My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 51 kepergian sinta


__ADS_3

Sinta mulai memasukan beberapa bajunya dan kedua anaknya, ia berfikir lebih baik ia ke bandung bertemu orangtuanya, karena saat ini orangtuanyalah yang bisa memberi penyerahan untuk masalahnya,


" kakak, adik kita ke rumah kakek dan nenek ya... " ucap sinta sambil memgelus kepala kedua anaknya


"asikkkk.... ayo mah kakak gak mau disini, kakak takut sama papah" ucap Nova, ada trauma yang ia rasakan ketika melihat mamahnya di tampar berulang ulang


"yaudah kita siap - siap ya.... " ucap sinta,


Setelah memastikan semua siap, sinta segera menghubungi Dhani, dan tak lama taxi online datang menjemput mereka, saat sinta dan kedua anaknya memasuki mobil tatapan tetangga terlihat sinis, ia sadar semua tetangganya akan memandang rendah dirinya setelah ini, namun sinta sudah tak menghiraukan semua itu.


Mobil melaju menuju restaurant yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal sinta kurang lebih 3km , hanya butuh waktu 15 menit, mobilpun berhenti di sebuah restaurant yang berwarna hijau., sudah terlihat mobil Dhani terparkir disana


"berapa pak? " tanya sinta pada seorang driver


"sudah di bayar bu... " ucap driver


"mah... kok kita kesini...? katanya mau ke rumah kakek? " tanya Nova


"kita makan dulu ya, yuk turun.... " jelas sinta


"makasi banyak ya pak... " ucap sinta, sambil menurunkan anak-anak dan beberapa barang bawaannya dari Mobil

__ADS_1


Dhani yang melihat sinta segera menghampiri sinta untuk membawa tas sinta dan memindahkan ke mobilnya


"kita makan dulu ya... " ajak Dhani


"asikkkk makan......makan...!!!!!!!" teriak Aldrich kegirangan


"kamu laper ya....? " tanya Dhani sambil menurunkan badannya hingga sejajar dengan tubuh Al


"iya om aku laper... " ucap al polos


"yaudah ayo kita makan... " ajak Dhani sambil menggendong Al, Aldrich memang mudah dekat dengan siapapun berbeda dengan Nova yang masih memandang asing Dhani


"nanti mamah kasih tau.... sekarang kita makan dulu yuk!... " ajak sinta sambil menuntun Nova masuk ke restaurant


Merekapun duduk di sebuah meja yang memiliki 4 kursi, Al terlihat begitu dekat dengan Dhani, mereka saling bercanda dan itu membuat sinta sedikit bisa tersenyum,


"mau makan apa? " tanya Dhani


"sepertinya aku gak laper pak.... aku minum aja,.. " ucap sinta


"ta.. aku tau ini berat buat kamu... tapi aku mohon jangan buat kamu terlihat lemah, makan ya....kamu pasti belum makan " bujuk Dhani, namun sepertinya sinta sama sekali tak nafsu makan, hati dan fikirannya masih tertuju pada vian "ia sedang di mana?" "apa yang dia lakukan? " masalah ini benar-benar menguras semua emosinya.

__ADS_1


"anak-anak mau makan apa? " tanya sinta..


"aku mau ayam ya mah, " ucap Nova


"aku juga.... aku minumnya mau jus strawberry" tambah Aldrich, kedua anak sinta untungnya masih tetap ceria meski terkadang Nova memandang iba melihat semua bekas luka lebam yang ada di wajah ibunya itu


"Okk tunggu om pesenin ya " ucap Dhani.... iapun segera memesan makanan yang sudah di pilih oleh anak-anak, dia sendiri memilih untuk tak makan apa-apa menemani sinta.


setelah makanan datang, Nova dan Aldrich segera menyantap pesanannya, sedang sinta hanya tersenyum melihat kegembiraan kedua anaknya, ia sangat amat merasa bersalah karena sudah mengukir kepedihan dalam memori mereka, mungkin untuk Aldrich belum terlalu banyak paham tentang masalah orangtuanya, tapi tidak bagi Nova, ia begitu jelas melihat bagaimana perlakuan ayahnya kepada ibu yang sangat dia sayangi.


"nanti lukanya aku obatin ya, kebetulan di Mobil ada obat-obatan" ucap Dhani sambil menyentuh bagian yang lebam


"iya pak.... lagian udah gak papa kok" ucap sinta,


"pak Dhani gak makan? " tanya sinta saat melihat Dhani hanya memesan es chocolate


"kamu aja gak mau makan gimana bisa aku makan" jawav Dhani membuat sinta begitu tertegun pada sikapnya


"yeee....., gak gitu dong pak, " ucap sinta


"aku belum laper ta, " jawab Dhani.

__ADS_1


__ADS_2