My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 52


__ADS_3

Ternyata selama ini vian tak pulang ke rumah orangtuanya melainkan kerumah Angga sahabat kecilnya. Rumah Angga tidak jauh dari kediaman orangtua vian, tapi ia memilih untuk menemui sahabatnya karena pasti Akan banyak pertanyaan, ketika dia pulang kerumah orangtuanya


Mobil vian berhenti di depan pagar rumah Angga, kebetulan istri Angga sedang berada di teras bersama anaknya


"assalamualaikum " Salam Vian dari balik pagar


"waalaikumsalam.... ehhh mas vian... " jawab istri Angga sambil berlari membukakan pintu pagar


"Angga ada? " tanya vian,


"ada di dalem, tadi sih lagi nonton, masuk aja mas... " jawab istri Angga,


"Okk Saya masuk ya... " Vian pun segera masuk ke dalam rumah Angga, wajahnya tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pada sinta,


"Assalamualaikum... " teriak Vian mengagetkan Angga yang sedang berbaring sambil menonton TV


"waalaikumsalam... eits... ada tamu...." jawab Angga sambil bangun dan menyalami Vian dengan Salam khas mereka


"kusut amet bro.... ? " Tanya Angga...


"gue lagi pusing nih ngga... " ucap vian sambil duduk di sebuah sofa panjang


"bentar-bentar lo abis berantem? muka lo babak belur begitu? " Tanya Angga Saat sadar ada lebam di wajah Vian

__ADS_1


"sedikit..... " ucapnya,


"mau gue obatin?" Tanya Angga..


"gak gak usah biarin aja...lebam doang mah gak sakit, hati gue yang lebih sakit" ucapnya


"lo ada masalah? " Anggapun langsung menghampiri sahabatnya yang terlihat sangat kacau


"sinta selingkuh.... " ucap Vian, hatinya terasa begitu sakit


"lo tau dari mana dia selingkuh? " Tanya Angga


"gue udah pergokin dia, cowoknya juga udah dateng kerumah, "


"lo masih inget cowok yang dulu hampir bikin gue putus sama sinta?" Tanya Vian


" nah itu dia cowoknya, gue gak nyangka, ternyata mereka masih berhubungan " jelas Vian, memamg saat ini di butuh seseorang untuk mendengarkan semua rasa sakit yang sudah di sematkan oleh sinta


"nahhhh kannn!!!! gue dulu pernah bilangkan, gak usah di lanjutin, lo nya aja ngeyel, keukeuh saking cintanya... " ucap Angga


"gue fikir tuh cowok beneran pergi dari kehidupan sinta, ternyata gak..... padahal kalau difikir kurang apa gue? semua kebutuhan dia gue penuhin, apa aja yang dia mau gue kasih,tulus gue Ngga!!!!! tapi balesannya kaya gini" keluh Vian panjang lebar


"vian... Cinta itu gak bisa di paksain, dari awal sinta udah selingkuhin lo, berarti cintanya juga udah berpaling dari lo, itukan udah gue bilang dari dulu " ucap Angga

__ADS_1


"gue fikir dia bakal bisa mencintai gue lagi, kaya dulu "


"terus anak-anak lo gimana?" Tanya Angga


"mereka ikut sinta, tadi gue mau ajak, tapi mereka lebih milih ikut mamahnya" jawab Vian, ada rasa penyesalan ketika dia harus meninggalkan kedua anaknya


" terus sinta di rumah? "


"iya, tadi pas gue pergi dia masih di rumah, sama cowoknya.... "


"lo tinggal mereka berdua? udah Gila lo... kenapa gak dia aja yang suruh pergi" Angga merasa geram saat sahabatnya justru malah membiarkan Dhani dan Sinta


"gue udah muak ngeliat sinta, rasanya kalau gue mandang dia, gue ngerasa kesel, gue takut khilaf.... " jelas Vian, memang kekurang Vian tidak bisa mengontrol emosinya dan itu Angga sudah mengerti


"terus sekarang mau lo gimana? "Tanya Angga


" taulah, gue saat ini masih belum bisa ambil keputusan, sepertinya gue harus ngomong berdua sama sinta, tapi gak saat ini, gue masih emosi" jawab Vian,


"iya betul, kalian harus bicariin hubungan kalian, sekarang kalian harus mikirin perasaan anak-anak juga, gak bisa egois... " Angga berusaha menasehati Vian Karna hanya itu yang Vian butuhkan saat ini


"lo udah makan? " Tanya Angga, dia yakin sahabatnya ini tidak sempat memikirkan perutnya,


"gue gak bisa makan kalau lagi begini " jawabnya

__ADS_1


"makan dulu lah... yok gue juga belum makan" ajak Angga


"gak deh Ngga, lo aja sana. .. " tolak Vian, namun Angga tetap memaksa, hingga vianpun tak bisa menolak, akhirnya mereka makan bersama sambil berbincang-bincang bersama istri Angga, Vian sudah mulai bisa tersenyum, mereka saling menceritakan hal-hal konyol yang pernah mereka lakukan dulu dan itu membuat Vian bisa melupakan masalahnya, walau hanya sementara, setidaknya dia butuh itu saat ini.


__ADS_2