
Sinta memberanikan diri keluar menemui Vian, namun sepertinya Vian masih tak ingin melihat sinta hingga ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya, anak-anak yang saat itu sudah terbangun hanya diam melihat mamah dan papahnya tak sedekat dulu.
terdengar suara telfon berdering, bunyinya berasal dari Kamar sinta, ia teringat bahwa ia lupa membawa ponselnya saat berlari ke Kamar anak-anak, ia begitu khawatir jika yang menghubunginya adalah Dhani.
"sini kalo berani.... " terdengar suara Vian berteriak, sinta segera masuk ke Kamar, Benar saja Dhanilah yang menghubungi sinta
*****
Pada saat jalan pulang Dhani teringat sinta yang menghubunginya namun tak ia jawab, ia khawatir karena saat itu sinta terus menerus menghubungi😁, hingga ia memutuskan menghubungi balik sinta, namun ternyata Vianlah yang menjawab telfonnya, Dhanipun tak bisa berkutik mau tak mau ia tetap melanjutkan pembicaraannya, namun sepertinya saat itu Vian sedang emosi
"sorry vi.... sorry bukan maksud begitu" ucap Dhani saat Vian meninggikan suaranya di balik telfon
"gak usah banyak ba**t, sini lo selesaiin masalah kita" ucap Vian, sinta yang saat itu berada di samping Vian berharap Dhani tak menggubris ucapan Vian
"gue gak bisa, gue lagi di luar kota" ucap Dhani masih dengan nada yang biasa
"noh ta, pujaan hati kamu banci gak berani nemuin aku" ucap Vian pada sinta namun ponsel masih menyala hingga Dhani bisa mendengar percakapan Vian dan sinta
"udah Vian, please udah..... sini telfonnya" ucap sinta sambil berusaha mengambil ponsel yang berada di tangan Vian, dan itu membuat Vian semakin kesal
"udah..... kenapa kamu takut aku mukulin Dhani kaya aku udah bikin kamu babak belur" teriak Vian, Dhani yang mendengar ucapan Vian mulai geram,
__ADS_1
"Hallo.... hallo Vian, tunggu gue Disana, jangan berani-beraninya lo nyentuh sinta..... " teriak Dhani dan itu membuat Vian senang.
"kenapa?, dia istri gue, terserah gue dong, gue mau abisin dia juga bukan urusan lo" ucap Vian sedikit meledek
"Vian....cepetan sharelock alamat lo, tunggu, gue kesana sekarang... " ucap Dhani, dia semakin khawatir mengetahui bahwa ternyata sinta tak aman bersama Vian
"Hahahahaha Mang lo gak tau rumah gue, bukannya lo masih berhubungan sama sinta, lo Tanya sendiri aja sama sinta" Vian semakin meledek Dhani membuat Dhani semakin khawatir
"Vian ayolah jangan begitu, udah ya.... Dhan aku gak papa kok" ucap sinta berharap Dhani mendengar suaranya
"plakkkkkk..... " Tangan vian kembali menampar pipi sinta, hingga sinta refleks berteriak, Dhani yang mendengar teriakan sinta semakin khawatir, ia tak tau harus gimana?, ia sendiri belum sempat menanyakan sinta tinggal dimana saat itu
"viannnn gue bakal bales kelakuan lo ke sinta" teriak Dhani, lalu menutup sambungan telfonnya, ia segera meminggirkan mobilnya, ia telfon bastian untuk mencari tau rumah sinta
"Haloo bas... " suara Dhani terdengar buru-buru
"nape lo.... btw lo gak masuk Hari ini? " Tanya bastian
"gak usah nanya gue dulu, lo tolongin gue cari alamat sinta, gue harus Kesana " ucap Dhani
"ngapain lo... jjangannnn" belum sempat bastian melanjutkan ucapannya Dhani lagsung memotong
__ADS_1
"udah gak usah banyak tanya, lo tolong cari tau alamat sinta kalau bisa cepet please gue bener-bener minta tolong sama lo" ucap Dhani,
"ohhh okkk.. okkk... tapi nanti lo jelasin ke gue" ucap bastian, sepertinya sedang terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu.
bastian teringat chaca karna dialah yang memberi tahu bastian bahwa Dhani bertemu kekasih lamanya yaitu sinta, bastian segera menghampiri chaca yang sedang berada di meja kerjanya
"cha... btw lo tau mantannya Dhani Dari Mana? " Tanya bastian berbisik, Mata chaca seketika langsung melirik kearah bastian
"kenapa pak nanya-nanya" ucap chaca
"please lo temennya dia, lo tau alamat dia dimana? " Tanya bastian dengan wajah yang begitu serius
"idihhh Mana gue tau pak, gue kenal sama temennya dia bukan sama siapa gue lupa namanya... " ucap chaca
"lo punya nomer telfon temennya" Tanya bastian
"pak Ada APA sih, kok gue jadi takut ya lo nanya-nanya begini,mereka kepergok? " chaca malah balik bertanya, tak lama terdengar suara ponsel bastian, ia lihat Dhani
"hallo bas... gimana lo udah dapet? " Tanya Dhani
"aduhhhhh bapak Ramadhani, lo fikir gue petugas sensus, yang nyatet semua data warga Indonesia, bisa tau alamat orang dalam sekejap " ucap bastian, chaca memandang bastian penuh tanya, hatinya mulai tak enak sepertinya Ada yang tidak beres setelah pertemuan kemarin
__ADS_1
"bastian gue gak lagi bercanda, lo liat media sosialnya, Apa kek gue lagi Panik gak bisa mikir" ucap dhani