
"kenapa ta? " tanya dhani saat melihat sinta begitu tegang setelah melihat ponselnya
"aku lupa, hp aku silent, vian sama ka Tia nelfonin aku dari tadi" jelas sinta
"yaudah cepet telfon balik"suruh dhani
Sinta segera menghubungi vian terlebih dahulu,
**sambungan telfon
" hallo vian..... " suara sinta sedikit gemetar
"kamu dimana?anak-anak Mana? " vian terdengar begitu marah
"aku lagi di toko buku, anak-anak lagi main sama ka Tia " jawab sinta gugup
"turun aku udah disini sama anak-anak, sama Tia " deggg jantung sinta begitu berdekup kencang, wajahnya seketika berubah penuh rasa khawatir
"iy iy aku kesana tunggu" jawab sinta dan langsung mematikan ponselnya**
"dhan.... Ada vian disini, aku turun ya... vian udah di lantai 1 sama anak-anak" ucap sinta ketakutan
"ok OK kamu tenang dulu ya, Ayo kita turun aku ikutin kamu dari belakang " dhani berusaha menenangkan sinta
"hmm ok" merekapun bergegas menuju lantai 1 dengan Jalan yang terpisah, sinta berjalan terlebih dulu dan dhani mengikutinya di belakang
sinta begitu cemas, Nada bicara vian seperti marah banget, "vian tau gak ya aku ketemu dhani" gumamnya dalam hati, dhani yang memperhatikan sinta penuh kecemasan rasanya tak tega, ingin sekali dia mendekapnya saat ini.
Terlihat vian berdiri di pintu masuk playground bersama Tia, sepertinya ia sedang memarahi Tia terlihat jelas dari raut wajahnya
__ADS_1
"viannnn" panggil sinta, vian pun segera menoleh kearah sinta, dengan penuh amarah vian menghampiri sinta yang masih berjalan kearahnya
"kemana? " tanya vian tatapan matanya begitu dalam,
"dddariii lantaii 3" jawab sinta terbata bata
"kemana? " tanyanya lagi
"dddariii lantai 3 viannnnn" Tegas sinta
"kamu gak usah bohong sama aku? " vian meremas lengan sinta, hingga sinta merasa kesakitan
"sakiiit ihhh apaan sih? " ucap sinta sambil melepaskan remasan tangan vian
"cepetan jawab kamu kemana? " bentak vian, sinta begitu bingung saat itu, apa yang harus dia katakan
"maksud kamu apa sih? " tanya sinta
"yahhh aku muter-muter lah..... " jawab sinta berusaha santai
"gak usah bohong kamu, sini.... " vian menarik tangan sinta dengan kasar, dhani yang melihat dari jauh rasanya ingin menghabisi vian saat itu juga, ia begitu sakit melihat sinta di perlakukan kasar seperti itu
"sakittt pelan aja Jalan yang dong" keluh sinta, namun tak dihiraukan oleh vian,
"sakit kamu bilang, sakitan Mana sama hati aku, kamu boongin gitu" bentak vian membuat semua pengunjung mall memandang mereka
"pelan dong vi,,, ini di mall apaan sih" ucap sinta kesal
"dari Mana kamu?, aku tanya sekali lagi dari Mana? " sepertinya vian tak puas dengan jawaban sinta
__ADS_1
"tadi aku ke lantai 3 , terus aku muter-muter ke lantai 4 udahhh aku lupa kalau hp aku silent" jawab sinta
"kebiasaan kamu, aku gak suka kamu ninggalin anak-anak kaya gitu, Jalan sendirian" ucapnya penuh amarah
"yahhh kan Ada ka Tia " jawab sinta sedikit lega, ternyata vian marah Karna sinta meninggalkan anak-anak
"tetep aja, lagian bisa-bisanya hp kamu silent" ucap vian kesal
"kan lupa.... " jawab sinta
"awas sekali lagi aku liat kamu nitipin anak-anak sedang kamu Jalan sendiri, gak Ada izin Keluar tanpa aku" jelas vian sambil menunjukan telunjuknya di wajah sinta
"iya maaf" ucap sinta, akhirnya ia bisa bernafas lega... ternyata bukan karena dhani vian marah,
Merekapun segera menghampiri Tia di pintu masuk playground.
"ka maaf ya, Lama ya nunggunya" ucap sinta
"gak kok, dari tadi gue telfon lo, mau kasih tau vian otw kesini lo gak angkat" bisik Tia tak ingin suaranya terdengar oleh vian yang berada agak jauh dari sinta
"hmmm iya ka gue lupa, hp gue silent" ucap sinta
"dodol lo... terus vian liat lo sama dhani?" tanya Tia
"gak ka.... untung dia gak liat Aman aku ka" ucap sinta sambil mengelus dadanya
"syukurlah, soalnya pas nyampe, dia nanyain lo, gue bilang ke lantai 3 " jelas Tia heheheh
"yaudah aku panggil anak-anak kita pulang " ucap sinta, dan segera memanggil kedua anaknya.
__ADS_1
merekapun pulang menggunakan Mobil vian, sebelumnya mereka mengantarkan Tia yang memang rumahnya searah dengan rumah sinta.