
seuai permintaan dhani, bastian harus bertemu dengan sinta, sebelumnya dhani sudah memberikan nomer handphone sinta pada bastian, Dan sepulang kerja rencananya bastian ingin bertemu sinta, kebetulan dia juga ada keperluan ke arah jakarta tak jauh dari tempat kerja sinta
bastian mengirim pesan singkat pada Sinta
from bastian
hai... Sinta ya, gua bastian temen dhani bisa kita ketemu?
pesan terkirim namun belom ada jawaban, selang 15 menit kemudian sinta membalas pesannya
from sinta
" mau apa ya? "
from bastian
ada perlu sedikit, kebetulan lagi Arah ke Sana
from sinta
saya masih kerja, paling bisanya jam 8
from bastian
Okk gak papa Kok, enaknya gua tunggu dimana ya?
from sinta
ke mall ******(menyebutkan nama mall tempat Sinta bekerja)
from bastian
Okk paling gua sampe jam 7 ya
Sinta tak membalas lagi pesan bastian, namun sudah terbaca, waktu menunjukan pukul 17.00 dia segera menyalakan mesin motornya Dan bergegas pergi, dhani hanya melihat bastian dari kejauhan
"semoga gua bisa percaya ma lo bas" gumam dhani dalam hati
****************
tepat pukul 7 malam bastian sampai, dia segera memasuki mall Dan mencari tempat yang nyaman untuk menunggu, pilihannya jatuh pada sebuah kedai kopi ternama di mall itu, dia memesan secangkir capucino Dan duduk di sofa yang disediakan, ia mengirim pesan pada Sinta
from bastian
gua udah sampe, gua di sta*****
__ADS_1
from sinta
Okk saya masih ada kerjaan,gpp nunggu lama?
from bastian
gak papa Kok gua sambil numpang wifi disini
from Sinta
Okk
satu jam lebih bastian menunggu namun Sinta belum terlihat batang hidungnya, minuman yang ia pesanpun sudah habis setengah
"ngaret juga tuh cewek " ucapnya kesal, matanya masih terus mengawasi orang yang lalulalang namun belum ada tanda-tanda kehadiran Sinta
10 menit kemudian Sinta datang, dia mulai mencari bastian, sebelumnya bastian sudah mengirimkan gambar dimana posisi dia duduk menunggu Sinta
"bastian? " tanya Sinta menunjuk ke Arah bastian
"iya... Sinta? " bastian balik bertanya
Sinta mengangguk Dan tersenyum ke Arah bastian
"yah gpp" jawabnya, padahal tadi dia sempat kesal karena jenuh menunggu lama
"duduk ta,... " suruh bastian
"iya makasi " jawab Sinta yang segera duduk di kursi samping bastian
"mau pesen apa? " tanya bastian
"gak usah bas, nanti aja gampang " jawab Sinta
"ohh ya ya "
mereka sempat terdiam canggung, bastian bingung bagaimana cara mengawali pembicaraan ini, begitupun Sinta, dia malah tidak mengerti kenapa bastian mengajak nya bertemu
"ta... " suara bastian memecah keheningan
"ya... " jawab Sinta
"apa kabar? " tanyanya bingung
"baik... " jawab Sinta tersenyum
__ADS_1
"dhani banyak cerita tentang lo, sebenernya gua juga bingung harus ngomong apa" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak fatal
"terus kenapa kita ketemu? " tanya Sinta,
"dhani minta gua nemuin lo, dia pengen tau kabar lo" jawab bastian, rasanya dia ingin bilang kalo sahabatny sedang galau karna Sinta, tapi dia sudah janji untuk tetap bilang dhani baik baik saja
"kenapa bukan dia sendiri yang nemuin saya? kenapa harus kamu? " tanya Sinta, membuat bastian sakit kepala mendengarnya
"gua gak tau pasti alasan dia apa, tapi yang jelas sekarang dia udah baik baik aja, dia udah bisa move on dari lo, jadi mending lo mantapkan neat lo buat lanjutin hubungan lo ke jenjang pernikahan " jawabnya,, sambil berfikir bener gak sih kata kata yang keluar dari mulutnya
"maksudnya ngomong gitu apa? " tanya Sinta agak kesal
melihat perubahan sikap Sinta, bastian segera mencari kata kata yang pas untuk menjawab pertanyaannya
" bukan apa-apa, dhani mau lo bahagia ta, " belum selesai bastian melanjutkan ucapnya Sinta memotongnya
"saya Cuman bisa bahagia sama dia " potong Sinta , membuat bastian kehabisan kata kata
" yah gua ngerti ta, aduh gimana jelasinnya ya? " tanyanya pada diri sendiri,
"kabar dia gimana? " tanya Sinta
"ba.. ba.. baik" jawabnya ragu, Sinta hanya memandang tajam wajah bastian membuat bastian salah tingkah
"yakin baik? " tanyanya tak percaya
"sebenernya dia gak baik ta, ... tapi dia tetap berusaha buat baik " jawabnya
"sampein sama dia,, kalau memang menerima lamaran vian membuat dia lebih lega, saya Akan terima, Dan saya Akan mencoba buat lupain dia, jadi dia gak perlu repot repot lagi nyuruh kamu temuin saya " ucap Sinta , dia merasa kesal , tak seharusnya dhani menyuruh bastian bertemu dengannya hanya untuk meyakinkan agar Sinta menerima lamaran vian
"ta.. bukan begitu maksud dia "bastian merasa bingung harus biacara apa lagi
" udah bas, sepertinya gak perlu ada yang di bicarain lagi, kalau ini memang maunya, yasudah aku ikutin, bilang sama dia saya juga gak akan ganggu dia lagi " Sinta berdiri Dan bersiap untuk pergi
"ta lo mau Kemana? " tanya bastian bingung melihat sinta yang berdiri di hadapannya
"saya mau pulang, banyak yang harus saya siapin, besok saya juga harus ke bandung " jelas sinta
"saya pulang dulu ya " pamit sinta, bastian hanya mengangguk , dia memperhatikan sinta yang berjalan menjauhinya
"dhani bego banget sih" umpatnya kesal
"bener juga gak seharusnya dia nyuruh gua ketemu sinta " ucapnya, bastian menghabiskan minumannya Dan segera pergi meninggalkan mall
baginya pertemuan dengan sinta itu hanya membuang waktu saja, tak ada hasilnya
__ADS_1