
Sesuai permintaan ayah sinta, Sinta pun segera menghubungi Dhani, dan menyampaikan, keinginan ayahnya untuk bisa bertemu Dhani, awalnya sinta Ragu ketika Dhani setuju untuk menemui ayahnya, sinta takut ayahnya justru akan meminta Dhani menjauh darinya.
Tepat pukul 09.00 pagi Dhani menghubungi sinta, mengabarkan dirinya sudah sampai tak jauh dari rumah nya, sinta segera memberitahu ayahnya, jika Dhani sudah sampai, dan ia bergegas menjemputnya.
"parkir mobilnya di mushola aja" ucap sinta saat melihat Dhani yang masih berada di Mobil dengan kaca yang terbuka
"Okk....! aku parkir dulu ya" Dhani pun segera memikirkan mobilnya, di mushola yang tak jauh dari kediaman sinta, setelah memastikan semuanya Aman, Dhani keluar mobil dan menemui sinta.
"maaf ya ganggu" ucap sinta
"ganggu kenapa, aku justru seneng bisa ke rumah kamu,... ketemu calon mertua" bisik Dhani sambil meledek sinta,
"ihhh apaan sih pak... " sinta tersipu malu
"heheheh bercanda kok... "
"gak bercanda juga gak papa" ucap sinta tersenyum
"ihhh...!!!! dasar " senyum Dhani mendengar ucapan sinta. merekapun sampai di rumah orangtua sinta, disana Ayah dan ibu sinta sudah menunggu di ruang tamu
"assalamualaikum" Salam Dhani..
"waalaikumsalam,,,, masuk masuk" jawab ayah dan ibu sinta
"duduk!!!! nak Dhani ya....? " Tanya ibu sinta, Dhani tersenyum sambil mencium Tangan kedua orangtua sinta dan duduk di sebuah sofa yang berada di ruang tamu, hatinya begitu dag, dig, dug untuk pertama Kalinya Dhani bertemu dengan keluarga sinta.
__ADS_1
"ta..... !!!!bikinin minum ya..... " teriyak ayah sinta dari ruang tamu
"gak usah pa, makasi gak usah repot-repot" ucap Dhani dengan begitu sopan,
"gak papa cuman minum doang kok" ucap ibu sinta, tak lama sinta datang membawa tiga cangkir teh, dan menaruhnya di meja, berbeda saat Vian datang menemui sinta, wajah sinta Kali ini begitu berseri, senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya, bak seorang remaja yang sedang di mabuk asmara.
Sinta pun duduk di samping ayahnya, berhadapan dengan Dhani, mereka masih berbincang basa-basi, menanyakan tempat tinggal, perkejaan, dan pembahasan-pembahasan yang dirasa masih sangat enteng.
"Nak Dhani, maaf sebelumnya, sudah mengganggu waktu nak Dhani" ucap ayah, mencoba masuk pada pembahasan inti, yahh ayah sinta adalah orang yang sangat bijak, ia tak pernah menyudutkan atau menyalahkan seseorang dalam suatu permasalahan, dia selalu mencoba mengambil Jalan terbaik dalam setiap masalah,
"ohh gak kok pak,,!!!!kebetulan Saya lagi di Bandung, agak Santai... Saya justru makasi banget, jadi bisa main kesini" ucap Dhani,
"begini nak Dhani, nak Dhani pasti mengerti maksud bapak,memanggil nak Dhani kesini,! nak Dhani pasti taukan permasalahan Sinta dan suaminya? " Tanya Ayah sinta, Dhani berusaha tetap tersenyum sambil menganggukan kepalanya, ia benar-benar memperhatikan, pembicaraan ayah sinta.
"mohon maaf ya nak Dhani, apapun yang nak Dhani Dan sinta lakukan itu tidak di benarkan, Karna posisinya sinta Sudah berumah tangga, berbeda jika sinta sendiri, bapak tidak akan menghalangi perasaan nak Dhani pada sinta, tapi nak Dhani tau sinta Sudah berumah tangga, jika kalian tetap memaksakan perasaan kalian, bukan hanya Vian yang tersakiti, anak-anak, keluarga Vian, kalau bapak sama ibu mah yahh gak usah di liat, namanya orangtua mau yang terbaik untuk anaknya,..!!! nak Dhani pahamkan maksud bapak? " ayah sinta, mencoba menjelaskan panjang lebar, Dhani sangat memahami apa maksud ayah sinta, orangtua Mana yang mau rumah tangga anaknya kandas?
