
"nih pakai " dhani memberikan celana pendek nya, namun tak sependek yang sinta kenakan tadi
"Okk aku pinjam ya? "
"sip pake aja, ohh ya aku tunggu di bawah ya kita makan malam dulu " ajak dhani Dan berlalu meninggalkan sinta
dhani duduk di meja makan, melihat beberapa hidangan sederhana yang tersaji, ada telur dadar, ayam goreng sayur asem , ikan asin Dan sambal sungguh membuat nafsu makannya meningkat .
tak lama sintapun menyusul dhani ke meja makan
"maaf ya jadi nunggu " ucap sinta Dan duduk di sebelah dhani, sinta terlihat begitu cantik, rambutnya di biarkan tergerai, pakaiannya sangat simple Dan sederhana namun pancaran kecantikannya Sama sekali tidak hilang, dhani tersenyum melihat sinta
"kamu cantik hari ini " puji dhani, sinta hanya menunduk malu, dari mana cantiknya fikirnya, pakaian yang ia kenakan pun hanya pakaian rumahan biasa
"apa sih" sinta memalingkan wajahnya yang mulai memerah
"ohh ya mang andi Sama bi inah mana? " tanya sinta melihat keadaan rumah yang sepi,
" mereka Sudah Pulang, tadi udah pamit Sama aku" jelas dhani
"pulang? loh aku fikir mereka tinggal disini? "
"mereka memang tinggal disini, tapi gak di rumah ini di belakang, tanteku sengaja membuatkan mereka rumah di belakang " jelas dhani, wajah sinta mulai bingung jadi dirumah ini hanya mereka berdua gumamnya dalam hati apa yang harus aku lakukan? mempertahankan atau merelakan fikirnya,
"hey... " suara dhani memecahkan lamunan sinta
"bengong, kenapa? ayoo lagi mikirin apa? " ledek dhani membuat sinta kikuk
"ng-gak gak mikirin apa apa " jawabnya malu, dhani masih saja meledek sinta dengan mengedipkan matanya, membuat sinta semakin canggung Dan salah tingkah
"ihhh apaan sih kamu, awas ya jangan macam-macam!!! " sinta menunjuk dhani seolah memperingatkan
" aku gak akan macem-macem Cuman Satu macam" ucapnya sambil memeluk Dan mengecup kepala sinta yang berada di sampingnya
"ihhh udah ah aku mau makan " sinta segera mengambil piring Dan menuangkan nasi
__ADS_1
"segini cukup gak? " tanya sinta menunjukan nasi pada piringnya
"cukup sayang"
"kamu mau makan apa? " tanya sinta
" sayur asem aja Sama ikan asin,boleh di kasih sambel sedikit " pinta dhani, sinta segera memberikan apa yang tadi dhani minta
"udah itu aja? " tanya sinta, dhani mengangguk Dan mengambil piring yang di berikan sinta, setelah itu sinta mengambil nasi Dan lauk yang dia inginkan,. mereka mulai menyantap makanan sambil berbincang bincang ringan sesekali dhani memberikan suapan pada sinta, begitupun dengan sinta, mereka tertawa bahagia, membayangkan seandainya situasi seperti ini bisa mereka rasakan setiap hari.
