
sinta mendorong tubuh dhani hingga berada di sampingnya, tangannya berada di pundaknya sedang kaki sinta berada di atas kaki dhani, posisi mereka sangat dekat dhani memandangi wajah sinta , sinta tersenyum dilihat wajah dhani yang sesekali mengecup kening sinta, dia merasa bahagia meski dia tau setelah ini dhani akan pergi
"ta... " suara dhani lirih memanggil mama sinta sambil terus mengelus rambutnya
"hmmmmm" jawab sinta, dia sedang menikmati kenyamanan berada di dekapan dhani
"apa yang kamu rasain saat ini? " tanya dhani
"bahagia, nyaman tapi sedih " jawabnya
"kalo kamu dhan? " sinta balik bertanya
"aku bahagia Dan menyesal " jawabnya membuat sinta langsung mengarahkan pandangannya ke wajah dhani
"kok menyesal? " tanyanya
"menyesal kenapa aku baru ketemu kamu, menyesal kenapa aku harus melepaskan kamu, menyesal karna kamu milik orang lain " jawabnya, membuat hati sinta tertegun
" semua Sudah di takdirkan dhan, tapi sebenernya kita masih bisa begini terus, aku akan coba bicara pada vian, Dan aku yakin vian akan mengerti " paksa sinta meyakinkan dhani bahwa tidak akan ada yang tersakiti jika mereka bersama
"mungkin akan terlihat mudah ta, tapi aku tau vian menyayangimu lebih dari apapun Dan itu yang membuat aku semakin sulit untuk merebutmu darinya, aku tak ingin saat ini posisiku justru menjadi orang yang menyakiti " jelasny, sinta heran mengapa dhani begitu yakin bahwa vian mencintai nya sedalam itu
__ADS_1
"kok kamu bisa tau vian mencintai aku sedalam itu ? " tanya sinta
"yahhh setelah pertemuan kita, sepertinya vian mencari tahu tentang aku, Dan akhirnya dia mencoba menghubungi customer service untuk disambungkan denganku, vian mengajakku bertemu, Dan kami bicara sebagai seorang laki-laki, vian sangat menyayangi kamu ta, disitu aku merasa marah Dan tak terima pada keadaan, tapi aku tak bisa apa-apa lagi, vian lah yang lebih dulu singgah di hatimu, aku tak mau menyakiti hatinya tapi akupun tak mau kehilangan kamu, maaf aku memang egois tapi biarlah ada kenangan antara kita yang bisa aku kenang" jelasnya panjang lebar, sinta hanya bisa terdiam Dan menangis hatinya teriris dia tau tak seharusnya dia mencintai dhani,
"ta.... aku tau hati kamu pasti terluka,, begitupun dengan aku, setelah sekian lama mengobati rasa lukaku sampai akhirnya aku bertemu dengannmu, jatuh hati padamu Dan berharap bisa memilikimu tapi ternyata aku masih harus terluka " ucapnya sambil memeluk erat sinta yang masih menangis
"dhan apa kita masih bisa bertemu? " tanya sinta
"entahlah ta, apa aku sanggup melihatmu dengan vian? " dhani balik bertanya meyakinkan hatinya
"pasti ini akan sulit buat aku ta " tambahnya
"dhan aku gak mau malam berlalu begitu cepat, aku gak mau memejamkan mata, aku ingin slalu terjaga malam ini" pinta sinta
"aku akan temani kamu malam ini " tambahnya mengecup kening sinta,
"aku gak mau dhan, besok aku ijin aja " jawabnya mereka masih dengan posisi saling berpelukan dhani sangat menjaga sinta, tidak ada tindakan yang membuat sinta khawatir akan hal yang tak diinginkan
"dasar.... bolos mulu ih" kata dhani mencubit pipi sinta, sinta tersenyum matanya sembab karna terlalu banyak menangis, sesekali ia menguap rasa kantuk mulai ia rasakan, namun ia tetap berusaha untuk terjaga
"kalo ngantuk Bobo ta " suruh dhani,
__ADS_1
"gak mau " jawab sinta sambil menggelengkan kepalanya, dhani hanya tersenyum Dan mendekap sinta, membelai lembut rambutnya hingga sinta terlarut dalam tidurnya, dhani memandangi wajah sinta yang mulai terlelap, ia belai lembut wajahnya
"ta aku mencintai kamu lebih dari apapun, maaf bukan aku tak ingin bersamamu, vian lebih berhak memilikimu " ucap dhani dengan Nada lembut agar tak membangunkan sinta
"kenapa aku harus bertemu kamu sih ta " tambahnya,
"tapi gak papa ta setidaknya aku bisa merasakan cinta laggi setelah sekian lama " jawabnya menangkis pertanyaanya sendiri
"malam ini aku akan tidur bersamamu ta,maaf jika sikapku ini egois aku tak bisa mengelak rasa ini " ucapnya, memeluk sinta dengan erat menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, dhani tak berani berbuat yang tidak tidak dia hanya mendekap sinta dalam tidurnya, hingga iapun mulai terlelap.
waktu menunjukan pukul 06.00 pagi terdengarr suara kokok ayam, bi inah Dan mang andi Sudah ada Sejak jam 05.30 tadi, melihat ke kamar atas Dan ternyata kamar sinta kosong, lalu dia melihat kamar dhani tertutup
"sepertinya mereka tidur berdua" ucap bi inah pada mang andi , mereka saling berpandangan ada rasa khawatir dalam hati mereka
"mas dhani gak mungkin melakukan hal yang tidak tidak " kata mang andi menepuk pundak bi inah
"tapi mereka Satu kamar " sahut bi inah
"udah biarlah itu jadi urusan mereka, nanti coba aku tanya mas dhani, kamu siapin sarapan keberu mereka bangun " perintah mang andi pada istrinya itu
'iya deh, aku takut aja nanti kalo terjadi apa-apa Sama mereka kita yang disalahkan tante silvi"
__ADS_1
"udah tenang aja, saya percaya Sama mas dhani " ucap mang andi meyakinkan bi inah, bi inah segera bergegas menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan, mang andi kembali membersihkan rumah Dan halamanya.