My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 63 sakitin dia


__ADS_3

Selama beberapa hari terakhir Vian memutuskan untuk tingga bersama orangtuanya, karena jika di rumah sendiri tak ada yang melayani makannya, bajunya, dan keperluan lainnya, karena biasanya sintalah yang menyiapkan itu semua.


Pagi ini Vian memutuskan untuk tidak berangkat kerja, ada rindu dalam hatinya pada sinta dan kedua anaknya, meski kebenciannya sudah memupus semua cinta, namun rasa sayang Vian pada sinta masih tersisa,


"mas... kamu gak kerja?! " tanya ibu Vian ketika Vian masih berleha-leha di kasur,


"gak mah... Vian lagi males banget, percuma kerja juga " jawab Vian


"masih mikirin sinta?, alaaaahhh!!! cewek itu masih kamu fikirin aja mas,! " ucap ibu Vian dengan Nada ketus


"si mamah, gak boleh gitu, Sinta itu istrinya Vian, namanya rumah tangga pasti ada aja masalahnya mah! " ucap ayah Vian yang berada di ruang makan karena letak ruang makan tak jauh dari Kamar Vian, ayah bisa mendengar ucapan istrinya itu,


" ihhh si papah, Salah sendiri dia selingkuh, cewek kalau udah selingkuh tuman, dimaafin nanti dia selingkuh lagi... " ucap ibu Vian sambil berjalan mengerjakan tugas nya yang lain


"tau ahhh pagi-pagi pada berisik, udah itu jadi urusan Vian, " ucap Vian sedikit geram


"kalau mbak boleh saran ya vi, kamu ajak pulang sinta, kamu baik-baikin dia, terus kamu selingkuh deh.... jadi adilkan?! " Saran licik kakak perempuan Vian,


"hush.... mbak! kamu sebagai kakak bukannya nasehatin adeknya yang baik, ! " ucap ayah Vian


" memberi sedikit pelajaran pah! kalau hati itu bukan untuk main-main" ucap kakak Vian sambil mengambil makanan yang berada di meja makan


**************


Sampai saat ini, Vian tak tau jika istrinya sedang hamil, orangtua sinta memberi waktu agar sinta bisa lebih tenang, niatnya hari ini ayah sinta akan menghubungi Vian, namun ponsel Vian sepertinya mati.

__ADS_1


Setelah siang ayah sinta kembali mencoba menghubungi Vian, untunglah tersambung


"Hallo!!! nak Vian?, ini papah nak! " sapa ayah sinta di balik telfon


"iya pah, ada apa? bagaimana kondisi sinta? " Dari suaranya Vian sudah mulai bisa mengontrol amarahnya, nadanya begitu lembut, tidak seperti awal ketika saat dia emosi.


"Sinta sedang tidak baik, nak Vian bisa nak Vian ke Bandung? ada yang perlu papah jelaskan pada nak Vian? "


"aduhhhh! maaf pah, Vian gak bisa, lagian penjelasan apa lagi, Vian belum bisa terima sinta sudah menghianati Vian" tolak Vian


"nak... istrimu lagi hamil sekarang, dia butuh kamu" jelas ayah Sinta, Vian yang terkejut hanya terdiam di balik sambungan telfon, hingga telfon hening tak ada suara Vian


"Vian.... " ayah sinta mencoba memanggil Vian


"i-i-iya pah" suara Vian terbata, hatinya bimbang, Hamil?, entah perasaan apa yang harus iya tunjukan, sedihkah?, bahagiakah? ahhhh jika sinta tak melakukan kesalahan, mungkin ini bisa jadi Kabar bahagia untuknya


"iya pah, sore Vian ke Bandung," jawab nya,


"baik nak, yasudah kalau begitu terima masih banyak, Assalamualaikum" Jawaban Salam Vian mengakhiri percakapan mereka, setidaknya ayah sinta tenang Vian bisa datang menemuinya,


***********


Vian yang mendengar kehamilan sinta mulai bingung, di Satu Sisi dia senang akan memiliki seorang anak, diSisi lain dia sangat membenci ibu Dari janin itu, Vian hanya termenung memikirkan semua yang ayah mertuanya bicarakan.


"kenapa kamu kok bengong? " Tanya Ibu yang melihat Vian hanya menatap kosong Tv yang tergantung di dinding ruang tamu

__ADS_1


"hmm-mm mah, sinta hamil!. " ucap Vian membuat ibunya terkejut.


"Hamil...? anak siapa? " Tanya Ibu Vian seakan meragukan kehamilan Sinta


"yahhh anak aku lah!!!! " sontak Vian menjawab


"ohhhh! emang kamu yakin itu anak kamu? " sang Ibu mulai merasuki fikiran Vian dengan keraguan


"yakinlah mah!!!! gak mungkin sinta selingkuh sejauh itu! " ucap Vian menepis semua keraguan ibunya


"bisa aja Vian,....! kita gak taukan?, perselingkuhan mereka sejauh Mana? " Ibu Vian terus melancarkan usahanya untuk menghasut Vian


"gak mungkin... gak mungkin mah,! ini pasti anak Vian" Vian terus menepis Fikiran buruk tentang sinta, ia yakin sinta tak mungkin sampai melakukan hal bodoh sejauh itu.


"yahhh terserah kamu, Saran mamah sih kamu perlu menaruh keraguan pada sinta, coba aja nanti kita tes DNA saat anak ini lahir" ucap ibu Vian


"kalian ngomongin apa sih? tes tes DNA? siapa yang mau di tes? " Tanya ayah, yang baru saja memasuki rumah.


"i-iitu pah, sinta hamil...! " ucap Vian


"ohhh alhmdulillah dong....! nak jemput sinta, ini jawaban Dari Allah jika kalian harus mempertahankan hubungan kalian" ucap ayah sambil menepuk pundak anaknya itu.


"si papah, sinta tuh udah selingkuh, udah nyakitin Vian, mamah gak suka sama anak itu. " ucap ibu Vian geram mendengar suaminya terus membela sinta .


"setiap orang pernah melakukan kesalahan, tapi mereka punya kesempatan untuk mendapat maaf dari kita, Vianpun Salah sudah bersikap kasar sama sinta,jadi anggap aja itu sebagai balasan untuk sinta" jelas ayah Vian

__ADS_1


"pokoknya mamah gak setuju,Vian jemput sinta, kalau mau dia suruh pulang sendiri, minta maaf sama keluarga kita, gak tau malu.... !!!! " ibu tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada sinta, baginya kesalahan sinta tak bisa di maafkan


"udah..! udah....Vian bakal jemput sinta, Vian tau apa yang harus Vian lakukan" ucap Vian sambil bergegas menuju Kamarnya, meninggalkan kegaduhan antara Ibu dan ayahnya.


__ADS_2