
Selama perjalanan menuju Bandung sinta dan Dhani saling bercerita melupakan semua masalah yang mereka alami, di tambah anak-anak pun sudah bangun dari tidurnya, mereka saling bercanda bak satu keluarga yang bahagia, Novapun mulai dekat dengan Dhani,beberapa Kali Nova tertawa saat Dhani melontarkan beberapa pertanyaan lucu padanya. Sinta sedikit tenang melihat kedua anaknya mulai tertawa dan ceria lagi.
"Makasi ya... " senyum sinta, sambil menyentuh tangan Dhani, Dhanipun membalas senyum sinta, ia mengerti Sinta sangat membutuhkan dukungan darinya, meski saat ini iapun sedang menghadapi masalah yang sama.
waktu menunjukan pukul 15.45 saat mereka tiba di rumah orangtua sinta,
"ta.. aku gak mungkin masukkan?"
"iya pak...sampai sini aja, rumahku udah deket kok, tinggal jalan aja sedikit" jelas sinta
"ohh... Okk, jangan sedih lagi ya....! "
"hmmm iya, pak dhani mau balik ke Jakarta? " tanya sinta
"belum tau, aku mau cari hotel sekitar sini aja, biar aku bisa pantau kamu"
"aku udah gak papa kok pak"
"aku belum tenang ta, udah....aku cuti kok 3 hari Jadi aman"
"yaudah, kalau gitu... aku turun ya"
"Okk.... inget jangan sedih " ucap dhani
"anak-anak, Ayo turun...... " perintah sinta pada kedua anaknya
"Okk mamah.... "
__ADS_1
"Dadah om.... makasi ya " ucap Nova sebelum turun dari Mobil
"Okk cantik sama-sama, mamahnya di jagain ya"
"siappp om" Nova dan aldrichpun segera turun dari Mobil
"sekali lagi makasi ya pak.. " ucap sinta
"iya sama-sama, aku langsung jalan ya! "
"Okk hati-hati"
Mobilpun melaju meninggalkan sinta dan kedua anaknya, senyum sinta kembali merekah, Perlakuan Dhani padanya tak pernah berubah sampai saat ini, cintanya begitu tulus.
"mah Ayo... " ajak Nova yang melihat ibunya masih memandingi Mobil Dhani yang sudah tak terlihat
"assalamualaikum.... " ucap Sinta dan kedua anaknya
"kakek.....!!!!!!! " Nova berlari memeluk lelaki paruh baya, yang sedang duduk di teras sambil memandangi ikan dalam kolam
" Waalaikumsalam.... aghhh cucu kakek., kok gak bilang mau ke rumah kakek? " tanya kakek sambil menggendong Nova
"kakek.....!!!! " teriak Aldrich menyusul, Sintapun segera mencium tangan ayahnya itu.
"Naha gak bila mau kesini? (kok gak bilang mau kesini?) " tanya ayah sinta
"Dadakan pah, si mamah mana? " tanya sinta sambil menaruh tasnya di teras
__ADS_1
"si mamah mah pergi sebentar kok, paling sebentar lagi pulang" jawab ayah sinta
Kedua anak sinta begitu ceria bercanda gurau bersama kakek nya, sedang sinta memilih beristirahat di sebuah kasur yang dulu menjadi Miliknya, Rumah masa kecilnya terasa begitu sepi, karena hanya Ayah dan ibunyalah yang menempati, sedang anak-anak nya yang lain sudah memiliki rumah sendiri, meski jarak rumahnya tak jauh, hanya sintalah yang merantau ke Jakarta.
"Nenek nenek.... " terdengar suara Nova dan Aldrich memanggil neneknya, berarti ibu sinta sudah pulang, sintapun segera turun menuju ruang tamu untuk menemui ibunya.
"mah.... " sinta segera mencium dan memeluk ibunya, dia berusaha menahan kesedihannya saat ini
"kalian bertiga aja? " tanya ibu Sinta,
"iya mah.... " jawab sinta,
"ada masalah? " tanya ibu sinta, memang ibu selalu tau hati anaknya
"sedikit mah.... " jawab sinta
"atuhhh kenapa kamu malah kerumah mamah, terus Vian tau kamu kesini? " Tanya ibu sinta, dan sinta hanya menggelengkan kepala,
"Ayo duduk, cerita sama mamah, biarin anak-anak main sama kakek nya" ajak ibu sinta sambil menarik tangannya dan mengajakknya ke ruang tamu
"ada apa? kalian berantem kenapa? "
"sinta yang Salah mah, sinta ketemu Dhani, dan vian tau, Sinta udah gak kuat mah, vian kasar sama sinta, ... " Sinta mencoba menceritakan masalah dan keingin sinta, untuk pisah dengan vian, air matanya mengalir deras, sang ibu berusaha menenangkan sinta dan menasehatinya untuk bersabar demi anak-anak, namun sepertinya sinta sudah benar-benar tak kuat menghadapi vian yang tempramen, ibu sinta menyarankan untuk membicarakan masalah rumah tangganya bersama vian, hingga semua nya selesai, tak ada yang menggantung hingga menyakiti Satu sama lain, Sinta setuju dan ia segera menghubungi Vian memberitahunya jika ia sedang berada di rumah orangtuanya, awalnya vian sangat Marah namun setelah Ibu sinta yang menenangkan Vian, akhirnya Vian setuju jika besok ia akan ke Bandung menemui sinta dan keluarganya
*****
Makasi yang masih setia membaca karyaku, mohon make jika kata-katanya sedikit rancu masih dalam tahap belajar
__ADS_1