
"vian tunggu lo gak bisa pergi gitu aja" Dhani mengejar vian hingga kepintu
"gak usah pegang gue, Sekarang lakuin apa yang mau kalian lakuin gue udah gak perduli, kalau memang cewek murahan tuh masih mau sama lo, ambil aja gue gak perduli" ucap vian kesal
"plakkkkkk" reflek Dhani menampar pipi vian...
"sialan... brakkkk" vian mendorong Dhani hingga ke tubuhnya menghantam Mobil yang terparkir di teras
"mulut lo bisa di jaga gak?," ucap Dhani, meraka bahkan sudah tak perduli orang sekitar yang sedang memperhatikan mereka
"kenapa Salah gue? emang tuh cewek murahan, udah tau punya suami masih gatel sama laki-laki lain" teriak vian membuat semua orang tau masalah rumah tangga mereka
"prakkkkk" Dhani kembali menampar vian
"cukup,cukup....pak baiknya pak dhani pulang, biar aku urus rumah tanggaku sama vian" sinta kembali melerai perkelahian Dua laki-laki yang berada di depannya
"ta... dia udah kelewatan" ucap Dhani
__ADS_1
"itu bukan urusan pak Dhani jadi aku mohon bapak pulang ya, masalah akan lebih rumit kalau bapak masih disini" mohon sinta, rasanya berat untuk Dhani meninggalkan sinta bersama laki-laki brengs*k seperti vian
"gak usah !!!!!!! aku aja yang pergi, minggir lo.. " ucap vian sambil mendorong Dhani yang menghalangi pintu mobilnya
"vian... aku mohon jangan seperti itu... " sinta menarik tangan vian
"lepas..... aku butuh menenangkan diri, semakin aku liat kamu semakin muak aku sama kamu " ucap vian....
"vian aku mohon ayo kita obrolin di dalem, malu di liat orang " sinta terus memohon agar suaminya tak pergi lagi
"gak ada yang perlu kita obrolin lagi.... awas aku mau pergi" ucap vian
"gak perlu tanya gue, tanya diri lo....bukannya lo yang udah bikin keluarga gue berantakan, " ucap vian sambil menunjuk wajah Dhani
"awasin Mobil lo.... gue mau keluar" tambah Vian....
Sinta tak tau harus berbuat apa lagi, ia tak berhasil mencegah suaminya itu untuk tidak pergi, matanya terlihat begitu sembab entah berapa banyak air mata yang mengalir dari matanya, hatinya begitu hancur, Dhani yang melihat kondisi sinta ingin rasanya mendekapnya, menenangkan dalam pelukannya, namun apa daya, ia sadar semua ada batasanya.
__ADS_1
"kenapa lo diem aja, cepet pindahin Mobil lo... " teriak vian yang sudah berada di dalam Mobil....
Dhanipun segera memindahkan mobilnya yang terparkir di depan pagar rumah Sinta, saat ini ia bingung, jika ia tetap tinggal disini akan jadi fitnah, karena vian tak ada dirumah, jika dia pulang ia tak tega meninggalkan sinta dengan segala kesedihannya.
Vian mengeluarkan mobilnya lalu pergi, Dhani kemudian menghampiri sinta yang masih berdiri di teras....
"aku harus pergi, akan jadi fitnah kalau aku masih ada disini" ucap Dhani, rasanya tak tega melihat kondisi sinta
"aku bodoh pak,bodoh karena telah memilih menikah dengan vian" ucap sinta
"syuttt ta... bukan kamu yang bodoh, vianlah yang bodoh karena sudah membuatmu seperti ini, ta.. udah ya jangan nangis... aku gak bisa ninggalin kamu dengan kondisi yang seperti ini" ucap Dhani,
"pak Dhani pulang aja, mungkin aku mau ke bandung aja dulu menenangkan diri... " ucap sinta
"ya udah aku antar ya, aku jalan duluan nanti kamu aku pesenin taxi online sampai ke restaurant yang ada di ujung jalan, aku tunggu kamu disana.... " jelas Dhani
"pak.... maaf, pak Dhani jadi terlibat sama masalahku" ucap sinta
__ADS_1
"gak papa kok, ini pun jadi konsukensi yang harus aku terima karena telah mencintai kamu, jangan sedih lagi ya... nanti kamu hubungi aku, aku pergi sekarang" ucap Dhani, Sintapun mengangguk dan tersenyum hatinya sedikit terobati dengan adanya Dhani.
ia segera masuk kedalam untuk menyiapkan beberapa pakaiannya dan kedua anaknya, dia terpaksa harus pergi meninggalkan rumahnya, karena dia yakin saat ini semua tetangga sedang membicarakan masalah rumah tangga nya dan itu akan menambah beban moral bagi sinta