
vian menarik tubuh sinta hingga terjatuh di atas ranjangnya, dia kembali melumat bibir sinta,membuka setiap kancing di baju sinta hingga terlepas, vian mencumbu leher sinta, sehingga meninggalkan tanda merah sintapun sangat menikmati cumbuan vian, dirinya hanyut dalam setiap kenikmatan yang vian berikan
"kamu sudah siap sayang" ucap vian, sambil terus mencumbui bagian dada sinta, sinta hanya mengangguk terdengar desahan nafas sinta, sehingga membuat vian semakin ingin menikmati bagian demi bagian tubuhnya.
vian melepaskan celananya, bersiap untuk memberikan kepuasan birahinya pada sinta, begitu juga dengan sinta, sekarang ia hanya menggunakan dalaman yang menutupi bagian intim nya
"sayang aku masukin perlahan, kamu tahan ya" ucap vian
sinta kembali menganggukan kepalanya, vianpun segera memuaskan sinta, sinta terlihat sangat menikmati, terbukti dengan desahannya yang semakin keras, mereka benar benar menikmati malam pertama mereka,
"aghhhhh" terdengar suara vian menandakan ia telah mengeluarkan seluruh nafsunya .
tak lama sintapun demikian, mereka terkapar lemah keringat bercucuran padahal ruangan sangat dingin . vian mengecup lembut kening sinta
"makasi ya sayang " ucapnya, sinta hanya tersenyum, ia segera mengambil selimut menutupi tubuhnya yang sudah tidak menggunakan pakaian, wajahnya memerah malu,
"mandi yuk? " ajak vian, sinta mengangguk pertanda setuju
vian segera mengangkat tubuh sinta, yang masih Terasa lemas
"vian ihhh... " ucap sinta, ketika vian menggendong nya ke kamar mandi
"kamu pasti cape kan? " tanyanya, meski sinta hanya mengikuti setiap serangan yang vian berikan, tapi tubuhnya tetap merasa lelah.
vian segera menurunkan sinta di sebuah bath up, ia menyalakan air hangat sehinggat tubuh sinta tidak kedinginan, vianpun segera memasuki bath up Dan duduk di belakang sinta, mereka saling berpelukan sambil menikmati hangat nya air dalam bathup,
"hari ini kamu milikku ta" ucap vian, bibirnya terus mencium leher sinta
"iya yan, aku seneng bisa sama kamu malam ini" ucap sinta, vian tersenyum bahagia mendengar ucapan sinta,
__ADS_1
mereka menikmati malam dengan berendam air hangat,setelah di rasa cukup mereka segera mengeringkan tubuh mereka.
malam pertama vian Dan sinta tidur satu ranjang, tak ada rasa kantuk yang mereka rasakan, vian terus menerus membelai rambut sinta, memandangi wajah sinta, tak menyangka sinta kini menjadi istrinya.. sinta terus tersenyum merasakan setiap belaian yang di berikan vian,
"malam ini kamu cantik sayang " puji vian , kata-kata itu membuat sinta teringat dhani, dulu dhanipun pernah mengatakkan hal yang sama, sinta sesaat terdiam.
"ta.... " panggil vian
"iya yang" Jawab sinta
"kamu gak papa? " tanya vian
"gak papa kok...." jawab sinta
"aku cuman ngantuk, kita tidur yuk " ajak sinta mengalihkan pembicaraan, hatinya tiba-tiba kacau, terlintas rasa rindu untuk dhani
"kenapa harus inget dia sih " gumam sinta sambil memejamkan mata, vian melihat ada gerak gerik sinta yang aneh, membuat vian tak nyaman
"ta.... " panggil vian
"maaf ya, kamu pasti capek banget ya " ucap vian
"gak kok sayang, aku menikmati malam ini " hibur sinta, ada perasaan bersalah ketika dia memikirkan dhani lagi,
"kamu yakin? " tanya vian ragu
"yakin sayang, yuk Bobo " ajak sinta sambil memeluk tubuhnya vian , entah mengapa tiba-tiba dadanya terasa sesak, rindu itu terasa kuat. sinta berusaha tertidur di dekapan vian, namun rasanya sulit semakin dia berusaha membuang dhani, semakin kuat bayangannya , dia llihat wajah vian yang mulai tertidur
"maafin aku yan " ucapnya lirih, air matanya terjatuh sinta merasa begitu jahat.
__ADS_1
di belai wajah vian yang lebih dulu tertidur , ia kecup keningnya, Dan dengan perlahan meninggalkan kasur untum pergi ke balkon, waktu menunjukan pukul 01.30 dini hari, tapi sinta masih belum merasa mengantuk, hembusan angin membuat rasa rindu semakin dalam akhirnya ia memutuskan untuk mengirim persan pada dhani
from sinta
"dhan kamu udah tidur? "
dhani yang saat itu sedang merasakan rindu yang sama kaget melihat pesan singkat Dr sinta
from dhani
"belum ta"
sinta terkejut ternyata dhani membalas pesannya,
from sinta
"rindu "
1 kata yang membuat dhani bingung harus berkata apa , di malam pertamanya sinta malah merindukan dirinya
seandainya boleh jujur, saat ini dhanipun sangat merindukan sinta , tapi dhani tau perasaanya salah, Dan sinta tak boleh merasakan hal yang sama
from dhani
" tidur peluk suami kamu, aku sudah mau tidur"
balasan dhani membuat sinta sesak, ia melihat kearah vian yang tertidur pulas,
"seandainya bisa membuang rasa ini dengan mudah dhan " gumam sinta sambil memeluk ponselnya.
__ADS_1
sinta segera masuk Dan menutup pintu balkon, ia menghapus semu pesan untuk dhani, Dan meletakan ponsel di meja, kemudian dia mencoba tidur di samping vian.