My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 9 malam panjang


__ADS_3

tepat pukul 10 Sinta bergegas menuju tempat yang di janjikan dhani siang itu, terlihat dhani sedang duduk di salah satu kursi yang di sediakan mall untuk menunggu valey,


"malam Pak, dari tadi" tanyaku


"ehmmm lumayanlah " jawabnya sambil melihat jam tangannya


"udah malem gini mau ngobrol dimana? " tanya dhani


"enaknya dimana ya pak? " tanya Sinta sambil berfikir


"kamu udah makan? " tanya dhani


"belum, tapi udah malem ahh aku gak makan malam" jawabnya sambil tersenyum


"kenapa? takut gemuk?" ledek dhani


"hehhehehe" Sinta hanya tersenyum dan mengangguk


" kamu tuh kurus harusnya makan yang banyak " ucapnya, sambil memegang kepala Sinta


"ihh bapak apaan sih" kata Sinta sambil tersipu malu


"yaudah yok ikut saya " ajak dhani sambil menggandeng tangan Sinta, untuk kesekian kalinya hati Sinta berdebar, genggaman tangan dhani seolah mengalirkan aliran cinta yang luar biasa sehingga membuat Sinta tak berdaya pada hatinya.


mereka berjalan menuju parkiran motor


"nih pake " suruh dhani, sambil memberikan helm pada Sinta


"loh kita mau kemana? " tanya Sinta bingung


"udah ikut aja" ucapnya


"nih..... " dhani membuka jaketnya, dan memberikan pada Sinta


" lah bapak gimana? " tanya Sinta


"udah kamu pake aja, angin malam gak bagus buat cewek " ucapnya,


"hmmmm" Sinta hanya berfikir memang kalau buat cowok angin malam bagus?

__ADS_1


"alasannya tidak bermutu " ledek nya dalam hati,


Sinta memakai jaket yang di berikan dhani, jaketnya begitu harum, sinta merasa sedang ada di pelukannya


"okk udah siap? " tanya dhani sambil menyalakan mesin motornya


"udah pak " jawab Sinta, dan segera menaiki motor dhani, Sinta merasa canggung entah apa yang harus di pegang , akhirnya dia hanya memegang ujung kemeja dhani


"naik motor kok gitu" terdengar suara dhani


"maksud nya pak? " tanya sinta bingung


dhani langsung menarik tangan sinta, sehingga posisinya sinta memeluk tubuh dhani Dan tubuh sinta menempel pada punggung dhani


"deg deg deg" detak jantung sinta mulai ber detak cepat,


"ihh bapak... " ucap sinta malu,


"lagian kamu, emangnya saya tukang ojek masa baju saya yang di pegang " ledeknya


"iya iya " sahut sinta , sinta mulai melingkarkan tangannya di pinggang dhani, namun masih ada jarak


melihat Sinta yang masih malu-malu dhani mulai memainkan gas motor


"saya mau ngebut kamu pegangan yang kenceng " suruh dhani sambil tersenyum


"iya tapi jangan ngebut-ngebut" sahut Sinta


"1 2 3 " dhani mulai menancapkan gasnya, Sinta yang terlihat takut semakin memeluk erat tubuh dhani, sehingga tubuh Sinta berada tanpa jarak di punggung dhani, ada kenyamanan yang Sinta rasakan, wangi tubuh dhani membuatnya semakin ingin terus memeluk dhani, sedang dhani merasa sangat senang berhasil membuat Sinta berada di dekapannya.


"pak... " suara Sinta lirih


" hmmmm" jawab dhani


"jangan berhenti, habiskan malam ini sambil keliling" pinta Sinta


dhani tidak menjawab hanya tersenyum dan mengelus tangan Sinta dengan tangan kirinya,


Sinta tak ingin malam ini berlalu

__ADS_1


"pak " panggil Sinta


"iya Sinta" jawab dhani


"bapak butuh penjelasan aku kemarin? " tanya Sinta


"sepertinya sudah tidak perlu " jawabnya


"terus? " tanya Sinta


"terus apa? " sahut dhani


" yah kita? " tanya Sinta, Sinta ingin menanyakan hubungan mereka ini apa? tapi Sinta merasa malu


"maksudnya? " tanya dhani bingung


"boleh aku sayang sama bapak" ucap Sinta, hati dhani mulai berdetak, di satu sisi dia senang dan ingin membalas cintanya, tapi disisi lain ada pria yang mencintai sinta mungkin lebih dari cinta nya pada sinta


"saya disini sama kamu malam ini, biar lah seperti ini ta," jawab dhani


"maksud bapak? " tanya sinta, saat ini sinta yang bingung dengan perkataan dhani


"yah saya bahagia ada di samping kamu, semoga begitupun dengan kamu, tapi tak akan ada hubungan yang terjalin di antara kita" jelas nya terdengar sangat hati-hati


"pakkkk" suara sinta lirih, sinta sadar ada vian disana yang mencintainya, diapun tak mngkin melepaskan vian begitu saja, karna vian bisa berbuat nekat jika sinta memutuskan hubungan mereka


" sudah malam ini kita nikmati berdua, kita keliling jakarta ya " ajak dhani, sinta merasa semakin berat untuk kembali pada vian, hati nya sudah terbagi, tak ada cinta utuh lagi vian


"ayok... " jawab Sinta senang, Sinta merasa tidak akan memikirkan apapun saat ini dia hanya ingin berdua dengan dhani


mereke menelusuri jalanan jakarta di malam hari, lampu -lampu gedung dan jalanan menghiasi kota jakarta, begitu indah kota ini di malam hari, berbeda jika di siang hari, jalanan akan di penuhin dengan banyaknya kendaraan, belum lagi asap knalpot dan suara bising membuat jakarta semakin semrawut, Sinta sangat senang menikmati malam ini, ia berteriak melepas beban dan penatnya


"Aaaaa Aaaaa aa" teriak sinta sambil mengangkat media tangan nya, merasakan terpaan angin


"kamu suka ta? " tanya dhani yang senang melihat sikap sinta


"suka banget pak " teriak sinta, dhani memacu kendaraannya lebih cepat, Dan ber teriak bersama mereka bake anak kecil yang baru saja di ajak bermain.


"ta, kamu laper gak? tanya dhani

__ADS_1


" lumayan pak heheh" jawab sinta


"makan yu, saya tau angkringan yang enak dideket sini" ajak dhani, sintapun mengangguk yang beararti dia setuju, akhirnya mereka menuju tempat yang di tuu untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar.


__ADS_2