sinta yang berada di ruang tv yang letaknya berhadapan dengan ruang tamu.

__ADS_1


"Ia kak, aku bener-bener gak Tega ka, rasanya aku mau peluk dia, " ucap Dhani hatinya begitu teriris melihat keadaan sinta, Ia begitu terpukul dengan sikap Vian membawa anak-anaknya, hingga membuat dirinya depresi, semalaman Ia terus menangis memanggil kedua anaknya, tak mau makan, bahkan sampai seolah tak menganggap orang-orang yang berada disekelilingnya.


"Dhani... coba kamu dekati sinta, semalaman Ia tak merespon kami, hanya menangis-menangis memanggil anak-anaknya" suruh ayah...


Dhanipun perlahan melangkahkan kaki kearah sinta yang sedang duduk sambil memeluk al dan Nova, dhanipun menurunkan tubuhnya hingga sejajar dengan sinta.


"ta... " panggil Dhani dengan lembut, sinta kemudian menoleh kearah suara Dhani. Ia hanya menatap Dhani cukup Lama, Ia mengerutkan keningnya seperti sedang berfikir


"makasi ya kamu udah bawa anak-anak" ucap sinta..


"iya ta, kamu jangan sedih lagi ya, aku gak bisa liat kamu sedih " ucap Dhani, semua Mata tertuju pada Dhani dan sinta, mereka melihat Cinta dan ketulusan dari dua insan itu. rasanya tak Tega jika mereka kembali terpisah lagi, ayah sinta yang awal mula menyuruh Dhani menjauhi sinta kini berubah fikiran, begitu tulus Cinta Dhani untuk sinta, begitupun dengan anaknya, sinta tersenyum merekah saat dia melihat Dhani, matanya kembali berseri, sudah begitu banyak beban yang sinta hadapi, dan Dhani lah yang menjadi sandarannya, menghapus segala kesedihan hatinya, menguatkan dalam segala hal, dan yang paling penting Dhani lah obat untuk sakit hatinya selama ini.

__ADS_1


"kita biarkan mereka,sinta butuh itu" bisik ibu pada kak ina, merekapun pergi meninggalkan Dhani dan sinta sinta kedua anaknya, ayah sinta yang duduk di sofa memilih untuk ikut membiarkan sinta dan Dhani. betapa bahagia sinta saat itu, kedua anak sinta dengan semangat menceritakan bagaimana perkelahian Dhani dan Vian, mereka justru condong berpihak pada Dhani, Nova bahkan sampai memperagakan bagaimana Vian menarik kerah kemeja Dhani, mereka tertawa seolah tanpa beban, sesekali Dhani mengelus kepala sinta... rasanya ingin Ia mendekap sinta dalam pelukannya, namun Ia tau itu tak mungkin bisa Ia lakukan di hadapan orangtua sinta.


__ADS_2