
"terkadang kita tidak bisa memaksakan keinginan kita ta" ucap dhani
"tapi apa harus seperti itu? " tanya Sinta, dia masih berharap dhani tidak resign dan meninggalkannya, karna ini akan berat buat Sinta, hatinya baru saja berbunga-bunga
"yah... maaf ya ta, mungkin aku egois, tapi setidaknya aku ingin ada kenangan bersama kamu"jelas dhani.
" yasudah jangan ada air mata malam ini, jangan ada kesedihan lagi, aku mau kita disini sampai pagi " pinta Sinta sambil memasang wajah ceria, dhani hanya tersenyum melihat sikap Sinta yang sok tegar
"okk hari ini kita jalan-jalan sampai pagi.... " teriak dhani
"terus kita mau kemana? " tanya Sinta
"ayok ikut aku " ajak dhani sambil menarik tangan Sinta menuju motornya
''kita keliling jakarta " ucap dhani, motor mulai dinyalakan Sinta dengan erat memeluk dhani disandarkan tubuhnya di pundak dhani
"Tuhan tolong jangan biarkan malam ini berlalu begitu cepat" do'anya dalam hati, meski sakit tapi Sinta tau tak mungkin memaksakan kehendaknya
"makasi yah pak, aku seneng banget malam ini, meski setelah ini, aku harus rela bapak jauh dari aku" ucap Sinta
"aku yang harus bilang makasi ta, kamu sudah mengisi hari-hariku yang begitu monoton hehee, yah kerja kerja kerja, semenjak kenal kamu aku happy banget ta " ucap dhani sambil mengelus tangan Sinta,
mereka menikmati malam sampai tak terasa waktu menunjukan pukul 4 pagi
tidak merasa kantuk ataupun lelah hari ini, mereka benar-benar memanfaatkan waktu bersamanya,
"sudah pagi ta, pulang yuk, masuk apa kamu hari ini" ajak dhani yang melihat Sinta begitu nyaman mendekap tubuh dhani
" aku gak mau pulang pak " pinta Sinta, padahal matanya sudah mulai mengantuk
"aku gak mau, sampai kosan aku pasti tidur pas bangun aku sadar bapak bakal ninggalin aku " lanjut Sinta
" tapi kamu udah ngantuk itu " ucap dhani, sambil memberhentikan laju motornya
__ADS_1
"kok berhenti? " tanya Sinta ,
"aku mau mandangin wajah kamu dulu " ledek dhani melihat Sinta yang mulai terkantuk-kantuk , belum lagi matanya agak sedikit bengkak karna kebanyakan menangis
"aku anter kamu pulang ya ta" ajak dhani
"aku gak mau pulang pak" rengek Sinta seperti anak kecil
" ayolah kan aku juga harus kerja " rayu dhani
"okk lah tapi bapak masih kerjakan seminggu kedepan? " tanya Sinta, dia belum siap jika harus kehilangan dhani
" iya sayang " ucap dhani, sambil mencium kening Sinta
" yasudah pak kita pulang " lanjut Sinta menyerah dengan keadaan
motor kembali melaju kearah kosan Sinta, jalanan masih cukup sepi hanya beberapa kendaraan saja yang lewat,sepanjang perjalanan Sinta tertidur di punggung dhani, sesekali dhani meliha Sinta dari spion
"aku ingin kamu seperti ini terus ta" gumam dhani dalam hatinya,
"ta bangun sudah sampai " ucap dhani membangunkan sinta yang tertidur
"kok sampe pa? " tanya sinta,
"lah memang sudah sampai sayang" jawab dhani, sintapun tersenyum melihat wajah dhani yang sedikit kelelahan
" masuk dulu ya pak " ajak sinta
"gak enak ta, masih pagi nanti disangkanya kita abis ngapa-ngapain lagi, jam segini kamu baru pulang bareng laki-laki " tolak dhani,
"yasudah kalo gitu, aku hari ini masuk siang bapak masuk jam berapa? " tanya Sinta sambil turun dari motor dhani
" sepertinya agak siang juga, aku ngantuk mau tidur dulu " jawabnya, memang mukanya terlihat lelah terlebih perjalanan pulang dhani harus menyeimbangkan motornya, karena takk ingin membangunkan Sinta yang tertidur
__ADS_1
"okk met istirahat ya pak " ucap Sinta sambil memeluk dhani,
"okk kamu juga " balas dhani
"bye.... " ucap Sinta sambil melambaikan tangannya,
"bye istirahat jangan lupa " pesan dhani, iapun melaju meninggalkan Sinta yang masih berdiri di depan pagar kosan, air mata Sinta kembali menetes
"mengapa kebahagiaan ini hanya sesaat " gumamnya, dia melangkahkan kaki membuka pintu pagar, dan bergegas masuk ke kamarnya,
disebabkan badanya di kasur yang sangat nyaman.
"pak dhani kenapa harus seperti ini sih" teriak Sinta
tak llama terlihat pesan masuk di ponsel Sinta, dia lihat panggilan tak terjawab ada 38 dari vian, pesan vian pun sudah ada 100 lebih, tapi ia acuhkan,(selama malam itu, Sinta men silent ponselnya) ia hanya membuka pesan dari dhani yang mengabarkan sudah sampai, dan dia ingin istirahat, setelah membalas pesan dari dhani Sinta menaruh ponsel di samping bantalnya, tak lama dering ponsel Sinta terdengar di lihat ternyata vian, sebenarnya ia tak ingin mengangkat telfonnya tapi vian akan terus menelfon
"haloo" sapa Sinta dengan suara lemah
"kamu dari mana aja sih, SMS whatsapp telfon gak kamu bales " tanyanya dengan nada yang tinggi
"pulang kerja aku langsung tidur, cape banget maaf " jelas Sinta, berbohong pada vian
"memangnya kamu gak bisa whatsapp aku dulu, aku juga telfon Tia, tapi kata tia kamu masuk siang " ucap vian
"iya aku pulang jam 10, terus sampe kosan aku tidur hp aku silent jadi gak kedengeran " jelas sinta
"kenapa sih akhir-akhir ini kamu selalu bersikap seperti itu sama aku? kamu jarang wa aku atau telfon aku, selalu aku duluan, kamu juga gak per nah nanya in kabarin aku gimana, lagi apa ? " tanya vian dengan Nada penuh marah Dan kecewa
"bisa gak pagi- lagi gak usah bahas ini? " balas sinta,
"Okk fine, besok aku ke kosan kamu ya " pinta vian,
"yasudah ke kosan aja, besok aku pulang sore "jelasnya dengan nada yang malas
__ADS_1
" yaudah aku mau berangkat kerja ya " pamit vian pada Sinta
"okk hati-hati"pesan Sinta, pada vian Setelah menutup telfonnya Sinta memejamkan matanya, seharian dia tidak tidur, dia merasa sangat ngantuk, sambil membayangkan malam tadi akhirnya Sinta pun terlelap.