My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 60 harus berpisah


__ADS_3

Dhani sedikit tenang, Kala sinta Sudah berada dalam penangan dokter, Ia memutuskan meninggalkan sinta untuk memberi Kabar orangtuanya, dengan wajah panik, Dhani menjelaskan apa yang terjadi, sampai sinta tak sadarkan diri, orangtua sinta begitu panik, begitu pun kakak Dan anak-anak sinta, akhirnya mereka semua memutuskan untuk melihat sinta di klinik, sesampainya disana sinta masih belum sadarkan diri, sepertinya jiwa sinta benar-benar lelah, Dan tergoncang.


"Dok gimana? " tanya Dhani dengan panik saat mengetahui sinta masih belum sadar


"bisa bicara dengan keluarga pasien? " Tanya dokter pada keluarga sinta, akhirnya orangtua sinta dan Dhani bergegas menuju ruangan dokter, sebenenarnya itu adalah ruangan pemeriksaan karena klinik ini tidak memiliki ruangan khusus untuk dokter.


"silahkan duduk" orangtua sintapun duduk di kursi yang berada di depan meja dokter, sedang Dhani berdiri di sampingnya karena hanya Ada dua kursi.


"gimana dok kondisi anak saya? tanya ibu sinta panik


" tekanan darah pasien memang rendah, namun masih dalam batas normal, suhu pasienpun tidak tinggi, jadi saya menyimpulkan kehilangan kesadaran pasien bisa saja disebabkan karena tekanan emosi atau sinkop psikogenik, kecemasan, histeria, panik, atau bahkan gangguan depresi, karena tadi pasien sempat sadar namun enggan membuka matanya, Ia hanya berkata "jangan tinggalin aku" setelah itu Ia kembali tak sadarkan diri" jelas dokter


"lalu dok, bagaimana sinta bisa sadar? " tanya Dhani, hatinya tak karuan, ia begitu terlihat sangat khawatir


"tenang ya mas, pasien akan segera sadar, coba masnya bantu dengan berada di sampingnya, membangunkan dia dari bawah alam sadarnya, karena selain depresi pasien juga sedang mengandung, sepertinya pasien juga belum tau jika dirinya hamil" ucapan dokter bak petir disiang bolong, "hamillll" "ohhh tuhan Ujian apa lagi yang kau berikan padaku" ucap Dhani dalam hati, tubuhnya begitu lemas, kakinya seakan tak bisa menopang tubuhnya, hingga membuat dia menyandarkan tubuhnya di sebuah kasur pemeriksaan, kedua orangtua sintapun terkejut, mereka spontan memandang Dhani, raut wajah Dhani terlihat begitu sedih, apa mungkin dengan kondisi sinta seperti ini Dhani bisa mempertahankan sinta, jika Vian tau sinta mengandung anaknya, Vian tak mungkin bisa menceraikannya,

__ADS_1


"sebentar ya dok, saya izin keluar" ayah sinta mengajak Dhani untuk bisa bicara 4 mata, sedang ibu sinta masih berada di ruangan dokter


"Dhan... bapak berharap kamu ikhlas untuk meninggalkan sinta, ini seperti jawaban yang Allah kasih untuk masalah kalian, pertahankan rumah tanggamu, lupakan sinta... anak dalam kandungan sinta tidak bersalah, jangan sampai dia lahir tanpa papahnya, meski bapak tau kamu bisa menerima sinta apapun kondisinya, " ucap ayah sinta, sambil menepuk pundak dhani,


"bb-baik pak jika itu yang terbaik, saya berharap sinta bisa bahagia dengan kehamilannya" ucap Dhani penuh kekecewaan


"bapak minta maaf ya nak, sinta sangat mencintai kamu, alangkah lebih baik, sinta tak usah melihat nak Dhani lagi, karena akan lebih berat sinta melepaskan nak Dhani jika nak Dhani masih disini, bapak benar-benar minta maaf nak, ini untuk kebaikan sinta " berat rasanya untuk Dhani meninggalkan sinta dengan kondisinya yang seperti ini, apa mungkin ini yang terbaik untuk sinta, entahlah apapun itu Ia tetap harus meninggalkan sinta.


" bb-baik pak, kalau gitu saya benar-benar titip sinta, ini no ponsel saya, saya harap bapak hubungi saya ketika sinta sadar, saya sangat mencemaskan sinta" ucap Dhani sambil Mengambil kartu nama dari dompetnya.


"ommmm!!!!! " teriak Aldrich memeluk Dhani, kak ina melihat Aldrich begitu dekat dengan Dhani, begitu pun Nova, sambil menggendong Aldrich Dhani menghampiri ka ina, Dan duduk di sampingnya,


"ka.. sepertinya saya harus pamit, " ucap Dhani lirih


"loh mau kemana?sintakan belum sadar? " tanya kak ina,

__ADS_1


"om mau kemana? " tanya Nova dengan wajahnya yang polos, hati Dhani semakin tersayat, Kala melihat wajah Nova, baru saja Ia dekat denganya, tapi dia harus benar-benar melupakan gadis kecil itu.


"om masih Ada urusan sayang... " jawab Dhani, Ia terpaksa harus memasang senyum di depan Nova,


"kamu mau kemana Dhan? , kasian sinta... dia pasti nyariin kamu! " ucap ka ina,


"terlalu rumit ka, nanti kakak juga tau, titip sinta, Dan anak-anak, tolong selalu Kabarin saya ya ka, ini no hp saya, kakak taukan perasaan saya, saya Cinta banget sama sinta, tapi sepertinya itu gak mungkin"


"yang sabar ya Dhan, .... sinta juga sayang banget sama kamu"


"hmmm iya ka, ya udah aku pamit ya ka, takut sinta keburu sadar" Dhanipun berpamitan pada kak ina Dan kedua anak sinta, sebelum benar-benar pergi Dhani terlebih dulu melihat sinta yang masih terbaring di kasur Kamar klinik, air matanya kembali menetes rasanya begitu sesak menahan semua kesedihan yang mereka alami, setelah dirasa cukup Dhani bergegas menaiki Mobilnya Dan berlalu meninggalkan Klinik, Ia memutuskan kembali ke hotel untuk check out Dan meninggalkan bandung.


******


jangan sedih ya!!!!!

__ADS_1


Ayo siapa pendukung Dhani sinta dimohon tidal kecewa.....


__ADS_2