My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 69 persidangan yang alot


__ADS_3

Berbeda dengan hubungan Vira dan Dhani, yang memutuskan berpisah dengan baik-baik demi anaknya, Sinta dan Vian justru terus berselisih , Sinta sudah mengajukan Surat perceraianya, dan di persidangan pertama justru Vian tidak datang, dengan alasan bekerja, selama proses persidangan anak-anak sinta tinggal bersama sinta, dan harus pindah sekolah ke Bandung.


Persidangan sinta dan Vian cukup alot banyak gugatan yang di ajukan oleh dua belah pihak, terutama pada hak asuh anak, Vian menggugat hak asuh anak harus jatuh kepadanya, dengan alasan Pihak sinta sudah berselingkuh yang menyebabkan Rumah tangganya berantakan, Sedang Sinta juga tak ingin kalah dalam hak asuh anak, dia pun punya alasan kuat karena menurut pasal yang Ada anak di bawah 12 tahun hak asuh jatuh kepada ibunya.


sudah 4 bulan berlangsung namun persidangan masih terus berjalan, karena Vian justru seolah mengulur-ngulur waktu dengan tidak hadir dalam persidangan. seperti di sidang lanjutan Saat ini, mengenai hak asuh anak dan harta gono gini, lagi-lagi Vian hanya di wakili oleh kuasa hukumnya, Ada rasa lelah dalam diri sinta, harusnya persidangan mereka sudah masuk pada putusan Hakim, namun Sinta masih harus bersabar untuk tetap melanjutkan persidangannya.


Di lain tempat Dhanipun sedang mengurus proses perceraiannya beruntung Dhani dan Vira lebih koorperatif, hingga persidangan mereka lebih dulu ketuk Palu. Dhani sudah resmi menyandang status Duda dengan memberikan hak asuh anaknya Pada Vira, tentang harta gono gini Dhani memberikan rumah beserta isinya pada Vira.


************


Setelah proses persidangannya kemarin selesai, Dhani memutuskan untuk tidak pulang ke Jakarta, ia memilih tetap di Bandung sambil bekerja melalui online, ia berjanji pada Vira akan mengenalkan sinta hari ini.


Dhanipun bergegas menuju rumah Vira untuk menjeput Vira dan putrinya, sedang Sinta berangkat menggunakan taxi online tanpa membawa kedua anaknya. Untuk pertama Kali dia akan menemui mantan istri laki-laki yang ia cintai, dia sadar Karna dirinya rumah tangga Vira dan Dhani harus berakhir, entah dengan Cara apa dia meminta maaf pada Vira dan putrinya.


Sepanjang Jalan sinta merasa gugup ia membayangkan Vira akan bersikap dingin padanya, atau bahkan dia akan membentak dan mencaci makinya


"aku harus terima, apapun yang akan Vira lakukan padaku" gumamnya dalam hati " ini salahku, apa aku bisa menatap wajah Vira, membayangkan tatapan sinisnya, atau... " hatinya terus bertanya - Tanya, tanpa sadar ia menggelengkan kepala sambil menutup matanya, hingga mengalihkan pandangan sang driver yang memperhatikan nya Dari kaca.


Sinta sudah sampai di mall yang mereka pilih, namun Dhani dan Vira masih belum datang, karena memang jaraknya lebih dekat Dari kediaman sinta, sesuai pesan Dhani mereka bersepakat untuk bertemu di restaurant jepang


yang berada di mall tersebut. Karena sinta yang lebih dulu sampai, ia segera memilih meja yang kira-kira nyaman untuk mereka berbincang, dan pilihannya jatuh pada meja yang terletak di ujung dengan sofa dan meja yang lebih luas. Sinta meninggi kurang lebih 15 menit hingga Dhani dan Vira datang.


Dhani dan Vira segera menghampiri meja dan sudah ada sinta disana.

__ADS_1


"Hai.... Vira" Vira mengulurkan tangannya pada Sinta, dan sinta membalas uluran tangan Vira dengan membalas menyebut namanya, ia begitu kaget dengan sikap Vira, ternyata Vira jauh lebih ramah Dari yang ia fikirkan.


"Ayo duduk.... " suruh sinta, merekapun duduk dalam Satu meja, Sinta dan Vira duduk bersampingan, sedang Dhani duduk di hadapan kedua wanita yang pernah menghiasi hatinya.


"udah Lama sampai nya? maaf ya telat, tadi jalanan macet" ucap Vira dengan senyum yang tak lepas Dari bibirnya,


"gak kok... aku juga baru dateng" jawab sinta, tak kalah ramah...


"sini kia sama aku" pinta Dhani pada Vira, Virapun memberikan Kia .


