
Dhani membawa Sinta di sebuah caffe yang berada di lantai 4 suasananya begitu nyaman, dekorasinya instagramable banget, banyak bunga-bunga yang menghiasi caffe.
"duduk ta" dhani menarik sebuah kursi untuk Sinta
"makasi pak.... " ucap Sinta sambil duduk di kursi tersebut
"suka gak tempatnya?" Tanya dhani
"suka, bagus..... nyaman banget" ucap Sinta
"mau minum apa? " Tanya dhani
"apa aja pak.... aku masih kenyang juga sih " jawab Sinta
"yaudah tunggu ya" dhani bergegas memesan sesuatu untuk Sinta Dan dirinya, tak Lama dhani kembali membawa 2 gelas cappuccino Dan beberapa makanan ringan
"cappuccino gak papakan? " Tanya dhani saat menaruh minuman di atas meja
"iya gak papa pak... " jawab Sinta masih malu-malu
"ta... panggil dhani aja ya, please " pinta dhani untuk kesekian kalinya
"iya... dhani.... " senyum sinta , membuat dhani semakin terpikat pada wanita yang tak pernah bisa hilang dari hatinya
"nahhh gitukan enak didengernya"
"ta.... " panggil dhani
"hmm iya pak.. ehhh dhan" jawab Sinta
"gak nyangka bisa ketumu lagi, " senyum dhani, raut wajahnya begitu berseri
__ADS_1
"iya dhan... tapi... rasanya gak kaya dulu"
"yaudah yang penting kita bisa ketemu" ucap dhani
"iya.... " jawab Sinta
"gimana pernikahanmu, kamu bahagia kan? " pertanyaan itu begitu menyesakkan hati Sinta
"baik dhan,kalau bahagia, itu relatif sebahagia apapun aku sama vian, gak akan pernah bisa sebahagia aku sama kamu " kata-kata Sinta begitu jujur dari dalam hatinya
"ta.... " dhani menyentuh tangan Sinta dan menggenggamnya
"coba aja aku gak selemah itu, mungkin sekarang kamu milik aku bukan milik vian" ucap dhani sambil merangkul Sinta, sintapun menyandarkan kepalanya dibahu dhani terasa begitu nyaman, belum lagi alunan music yang terdengar tenang semakin menambah kenyamanan Sinta saat itu
"udahlah dhan, mungkin memang takdir kita untuk tak bisa saling memiliki"
"ta.... kamu cinta vian? " Tanya dhani mengejutkan
"aku gak pernah bisa mencintai vira, sampai detik ini" mendengar hal itu, Sinta segera mengangkat kepalanya dari sandaran dhani yang duduk disampingnya, dia tatap laki-laki yang sangat dia cintai
"kenapa? kok bisa gak cinta kamu nikahin dia? " Tanya Sinta
"aku fikir dengan menikah, kamu bisa hilang dari fikiran aku ta, "
"dhan kasian istrinya kalau Cara kamu begitu.... "
"lalu aku bisa apa?, kamu udah nikah sama vian... terus... gimana sama aku? "
"aku fikir perasaanku gak akan serumit ini" ucap Sinta, ia merasa bersalah dengan apa yang Sudah ia lakukan , tak harusnya ia memaksakan untuk menikah dengan vian,
"aku juga bingung ta, kenapa susah banget aku ngelupain kamu, pertemuan kita itu singkat, tapi rasanya melekat sulit untukku bisa melepaskan semua rasa yang tumbuh " jelas dhani, Sinta merasa kesal dengan semua yang terjadi pada dirinya dan dhani apalagi saat ini mereka Sudah memiliki pasangan mereka masing-masing
__ADS_1
"dhan Salah banget gak sih kita ketemu? "
"yahhh Salah... tapi gimana nahan rasa rindu itu juga Salah ta, "
"dhan please jangan buat aku makin cinta sama kamu, jujur pertemuan ini memang aku rencanakan tapi maksudku gak sejauh ini, aku fikir kamu udah bisa lupain aku... "akhirnya Sinta harus berkata jujur pada dhani, ia tak menyangka dhani justru masih mencintainya itu membuat Sinta semakin sulit move on dari dhani
" maksud kamu? "Tanya dhani bingung dengan perkataan Sinta
" aku sengaja cari tau kamu lewat sosmed, tapi semua sosmednya kamu tutup rapat, akhirnya aku coba untuk cari nama kamu di google, dan datamu muncul di link id yang menuliskan pekerjaan dan jabatan kamu, " jelas Sinta
"lalu..... " dhani tak menyangka ternyata Sinta justru malah mencarinya
"kebetulan Tia ada teman disini, dia yang rencanain pertemuan ini"
"dasar... jadi ini bukan kebetulan? nekad juga kamu ta, segitunya kamu kangen sama aku? "ucap dhani sambil mencubit hidung Sinta, rasanya ia begitu bahagia mendengar ternyata Sinta mencarinya
" iya... kangen itu gak enak banget dhan... " rengek Sinta
"uhhhh kasian... sini aku peluk" dhani kembali merangkul Sinta Dan mencium kepalanya
"maaf udah bikin kamu kangen sama aku, sampe segitunya nyariin aku" ucap dhani
" aku gak mau pulang rasanya, gimana bisa aku ketemu vian setelah ini? " ucap Sinta
"husss pulang dong, kasian anak-anak,, ohh ya anak-anak ama Tia di bawa kemana? emangnya mereka gak cariin kamu? " Tanya dhani ketika mengingat kedua anak Sinta
"mereka lagi main di playground " jawab Sinta
"telfon Tia tanyain anak-anak Aman gak? " suruh dhani, ternyata perhatian dhani bukan hanya pada Sinta
"hmmm iya dhan... tunggu ya " Sinta segera mengambil ponsel ya, dan dilihat ternyata vian Berkali Kali menghubungi ya
__ADS_1