My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 13 making bersama


__ADS_3

sesuai janji dhani dia akan mengajak teman-teman makan bersama di hari terakhirnya bekerja, dhani memilih makan pizza yang terletak di lantai 1, kurang lebih 10 orang teman dhani merayakan perpisahan dhani termasuk pak amir atasannya, susana pun mendadak ramai, mereka saling bersenda gurau dan bercerita masa lalu.


dhanipun terlihat begitu riang, sesekali dia tertawa geli mendengar teman-temannya bercerita, sampai ia tak sadar ada mata yang mengawasinya cukup lama.


hati Sinta sungguh teriris, hari ini dhani terakhir kerja di lihatnya saat dhani tertawa lepas bersama teman-temannya


"apa aku bisa seikhlas kamu dhan? " tanya Sinta dalam hati, air matanya terjatuh ia segera berlari menuju toilet , ia lepaskan semua kesedihannya dengan menangis, entah bagaimana dia melewati hari-hari tanpa dhani, baginya dhani sudah menanamkan cinta yang begitu dalam


"aku gak boleh nangis, tolong jangan jadikan beban untuk dhani" gumamnya menyemangati dirinya sendiri, dia segera menghapus air matanya, dan merapikan seragam serta dandanan ya


"sudah cukup air mata hari ini" ucapnya dan bergegas menuju meja kerjanya, di perjalanan terlihat dhani keluar dari sebuah restaurant pizza bersama teman - tamannya hanya saja dhani tak melihat Sinta, langkah Sinta kembali terhenti Sinta memandangi tubuh dhani yang tepat berada di depannya


"aku pasti kangen banget pak sama kamu" gumamnya dalam hati, Sinta pun kembali melanjutkan langkahnya, ketika akan menuju meja nya ternyata dhani baru saja dari sana mencari Sinta


"pak.... " teriak Sinta yang melihat dhani akan segera menaiki lift


"ehhh ta..... " jawab dhani menghampiri Sinta


"tadi aku ke meja kamu, tapi gak ada " tambahnya


"iya maaf Pak tadi saya dari toilet " jelas Sinta, gelagat Sinta terlihat kaku, dia bingung harus mengucapkan kata perpisahan apa pada dhani, hatinya seolah tidak ingin dhani pergi


"kamu gapapa ta?" tanya dhani khawatir


"kamu abis nangis? " tambahnya, terlihat mata Sinta yang agak berair dan sembab


" gak kok aku gak papa" elak Sinta, wajahnya mulai menunduk air matanya seolah akan terjatuh namun tertahan

__ADS_1


"pulang jam berapa? " tanya dhani


"jam 5 pak " jawab Sinta memaksakan senyumnya


"nanti aku tunggu di tempat biasa ya " pinta dhani, Sinta hanya mengangguk tanpa mampu berkata


" yasudah aku ke atas ya " pamit dhani


"okk pak " jawab Sinta, dhani segera bergegas meninggalkan Sinta menuju lift, begitupun dengan Sinta yang bergegas ke meja kerjanya,


"kenapa ta? "tanya tia melihat wajah sinta yang di tekuk


" ka... " panggil sinta pada rekan kerjanya itu


"ya...... " jawabnya


"pak dhanikan resign " jelasnya dengan mimik wajah yang sedih


"ka.....kak...... " teriak Sinta sambil menangis


"idih hhh napa sih gak segitunya juga kali ta " ucap Tia yang heran dengan sikap Sinta


" kakak tau gak kenapa dhani resign? " tanya Sinta


"gak " jawab Tia


"dia resign karna aku ka.... " jelasnya dengan air mata yang tak terbendung

__ADS_1


" maksdunya? " tanya Tia semakin heran


"kita udah deket, tapi dhani tau tentang vian, dia mutusin untuk resign biar aku bisa tetep sama vian" jelas Sinta


" oalah....... jadi selama ini.... " teriak Tia kaget...


"terus kamu biarin dia resign ta? " tanya Tia greget


"mau gimana lagi, itu udah keputusannya " jawab Sinta sambil menghapus air matanya


"uhhh cup cup cup " hibur Tia dengan memeluk Sinta yang terlihat sangat sedih


"terus perasaan kamu gimana, kamu gak bilang sama dhani kalau kamu cinta sama dia? " tanya Tia


"udah ka.... tapi dia tetep mau resign, dia gak mau ngerebut aku dari vian karna vian yang lebih dulu cinta sama aku " jelasnya, tangisannya makin menjadi jadi untung saja mall sepi di hari biasa, sehingga mereka bisa berbincang tanpa ada gangguan dari customer yang akan menukarkan poin


"bener juga si ta, kalau kamu sama dhani terus vian gimana? hatinya pasti sakit bgt ta" tambah Tia membuat air mata Sinta semakin deras mengalir


" tapi aku cintanya sama dhani ka" jelasnya


" saat ini kamu memang lagi tergila gila sama dhani jadi cinta buat vian mulai pudar, tapi kamu gak boleh egois, kamu selesaikan masalah kamu dengan vian, klo memang kalian benar benar sudah selesai cari dhani, bilang dhani jangan sampai kalian lost contact jarak bukan penghalang kali ta " Tia menasehati Sinta panjang lebar, dia tak mau sahabatnya ini berlarut larut dalam kesedihan


"tapi ka.... " ucap Sinta


"udah kamu jangan nangis.... bilang dhani buat dia percaya, kamu akan selesaikan semuanya dengan vian, setelah itu kamu akan kembali sama dhani " perintah Tia , di lihat sahabatnya mulai sedikit lebih tenang


"Hu um" Sinta hanya mengangguk, dan menghapus air matanya...

__ADS_1


"ke toilet sana benerin lagi make up kamu, semangat jangan nangis ya " suruh Tia melihat wajah Sinta sangat berantakan


"iya ka, yauda aku ke toilet lagi ya " pamit Sinta, dan segera bergegas ke toilet.


__ADS_2