"Cantik banget, berapa bulan? " Tanya sinta, sungguh hatinya tersayat melihat bayi kecil di hadapannya


"Lima bulan Jalan enam" jawab Vira, Vira terlihat begitu biasa-biasa saja, tak Ada amarah di wajahnya, seperti yang sinta bayangkan di perjalanan tadi,


"hey... syut syuttt jangan nangis, kenapa kamu harus minta maaf" ucap Vira yang sedikit terkejut Saat sinta dengan tiba-tiba merangkulnya


"aku Salah vir, harusnya hubungan kalian tetap harmonis, maafin aku, harusnya Saat itu aku gak maksain untuk ketemu Dhani" ucapnya sambil terus menangis


"kamu gak Salah ta, aku sudah tau lama kalau Dhani masih mencintai kamu, awalnya memang berat, tapi aku gak bisa hidup dengan suami yang masih menyimpan cinta untuk orang lain" jelas Vira sambil memegang kedua pundak sinta


"aku gak tau harus bilang apa sama kamu, aku merasa sangat bersalah, aku wanita jahat... jahat banget" ucap Sinta, Dhani yang melihat sinta menangis justru malah meninggalkan mereka berdua sambil menggendong putri nya, ia memberikan waktu untuk dua wanitanya berbicara


"sudah dong jangan merasa bersalah seperti itu, aku benar-benar sudah ikhlas melepas Dhani, rasa sakit aku tak sebanding dengan penderitaanmu ta, memendam rasa 10 tahun itu gak mudah loh! jadi berhenti menyalahkan diri kamu sendiri ya" ucap Vira

__ADS_1


"aku sangat mencintai Dhani, sulit aku menjelaskan kenapa rasa sayangku begitu besar untuknya, meski aku sudah menikah, aku selalu berdoa untuk bisa bertemu dengannya, aku tak perduli jika memang itu Salah, tapi aku sama sekali tak pernah berfikir akan seperti ini, doaku justru menghancurkan hubungan kalian, aku menyesal" Sinta tak mampu menatap wajah Vira, penyesalannya begitu dalam berjuta kata maaf tak cukup baginya untuk bisa menebus kesalahannya.


"aku tau, karena itu aku melepaskan Dhani, karena aku yakin, aku memberikan Dhani pada orang yang tepat, tolong cintai dia, jangan pernah berubah, aku memang mencintainya, tapi membiarkan dia bahagia bersama orang yang dia cintai itu lebih membuatku lega, tolong anggaplah kia anakmu karena jika suatu Saat kamu menikah dengan Dhani kia Akan sesekali tinggal sama kamu" Ucap Vira, iapun tak tahan menahan tangis, akhirnya airmatanyapun jatuh, meski rasanya sakit taping setidaknya dia lega, membiarkan pujaan hatinya bersama orang yang tepat


"udah dong nangis-nangisannya, kita makan ya... " tiba-tiba suara Dhani terdengar Dari samping Vira, rupanya dia sudah memesan beberapa makanan Dan minuman. merekapun menyantap makanan yang sudah di pesan oleh Dhani, beberapa Kali Sinta menggendong kia, membawanya keluar restaurant hanya untuk berjalan-jalan. Dia berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu saat dia menikah dengan Dhani dia Akan memberikan kasih sayangnya untuk kia, sebagai penebus kesalahannya.


Sudah 2 jam meraka berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang tersedia, dan Vira memutuskan untuk lebih dulu pulang karena Ada urusan, Sinta menyuruh Dhani untuk mengantarkan Vira pulang, tapi Vira menolak, dengan alasan dia akan menemui temannya yang jaraknya tak terlalu jauh Dari mall, dengan berat hating Dhani membiarkan Vira Dan putrinya untuk pulang menggunakan taxi online


"maaf ya, aku gak bisa lama-lama" ucap Vira penuh penyesalan


"kamu yakin pulang sendiri? " Tanya Dhani


"iya, aku pulang sendiri aja, kamu gak usah khawatir" jawab Vira


"Vira... Jangan benci aku, aku sayang kamu Dan kia " sinta kembali memeluk Vira, Dan mencium putri kecilnya


"aku gak Akan pernah membenci kamu kok ta... ! " ucap Vira membalas pelukan sinta meski terhalang Kia yang berada dalam gendongan Vira


"yaudah kamu hati-hati, salam untuk mamah papah ya... "


"sayang, jangan rewel ya, besok ayah kerja dulu, minggu depan kita ketemu lagi, jaga ibu ya... " ucap Dhani sambil mencium putri kecilnya, terlihat jelas wajah Haru pada Mata Dhani, ia masih ingin bersama putri kecilnya...


Virapun segera menaiki Mobil yang sudah berhenti di loby utama mall, sambil melambaikan tangannya pada Dhani Dan sinta...

__ADS_1


__ADS_2