
Dengan rasa kesal Vian kembali pulang ke Jakarta bersama kedua anaknya, sepanjang Jalan Aldrich dan Nova terus menangis memanggil mamamhnya, hingga membuat Vian semakin geram, terpaksa Vian membentak kedua anaknya, hingga mereka diam dengan rasa takut.
**********
Dikediaman orangtua sinta, sinta begitu terpukul, betapa ia merindukan anak-anaknya, ia terus menangis, meski ibu dan kak ina berusaha menenangkannya, ayah sinta sendiri segera menghubungi keluarga Vian, menjelaskan apa yang terjadi, Ayah Vian meminta maaf akan sikap anaknya, ia sangat kecewa dengan sikap arogan Vian, dan berjanji akan membujuk Vian membawa kembali Kedua anaknya untuk bertemu ibunya.
Kak ina, yang tak sanggup melihat sinta seperti ini, segera menghubungi Dhani
dalam sambungan telfon
"Dhan.... hallo Dhani.... " suara kak ina terdengar Panik
"iya ka....! kenapa? " Tanya Dhani
"Vian tadi dateng kesini, dia bawa anak-anak , sinta dari tadi nangis aja dhan, gimana ya! kak ina gak tega liatnya, mana dia lagi hamil, dhan tolong Bantu sinta....! " mohon kak ina, Darah Dhani tiba-tiba bergejolak, ia mengepalkan tangannya, menahan kekesalan pada Vian, laki-laki itu benar-benar membuat Dhani tak bisa diam saja,
"bisa aku ngomong sama sinta? , mungkin aku bisa menangkan sinta,! " ucap Dhani, rasanya ia ingin menghilang dan langsung berada disamping sinta
"Ada papah dhan, pasti papah ngelarang....! " ucap kak ina
__ADS_1
"yaudah, nanti kalau sinta lagi gak sama papah, hubungin aku ya ka! urusan Vian biar aku yang urus, kakak tolong jaga sinta." pesan Vian,
"Okk...! kamu kabarin kakak terus ya Dhan...! " merekapun mengakhiri percakapan mereka.
Kak Ina kembali menghampiri sinta, sinta mulai kelelahan iapun tertidur dalam kesedihannya, ibu yang tak tega melihat sinta ikut menangis melihat keadaan anak bungsunya itu.
*************
Ayah Vian begitu marah melihat Vian membawa kedua anaknya, ia begitu kecewa dengan sikap arogan Vian, namun Ibu Vian justru membenarkan, dengan alasan Vian adalah kepala keluarga dan dia bertanggung jawab akan anak-anaknya, namun apapun alasannya sikap Vian tidak bisa di terima karena telah menyakiti hati sinta, dan anak-anak.
"pah.....! sinta yang gak mau pulang, Vian ayah nya, Vian berhak membawa anak-anak Vian! " teriak Vian meluapkan kekesalannya
"tapi bukan begitu Cara kamu membawa anak-anakmu, kamu lihat Sekarang! mereka nangis manggilin mamamhnya, apa kamu gak kasian? " bentak ayah Vian
"mah....! mereka sangat dekat dengan mamamhnya, gak bisa mereka di pisahkan gitu aja" Ayah tetap membela sinta, hinggaembuat kesal dan pergi meninggalkan rumah membawa anak-anaknya,
"mau kemana kamu? " Tanya ayah dengan Nada marah
"mau pulang! pengang telinga Vian disalahin mulu" jawab ya sambil berlalu menggendong Aldrich dan menuntun Nova
__ADS_1
"Vian....! " panggil ibu Vian , ia berusaha mencegah Vian pergi, namun sang ayah justru menyuruh membiarkan Vian pergi, Ibu Vian terlihat kesal pada suaminya, ia memasuki rumah dengan wajah yang penuh emosi,
"harusnya papah jangan marahin Vian, wajar dia begitu, dia kangen sama anak-anaknya, sinta aja yang gak bisa mikir jadi istri, udah mending suaminya mau jemput lagi, malah nolak." keluh ibu Vian meluapkan kekecewaan pada suaminya.
"Cara Vian mah yang Salah, harusnya dia kesana sama kita, ngomong baik-baik" balas ayah Vian, membuat sang istri semakin geram dan meninggalkan nya sendiri di teras.
************
Vian memilih membawa anaknya ke tempat tinggalnya, emosinya benar-benar tak terkendali, umpatan demi umpatan ia ucapkan untuk sinta, dia merasa harga dirinya terinjak-injak.
Anak-anak masih menangis memanggil mamahnya, namun sepertinya Vian tak memperdulikan tangisan mereka, semakin mereka menangis, semakin Vian membentaknya.
setelah sampai di rumah, Vian membawa masuk kedua anaknya, dan menyuruh mereka untuk tidur karena memang Sudah sangat larut, merekapun menuruti semua perintah papah nya, dengan rasa takut, namun rupanya mereka tak tertidur, sepanjang malam mereka menangis tanpa suara, hingga bantal merekapun basah karena tetesan air matanya, Nova terus memeluk Aldrich dan menenangkannya.
"syutt.... adik jangan nangis! nanti papah marah" ucap Nova berbisik agar tak terdengar Vian
"aa.. aa.. dd.. I... k mmma-uuu sam-maa mamah" ucap adik terbata-bata karena terus menangis
"iya, tapi jangan kenceng-kenceng nangisnya, nanti papah masuk"
__ADS_1
"kkka-kkka aa-dik mmma-uuu ke ma-mahhh"
"yaudah Adik bobo dulu, besok kita ke mamah ya! " Nova memeluk erat adik nya, diusia yang masih sangat Kecil, dia harus mengalami rasa sakit karena sikap orangtuanya, hatinya begitu teriris, belum lagi menahan rindu pada sinta... mereka tak pernah sama sekali terpisahkan, dan hari ini mereka harus terpisah