"iya bapak tau, sebagai orangtua tua bapak jelas orang pertama yang tak rela, tapi bapak bisa apa?, pertama Vian adalah pilihan sinta, yang kedua Vian melakukan itu karena kesalahan sinta, suami mana yang rela istrinya selingkuh dengan laki-laki lain, coba posisikan Vian adalah nak Dhani, bener gak? mungkin memang Vian sedikit kelewatan dan bapakpun sudah bicarakan itu dengan Vian kemarin, tapi Yah....!!!! begitulah!!!! "
"iya pak, mungkin karena saya sangat mencintai sinta, sampai saya lupa batasan-batasannya "
rasanya sulit menerima kenyataan, jika perasaannya kini justru menjadi permasalahan yang besar
"gak papa nak Dhani, namanya hati....ohh ya nak Dhani sendiri belum menikah? " tanya ayah sinta, membuat Dhani bingung, matanya berusaha melirik kearah sinta, namun sepertinya sinta masih menunduk karena tak ingin terlihat jika dia sedang menangis
"saya sss-sudah berumah ttta-ngga pak" jawab Dhani ragu,
__ADS_1
"tuh... apa lagi nak Dhani sudah berumah tangga, kan istri nak Dhani juga akan terluka, kalau tau suaminya malah mencintai orang lain"
"dia sudah minta saya menceraikannya"
"lalu? " tanya ayah sinta
"awalnya saya berusaha memperbaiki hubungan saya dan istri, tapi ternyata dia lebih memilih meninggalkan saya" jelas Dhani
"karena sinta? " tanya ibu sinta
"hmmm- mm gak juga bu, saya memergoki dia bersama laki-laki di rumah, ketika saya bekerja" Dhani hanya menjelaskan kesalahan vira, padahal persmalahan rumah tangganyapun berawal Dari sinta, namun Dhani tak mau orangtua sinta, justru semakin menyalahkan sinta.
"masalah kalian tuh rumit, sekarang bapak sudah menasehati, menyarankan, hanya itu yang bisa bapak lakukan untuk kalian, kalian sudah dewasa Mana yang Salah Dan Benar, Mana yang terbaik, Mana yang tidak!!!
kalau bisa untuk sementara waktu kalian tidak usah bertemu, mungkin itu bisa memperbaiki hubungan rumah tangga kalian, jika memang Vian tetap dengan keputusannya, bapak serahkan lagi pada kalian, apa yang menjadi keputusan kalian " perkataan ayah sinta membuat sinta tak terima, rasanya akan jauh lebih sulit jika dia harus kembali berpisah dengan Dhani
"gak...!!!!!!!!sinta gak mau pahhhh!!!!" teriak sinta, airmatanya mengalir semakin deras
"ta.... itu yang terbaik " ucap ibu sinta, sambil terus menenangkan putrinya
"terbaik buat siapa?!!!! aku gak mau!!!!! papah jahattt!!!! " sinta berlalu pergi meninggalkan Dhani Dan orangtuanya, Dhani bingung tak tau harus melakukan apa? dirinya sendiripun tak mau jika harus kehilangan sinta lagi tapi itu harus dia lakukan.
"udah gak papa, biar sinta nenangin diri dulu... " ucap ayah sinta ketika istrinya ingin menyusul sinta
"pak... mohon maaf jika saya terlalu lancang, tapi izinkan saya untuk bisa bicara berdua dengan sinta, saya janji ini yang terakhir, mungkin sinta akan bisa mengerti Dan menerima" ucap Dhani
__ADS_1
"baik... ! nanti biar mamahnya sinta, ngomong sama sinta, bapak minta maaf ya nak Dhani, nak Dhani anak baik, bapak hanya menasehati sebagai orangtua, tapi balik lagi pada takdir, jika memang takdirnya sinta harus bercerai, dan bersama nak Dhani, bapak hanya berharap terima sinta bukan hanya sinta tapi kedua anaknya, karena mereka yang akan menjadi korbannya. jelas ayah sinta, rasanya tak bisa menahan kesedihan Kala teringat cucunya jika harus melihat orangtuanya bercerai,