
Dhani dan vira sampai di kediaman keluarga vira, ibu vira terkejut, Kala melihat mobil Dhani terparkir di kediaman mereka, karena memang mereka tak memberikan Kabar jika mereka akan datang kerumah orangtua Vira
"Ehhhhh.... Dhani kok gak ngasih Kabar mau kesini" ucap ibunda vira yang sedang berada di teras,
"iya mah, " jawab Dhani hanya tersenyum sambil mencium tangan ibu mertuanya itu
"mah.... " vira memeluk sang ibu dengan air mata yang mengalir, rasanya hanya pelukan ibulah yang bisa menenangkan hatinya
"iyeuuuuhhh kunaon ning nangis.... (kenapa kok nangis) " ucap ibunda vira ketika melihat anaknya menangis
Vira kemudian melepaskan pelukannya, dan mengusap air matanya sambil tersenyum menggelengkan kepala
"diyeu si Dede (sini si Dede) " ucap ibunda vira yang langsung menggendong cucunya
"Ayo atuhhh masuk si bapak ada di dalam" tambahnya sambil mengajak vira dan Dhani masuk, wajah mereka tanpa bingung, Dhani sendiri tak tau harus berkata apa? rasanya ia malu dan merasa bersalah karena telah menyakiti hati vira.
"pak.... bapak..... liat siapa yang dateng" panggil ibu Vira kepada suaminya yang saat itu sedang berada di belakang rumah.
Vira dan Dhani masih duduk di ruang tamu, mereka saling menatap, Dhani terus berusaha mendekati vira namun vira terus menghindar dari dhani. Tak lama ibu dan bapak vira menemui mereka di ruang tamu.
"ehhhh.... tumben gak ngabarin dulu kalau mau kesini" ucap bapak vira
"iya pak dadakan, vira kesini ada Perlu sama bapak sama ibu" ucap vira, sambil mencium tangan bapaknya disusul Dhani yang masih belum bisa berkata apa-apa
__ADS_1
"ohh atuhhh... yaudah mau ada Perlu apa? " Tanya bapak vira sambil duduk di samping vira, ditemani sang istri yang masih menggendong cucunya
Vira menatap Dhani, seperti mengisyaratkan untuk ia segera bicara maksud kedatangan mereka kesini
"kok malah pada diem, ada apa? " Tanya ibu vira penasaran , ia sudah merasa dari awal sepertinya ada yang ingin mereka bicarakan padanya dan suaminya
"hmmm iii tuu pak.... gimana ya... ngomongnya" ucap Dhani bingung
"sok atuh ngomong aja, kenapa memangnya?" Tanya bapak vira
"ehhhhhmmmm... " Dhani mulai mengusap wajahnya dan mulai menarik nafas
"begini pak, rumah tangga kita ada sedikit masalah, saya sebagai seorang suami mau minta maaf sebelumnya, sudah mengecewakan vira dan menyakiti hatinya, " ucap Dhani membuat kedua orangtua vira semakin bingung dengan masalah mereka
"bapak, vira mau minta cerai sama Dhani" ucap vira
"astagfirullahaladzim,,,, ari kamu vira sadar ngomong gitu? " ucap ibu vira sambil mengelus dadanya, mereka terlihat begitu terkejut mendengar ucapan vira
"maaf bu pak... vira gak bisa gini terus" ucapnya
"gini terus kumaha ari kamu? " ucap bapak vira,
"bapak maaf ini semua Salah saya.... "tambah Dhani
__ADS_1
" aduh aduh kalian gak liat si Dede masih kecil, kalian gak kasian? emangnya gak bisa kalian fikirin lagi" ucap bapak vira
"vir, Dhan namanya rumah tangga mah pasti ada masalah, nah kita harus sabar jangan ambil keputusan disaat kalian lagi panas.... " ibu vira mencoba menasehati vira dan Dhani namun sepertinya vira sudah tak menghiraukan semua nasehat sang ibu
"iya bu.... vira udah fikirin semua matang-matang" ucap vira
"dhan bisa tolong jelasin ke bapak, kenapa vira segitu keukeuhnya minta cerai dari kamu? " Tanya bapak vira
"hmmm ii tu pak... " entah dari mana Dhani harus menceritakan bahwa sebenarnya semua Karna ia masih menyimpan perasaan pada sinta
"bapak gak usah tanya Dhani, kami sudah putuskan ini baik-baik" potong vira, bapak dan ibu vira hanya menggelengkan kepala menyayangkan semua keputusan vira dan Dhani
"ibu mah gak bisa bilang apa-apa, cuman fikirin lagi si Dede, tapi ibu juga gak bisa maksa kalian, da yang ngejalanin juga kalian, sebagai orangtua ibu dan bapak cuman bisa mendoakan kalian, " ucap ibu.
Setelah lama berbincang Vira memilih untuk tetap tinggal di rumah orangtuanya untuk sementara, dan Dhani harus pulang seorang diri, karena sudah merasa terselesaikan Dhani pamit untuk pulang ke Jakarta
"Vir... aku pamit ya" ucap Dhani, rasanya ia bukan berhadapan dengan vira yang ia kenal dulu, vira begitu dingin, dan cuek
"hmmm hati-hati" ucapnya
"bu, pak saya pamit, titip vira dan sinta, mudah-mudahan vira bisa merubah keputusannya" ucap Dhani sambil menyalami kedua mertuanya itu
"iya yang sabar ya... nanti biar kita yang bicara pada vira, " ucap ibu vira, Dhanipun berlalu setelah memeluk dan mencium anaknya.
__ADS_1