My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 13 pertemuan terakhir


__ADS_3

waktu menunjukan pukul 17.15 Sinta sudah bersiap bertemu dhani di persimpangan samping mall


"yakinkan dhani ta.... " suara Tia memberi semangat pada Sinta sahabatnya


"iya ka do'ain ya aku bisa merubah keputusan dhani " ucap Sinta memegang tangan Tia


"iya sayang.... " Tia memeluk Sinta , sinta tersenyum Dan bergegas menuju tempta yang di janjikan , namun ketika akan keluar loker terdengar dering ponsel , dilihatnya ternyata vian


"apa lagi sih" gumam sinta kesal,


"kenapa ta? " tanya Tia melihat raut wajah sahabatnya yang berubah muram


"vian telfon ka" jawabnya menunjukan ponsel yang ia pegang


"angkat... " perintah Tia


Sinta segara mengangkat telfon vian,


"hallo " sapa Sinta


"sayang, kamu dimana? pulang jam berapa, aku jemput ya? " pinta vian, Sinta bingung harus jawab apa, dia ada janji akan bertemu dhani sore ini, tapi vian meminta untuk menjemputnya


"gak usah, aku mau jalan sama ka Tia " jawab nya berbohong, sinta melirik Tia, Dan Tia hanya tersenyum


"mau kemana? mang aku gak boleh ikut? " tanyanya memaksa, Sinta merasa kesal di lihat jam sudah menunjukan pukul 17.20 dia ingin segera mengakhiri telfonnya


" urusan cewe masa kamu mau ikut " ucapnya


"yaudah kalo gitu, hati hati ya " pesan nya, sepertinya saat ini vian lebih banyak mengalah, dia benar benar ingin menunjukan perubahan sikapnya


"okk bye love u " ucap Sinta dan segera menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari vian,


"maaf ya ka " ucap Sinta pada Tia, karena sudah membawa namanya


"it's Okk gak masalah, paling nanti dia WA aku " jawab Tia tersenyum


"udah sana dhani udah nunggu "perintah Tia, sinta segeral bergegas lari meninggalkan loker, di lihat ponselnya ternyata dhani mengirim pesan

__ADS_1


from : dhani


aku di lobi utama, kamu Jangan ke tempat biasa, nanti kalau sudah di lobby wa aku ya


pesanya 10 menit yang lalu


from : sinta


pak aku di lobby


pesan sinta, tak lama mobil avanza putih menghampiri sinta, di bukalah jendela mobil Dan ternyata itu adalah dhani


" ta masuk" perintah dhani dari dalam mobil , sinta segera masuk Kedalam mobil Dan menutup pintunya


"kok pake mobil, kita mau Kemana? " tanya sinta


"kita ke bogor yuk" ajak dhani, sinta kaget mendengar ajakan dhani


"bogor? itukan lumayan jauh" fikirnya


"ehh iya pak " sinta terkejut


"mau gak? " ajak nya


"boleh" jawab sinta, entahlah antara Senang Dan takut, karena baru pertama kali sinta pergi sejauh itu bersama seorang pria, selama ini sinta hanya keliling kota jakarta aja


"Okk deh, kamu udah makan?" tanya dhani


"belom pak " jawab sinta,


"mau makan dulu atau gimana? " tanyanya, wajah sinta terlihat tegang,dhani memegang tangan sinta, tanganya terasa dingin entah karean ac mobil atau tegang


"kamu gapapa? " tanya dhani, sinta hanya tersenyum Kenapa harus begini keadaannya fikirnya , dia tau ini semua akan berakhir tapi kenapa dhani tetap bersikap lembut.


"aku gapapa kok pak, aku cuman gak bisa ada dalam suasana kaya gini " jelas Sinta


"ta... bisa gak kamu bilang dhani aja, akukan udah gak kerja masa kamu masih bilang pak pak aja " protesnya, untuk kesekian kali dhani merasa keberatan dengan panggilan Sinta

__ADS_1


"iya maaf dhan.... " ucap Sinta tersenyum


"ta, vian tau kamu jalan sama aku" tanya dhani, untuk pertama kalinya dia menanyakan vian disaat sedang bersama


"gak, tadi aku bilang aku mau jalan sama Tia " jelas sinta, dhani tersenyum kecil


"mulai bohong kamu, nakal ya " ledek dhani sambil mencubit hidung Sinta


"sekali kali dhan, demi bisa jalan sama kamu" jawabnya lirih dhani memandang sinta, dia tau fikiran sinta saat ini sedang kacau, begitupun dengan nya, dia hanya berpura pura santai di depan sinta,


"ta, butuh Sandaran? " tanya dhani, menepuk bahunya


sinta mengangguk Dan segera menyandarkan kepalanya di bahu sebelah kiri dhani, terasa begitu nyaman sesekali tangan dhani mengusap pipi sinta Dan memberi kecupan di kepala sinta


"rasa nya seperti mimpi dhan" ucap sinta, pandangannya terfokus pada jalan namun fikirannya hanya ada dhani


"iya ta, kenapa aku harus ketemu kamu setelah vian? " tanya dhani, mobil masih terus melaju, jalanan cukup padat sesekali Laju mobil nya terhenti karna macet


"sudah takdir pak" jawab sinta, posisi sinta kasih tetap bersandar pada bahunya kiri dhani, tangan nya menggenggam tangan kiri dhani karna tangan kanan dhani fokus pada stir


"tuhkan pak lagi " protes dhani


"iya maaf dhan heheh" jawab Sinta, suasana mobil begitu sepi sehingga Sinta memutuskan untuk mendengarkan musik dari ponselnya yang di sambungkan pada audio mobil dhani,


Sinta memutar lagu Marcel yang berjudul tak bisa mendua


"ngena banget lagunya " ujar dhani,


"iya dhan, melow banget ya kita hehe" ucap Sinta,tertawa baginya ini sangat aneh, mereka saling mencintai tapi tak bisa bersama, bukan masalah perbedaan ataupun restu tapi karna ada orang lain yang lebih dulu


"makanya kita jangan melow, kita nikmati aja ta, cinta tak harus memiliki " jelasnya , Sinta merasa tidak setuju, baginya cinta itu ya bersama


"buat aku cinta itu harus bersama " pungkas Sinta, dhani terdiam mendengar ucapan Sinta, yah itupun yang dia mau, bersama.... tapi itu tak mungkin tak akan adil untuk vian jika dia memaksakan bersama Sinta


"maaf ya, seandainya aku bisa, " ucap dhani, dia mencium tangan Sinta, dan mengecup kepalanya


"aku cuman berharap, kita bisa bersama dhan, ini tuh lucu banget dewh, aku tau kamu cinta aku begitupun kamu tapi kita gak bisa saling bersama, padahal masalahnya simple aku bersama vian yang hanya kekasih, kita bisa putus, aku bisa jelaskan pada vian aku mencintai kamu dhan, mungkin ya itu gak adil untuk vian tapi itu sesaat, vian akan move on setelah itu dan dia akan baik2 saja " Sinta merasa geram dengan situasi seperti ini, dhani melihat wajah Sinta yang sedikit emosi, tangannya terlihat menunjukan rasa kesal, baru kali ini dhani melihat Sinta seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2