My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 62 aku tak bisa melepaskannya


__ADS_3

Sesuai janjinya, Bastian menemui Dhani di rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya, Bastian dengan lenggang memasuki rumah Dhani yang sedikit terbuka, ia lihat beberapa puntung rokok berserakan, Sepatu, kaos kaki bertebaran di lantai, "ini rumah, apa pembuangan sampah" guman bastian dalam hati.


Mata Bastian terfokus pada tubuh dhani yang terbaring di atas sofa panjang, wajahnya Terlihat begitu lelah, bajunya sangat berantakan, entah pergulatan seperti apa yang sudah ia ikutkan,


Mata Dhani masih tertutup, tidurnya begitu nyenyak, sehingga membuat Bastian mengurungkan niat membangunkannya,


"malang banget nasib lo Dhan!, ternyata orang ganteng kalah sama orang beruntung" ucapnya tersenyum puas, ketika membandingkan kisah cintanya dengan Dhani.


Dhani merasakan ada yang memperhatikannya, ia pun segera membuka mata dan betapa terkejut nya dia kala melihat Bastian sudah berada di sampingnya


"astagfirullaahhhhhhh,!!!! Bastian! gak bisa apa assalamualaikum, permisi gitu, gue fikir tadi lo maling" teriak Dhani kaget melihat ada sesosok orang bertubuh gemuk berada di sampingnya


"gimana lo mau denger gue ngucapin salam, orang lo aja molor !!!! " ucap Bastian sambil menyunggingkan senyumnya


"untung gue, gak jantungan, kalo gue jantungan udah mati gue! " ucapnya mulai hiperbola


"ohhh... gue malah mikir lo udah mati! " ledek Bastian sambil memukul pundak Dhani yang sudah merubah posisinya, menjadi duduk bersebelahan dengan Bastian


"sial lo.... emang yang lo liat ini hantu? "


"hahahah...gak Lucu juga kalau ada berita yang judulnya SEORANG MANAGER SEBUAH MALL BESAR, MATI BUNUH DIRI KARENA CINTA " ledek Bastian sambil tertawa geli, rasanya untuk urusan cinta, tampan bukan menjadi modal utama


"ahhhh.... lo kesini mau Bantu gue, apa mau ngeledek?" Dhani mulai dibuat kesal dengan tingkah sahabatnya itu

__ADS_1


"iye... iye.... ada apa bapak ramadhani memanggil Bastian Raven memui anda" gaya Bastian berubah bak pengawal seorang raja


" ini rumit ternyata Bas.....! gue udah gak mikirin rumah tangga gue, yang gue fikirin sinta, gue gak bisa lepasin dia, gue udah coba... lo tau gak...ternyata Vian itu kasar!, gue nemuin sinta di rumahnya, gue liat mukanya lebam-lebam, lo bayangin gak... gimana perasaan gue, rasanya pengen gue bunuh si Vian saat itu juga,.... !!!! " Dhani bercerita dengan Nada berapi-api, Bastian hanya mengangguk mendengarkan cerita sahabatnya itu


"nahhh terus hubungan Vian sama sinta gimana? " Tanya Bastian


"Vian secara tidak langsung, mau menceraikan sinta tapi.... " Dhani menghentikan ucapnya, ia menundukan wajahnya teringat saat dokter memberitahu bahwa sinta hamil


"nahhh... tapi apa? " bastian cukup penasaran dengan cerita Dhani,


"Sinta hamil.... " ucapnya lemas... ia sandarkan punggungnya pada sandaran sofa, tangannya berkali-kali mengusap wajahnya.


"huft.... " Bastian menarik nafas panjang, kisah cinta Dhani memang sangat rumit


"gak tau gue, terakhir sih dia belum tau, tapi gak tau sekarang udah mungkin"


"bro... udah lupain....! kasian hati lo, lo berhak bahagia bro.... " ucap Bastian sambil menunjuk Dada Dhani


"gak mudah bas, lo inget-inget seberapa lama gue berusaha lupain sinta, apa pernah gue berhasil? 10 tahun bro... masih belum cukup untuk gue buang jauh perasaan gue buat sinta" ucap Dhani


"iya gue inget, tapi mau sampai kapan hubungan kalian begini terus? apa lagi sinta lagi hamil, dan setau gue, orang hamil gak bisa di cerai, kalau pun mereka harus bercerai, tunggu sampai sinta melahirkan "


"nahhh itu yang sulit, papahnya sinta minta gue ninggalin sinta, demi anak-anaknya, tapi kakaknya sinta minta gue jangan pergi, karena sinta depresi, nahh loh, gue harus gimana? " Tanya Dhani membuat Bastianpun ikut bingung

__ADS_1


"aduhhhh..... Drama sekali hidup anda" ucap Bastian sambil tangannya memijit kepalanya yang tak sakit


"otak gue rasanya kaya mau pecah, belum lagi perasaan gue, gue berasa jadi jombi ngambang gak jelas " ucap Dhani sambil meraih rokok yang berada di meja


"udahhhh..... gak usah sefrustasi itu, kasian badan lo, hati lo boleh rusak tapi Akal lo di pake, udah bosen lo hidup? " Bastian merebut batang rokok yang baru akan Dhani nyalakan


"ahhhh lo bas, mulut gue pait... " Dhani mencoba merebutnya kembali tapi gagal


"paitan Mana sama hidup lo, hahahaha!!!! " tawa Bastian terdengar puas


"paitan hidup gue sih hehehe" ucap Dhani, selalu ada tawa saat Dhani bersama Bastian, sahabatnya yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya,


"sekarang gimana? mau lo apa, lo harus bisa ambil keputusan" Tanya Bastian


"gue mau mempertahankan, kalau gue bisa bas, kita liat respon Vian, seandainya Vian masih bersikap arogan dan kasar, gue dengan sangat terpaksa bakal rebut sinta dengan Cara apapun... saat ini gue sedikit menjauh sementara, gue mantau dia Dari kak ini, kakaknya sinta...! menurut lo gimana bas? "


"gue gak bisa banyak nyaranin Dhan, itu menyangkut perasaan, toh gue gak ada di posisi lo, kisah cinta gue datar datar aja, jadi Saran gue lakukan yang terbaik menurut lo, yang bikin lo bahagia udah itu aja" perkataan Bastian membuat Dhani sedikit lega, dia tau sahabatnya itu selalu bisa diandalkan untuk menenangkan hatinya yang galau dan gundah gulana


"lo udah makan? " Tanya Bastian


"belum bas, boro-boro buat makan, mikirin makannya aja gak bisa " jawab Dhani,


"Gila lo, udah sore ini.... ! Cabut yuk cari makan, ! " ajak Bastian, Dhanipun setuju untuk mengikuti ajakan Bastian, setelah Mandi dan menyegarkan tubuhnya, Dhani dan Bastian bergegas mencari makan untuk mengisi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2