setelah selesai makan, sinta merapikan makanan yang ada di meja, dan membawa piring kotornya ke dapur untuk di bersihkan, dhani Sudah melarangnya namun sinta tetap tak menghiraukan larangan dhani
"Cuman sedikit " ucapnya, dhani tersenyum Dan mengikuti langkah sinta menuju dapur
"ngapain ngikutin " senyum sinta melihat tingkah laku dhani seperti anak kecil yang mengikuti ibunya
"emang gak boleh? "
"boleh, kenapa harus gak boleh tapi lucu aja kamu ngintilin aku kaya gitu " jawab sinta, dhani menghampiri sinta yang sedang mencuci piring lalu memeluknya dari belakang
"dhan..... " suara sinta menyadarkan dhani, ia segera menghentikan cumbuannya pada sinta,
"maaf ta.... " sinta membalikan tubuhnya, memeluk erat dhani yang terdiam kaku, ada gurat penyeselan dari wajahnya
"ayo kita jalani ini berdua, aku akan katakkan pada vian dia pasti bisa menerima " ucap sinta
"seandainya aku bisa ta, akan aku lakukan, ini seperti membuka luka lamaku " suara dhani terdengar lirih
"luka lama? " gumam sinta melepaskan pelukannya,
"maksud kamu? " tanya sinta heran,ia memandang wajah dhani terlihat ada yang ingin di jelaskan namun dhani hanya diam membisu
"aku selesaikan pekerjaanku dulu ya, nanti kita bicara di depan " ucap sinta, kembali membersihkan piring kotor yang tersisa, dhani mengangguk Dan tersenyum dia memandangi tubuh belakang sinta, rasa cintanya seolah tak bisa ia hilangkan, hatinya ingin memiliki sinta seutuhnya tapi kondisi membuatnya semua terasa sulit
"Kok masih disini ? " tanya sinta melirik dhani yang masih berdiri di belakangnya
__ADS_1
"yah aku tunggu kamu disini, aku gak mau ninggalin kamu malam ini " jawabnya, sinta tersenyum namun hatinya seolah kesal mengapa keadaannya seperti ini, dia mencintai dhani begitupun dengan dhani tapi rasanya sulit untuk mereka bersama fikirnya .
piring Sudah tertatata rapih, sinta mencuci tangan Dan mengeringkannya..
"yuk aku udah selesai " ajak sinta, dhani menggandeng tangan sinta menuju lanntai 2 , mereka duduk di teras sambil menikmati dinginnya angin malam, waktu menunjukan pukul 11.30 namun mata mereka seolah Enggan terpejam
"katakan luka apa dhan ??? " tanya sinta memecahkan kesunyian
"aku pernah di posisi vian 4 tahun lalu "
"Dan itu rasanya sakit, sangat sakit... butuh bertahun-tahun mengobati rasa sakitku sampai akhirnya aku bertemu kamu ta " jawabnya membuat sinta mengerti, mengapa keadaan ini begitu sulit baginya
sinta menghampiri dhani yang saat itu duduk di sampingnya hanya Saja terhalang meja.sinta menurunkan tubuhnya di hadapan dhani ia menggenggam erat tangannya
"maaf jika aku selalu memaksa hubungan kita " ucap sinta, dhani membangunkan sinta Dan menyuruh duduk di pangkuannnya
"aku yang harusnya minta maaf, aku terlalu egois, aku tak ingin kita berpisah tapi aku tak punya nyali untuk membiarkan vian merasakan apa yang aku rasakan " ucapnya memeluk erat tubuh sinta yang ada di pangkuannnya
"aku menikmati saat saat bersama kamu dhan, mungkin tidak bisa selamanya tapi ini akan selalu membekas di hatiku " ujar sinta, dhani tersenyum sesekali mengecup kening sinta Dan merapikan rambutnya, dia begitu menyayangi wanita itu tapi apa daya ada laki-laki lain disana yang akan terluka
"kamu dingin gak ta? " tanya dhani mengalihkan pembicaraann
"lumayan, disini cuacanya dingin banget" jawabnya
"kan udah aku peluk masa dingin? "
"ia masih dingin, kita masuk aja yu" ajak sinta , menurunkan kakinya dari pangkuan dhani, namun dhani dengan cepat mengangkat tubuh sinta
"dhaniiii.... apa apaan ihhh nanti aku jatuh " teriaknya Kaget saat dhani mengangkat tubuhnya
"ya kamunya jangan gerak dong nanti malah jatuh "
"udah diem aja ya.... " ucap dhani, dhani membopong tubuh sinta menuju kamarnya, Dan merebahkan badannya di kasur, hati sinta mulai berdetak cepat,, apa yang akan terjadi setelah ini fikirnya, dhani berada di samping sinta namun wajahnya berada di atas kepala sinta, dhani terus mengusap wajah sinta, memandanginya seolah tak ingin melepaskan
"dhan..... " panggil sinta lirih
__ADS_1
"tenang ta aku hanya ingin memandang wajahmu" jawabnya seakan mengerti ketakutan sinta