
dhani menghempaskan tubuhnya di meja kerja, kepalanya terasa berat, dadanya begitu sesak, "lamaran" kata kata itu mengganggu fikirannya,
"ahhh bodoh harusnya aku tak selemah ini " sesalnya dalam hati,
dhani terus memegang kepalanya, ingin rasanya dia menemui sinta, Dan mengajak pergi bersama nya, namun hatinya selalu menolak, teringat kembali rasa sakit yang pernah ia rasakan 4 tahun yang lalu,
bastian memperhatikan wajah sahabatnya yang sangat kusut,dhani tak seperti biasanya, dia hanya terdiam di meja kerja, sesekali dia terlihat memegang kepala, seperti ada yang sedang ia fikirkan
"dhan... " panggil bastian sahabat dekat dhani yang juga satu kantor dengannya
"iya bas" jawab dhani menengok kearah bastian yang berdiri di samping nya
"baik baik aja kan? " tanya bastian
dhani menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa saat ini dia sedang tidak baik baik saja
"mau cerita sama gua? " bastian kembali bertanya
dhani hanya mengangguk
"Okk yok... " ajak bastian, dhani mengikuti langkah bastian mengajaknya ke sebuah balkon yang berada di luar kantor
"lo kenapa? " tanya bastian
"sinta bas.... " ucapnya, bastian kembali mengingat nama itu, nama yang pernah dhani sebut ketika ia meminta bastian mencarikan pekerjaan untuknya
"sebentar sebentar" ucap bastian menghentikan pembicaraan dhani
"Ini sinta yang lo pernah ceritain dulu kan? " tanyanya memastikan
"ialah, emang sinta mana lagi " jawab dhani sedikit kesal
"ok ok sorry bro gua takut nya ada sinta yang lain " ledek bastian, dhani hanya tersenyum kecil
"enak aja, nama sinta cuman satu di hati gua " jelas dhani
__ADS_1
"ok OK kenapa dia? " tanya bastiann semakin penasaran
"dia mau di Lamar " ucap dhani
. "hah... di la-mar? " teriak bastian kaget, suaranya menggelegar hingga terdengar ke dalam ruangan kantor, membuat beberapa karyawan mengalihkan pandangan kepada bastian Dan dhani
"syuuuut, bisa pelan gak sih ngomong nya " ucap dhani kesal sambil menaru telunjuknya di depan bibir bastian
"ya maaf, gua kaget bro " kata bastian
"terus terus lo gimana? " tambahnya
"yah gak gimana gimana begini aja " jawab dhani tak beragairah
"mang sebenernya hubungan kalian ini gimana sih? 'tanya bastian semakin penasaran dengan cerita cinta mereka
" kita gak ada hubungan, tapi kita tau kalo kita saling cinta " jelas dhani
"lah terus kenapa sinta di Lamar orang? " tanya lagi bastian
"dia udah punya pacar sebelumnya, nah itu dia yang buat gua jadi kerja disini, gua lepasin dia, gua gak mau pacar nya sakit hati kaya gua dulu " jelas dhani, bastian mengangguk merasa bangla pada sahabatnya itu
"gua Cuman gak mau, cowoknya nganggep Sinta cewek gak bener bas," jelasnya
"yah apapun itu dhan, lo selalu mikirin perasaan orang lain " Puji bastian
"tapi bas sekarang gua bener bener Akan kehilangan dia" ucap dhani
"bro.. Jodoh tuhan yang ngatur, lo berdoa minta petunjuk kalo memang Sinta adalah jodoh lo, dia Akan balik lagi ke lo, tapi kalo Sinta bukan jodoh lo, yah itu derita lo" ledek bastian sambil menepuk menepuk pundak temennya itu
"sialan lo.... " umpat dhani memukul tangan bastian
"loh emang benerkan? " tanya bastian
"taulah.... " dhani meninggalkan bastian yang masih duduk di balkon, ia berjalan menuju pantry dia lihat O B yang sedang duduk santai sambil menyantap camilan
__ADS_1
"man bisa beliin rokok gak? " tanya dhani pada firman seorang office boy di kantornya
" ohh boleh pak, rokok apa ya? " tanya firman
"rokok ********** (dhani menyebut merek rokok) , ini uangnya, kembaliannya ambil aja" jawab dhani sambil memberikan uang 50ribuan
"oh iya makasi ya pak " ucap firman, ia meninggalkan pantry Dan menuju sebuah supermarket yang ada dia lantai ground,
dhani kembali ke mejanya, dia lihat bastian Sudan berada dia mejanya kerjanya
"dari mana lo? " tanya bastian
"dari pantry, nyuruh si firman beli rokok " jawab dhani
"hmmm gara gara cewek lagi, rokok lagi " ledek bastian, dhani memang sudah lama tidak menyentuh rokok, dulu dia mulai merokok ketika patah hati dengan kekasihnya, setelah itu dia mmencoba bangkit Dan berhenti untuk merokok, sekarang dia patah hati dengan Sinta, dia kembali lagi menyentuh rokoknya, hal itu membuat bastian kesal
"pusing bas pala gua " jelas dhani memagang kepalanya
"terserah lo aja deh " ucap bastian kesal, tak lama firman datang ke mejanya dhani Dan memberikan sebungkis rokok yang dhani pesan
"makasi ya man " ucap dhani
"sama-sama pak" balas firman, Dan bergegas meninggalkan dhani
bastian segera menghampiri meja kerjanya dhani,
"hadeh gua kadanng bangga sama hati lo yang selalu mengalah, tapi liat lo kaya gini gua juga kasian bro " ucap bastian merangkul pundak dhani yang duduk di kursinya
" gak tau ya bas, gua fikir dengan gua jauh dari Sinta, gua bisa ngelupain dia " ucap dhani dengan Nada yang pelan, karna posisi mereka saat ini sedang berada di kantor
"cinta itu gak bisa Hilang karna jarak bro " ucap bastian
"ahhh taulah bas, udah sana ke meja lo, gua lagi males bahasnya, otak gua berasa melepuh" ucap dhani Dan mendorong bastian yang ada disampingnya
"hahhahaha seorang dhani yang selalu Tragis kisah cintanya " tawa bastian membuat dhani semakin kesal,
__ADS_1
"kalo bukan di kantor, gua hajar lu bas" ledek dhani mengepalkan tangannya ke Arah bastian
bastian hanya tersenyum , melihat tingkah laku dhani