My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 39


__ADS_3

Sinta masih berjalan-jalan bersama Tia, ia menceritakan semua yang di katakan Dhani saat itu,


"terus sekarang mau lo gimana? " tanya Tia ketika sinta mulai merasa bimbang dengan perasaannya


"gak tau ka, aku makin bingung kalo diginiin sama dhani" ucapnya sedikit merengek


"hmmm udah gue duga ujung-ujungnya begini, lo bilang cuman mau ketemu yaaa kan? " tanya Tia menegaskan


"iya ka, tapi perlakuan dhani gak berubah, masih manis kaya dulu" ucap sinta,


"terus sekarang lo mau ketemu lagi sama dhani? " tanya Tia sambil terus berjalan mengikuti Nova Dan Aldrich


"hmmmm... gak papakan janji sekali lagi" ucap Sinta sambil menganggukan kepala


"ahhhh yaudah, anak-anak nanti gue ajak ke playground biar gue jagainnya bisa duduk, pegel gue, lo enak berduaan lah gue, jadi baby sitter " keluh Tia


"hehehhehe ya maaf.... sekaliiiiiii aja... "rengek Sinta" yahhh mereka memang seperti kakak adik, Tia Sudah sangat menyayangi Sinta begitupun Sinta, ia tak pernah sungkan untuk menceritakan apapun pada Tia


*terdengar suara pesan masuk pada ponsel sinta*


" ka...... " sinta menunjukan isi pesan dari dhani


"ta, kamu dimana? aku tunggu di toko buku yang ada di lantai 3 ya..... " tulis dhani pada sebuah pesan singkat


"gimana ka? " Tanya Sinta


"yaudah sana samperin, puas-puasin aja " ucap Tia,

__ADS_1


"anak-anak? "


"anak-anak gue ajak ke playground udah sana" Kata Tia...


"Okk kak.... makasi ya ka... " Sinta begitu senang akan bertemu kembali dengan dhani, wajahnya terus tersenyum bahagia


"gue tuh gak habis fikir sebahagia ini lo, timbang mau ketemu dhani " ledek Tia


"yahh.... gimana ya, pokoknya gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, ."


"kakak adik mamah mau ke lantai 3 dulu ya ada yang mau mamah cari, kalian main lagi sama tante Tia di play ground okk " ucap Sinta pada kedua anaknya


"asikk asikkk " sorak Nova Dan Aldrich bersamaan


"kalian jangan nakal ya, tetap dalam pengawasan , tante Tia, gak boleh jauh-jauh dari tante Tia" pesan Sinta


"seep tos dulu" Sinta memberikan telapak tangannya untuk di sentuh oleh kedua anaknya


"kak, titip ya.... makasi banyak pokoknya "


"iya, udah sana samperin , kasian nanti dia nunggu Lama" ucap Tia


"yaudah dadah kakak, dadah anak-anak,,,, nanti mamah nyusul ke play ground " ucap Sinta sambil melambaikan tangannya ke arah Tia Dan kedua anaknya


"dadah mamah.... " balas Nova Dan Aldrich


sintapun segera bergegas menemui dhani di lantai 3 ,dan posisi dia saat itu sedang berada di lantai 1.

__ADS_1


setelah sampai didepan toko buku yang dhani maksud, Sinta segera menghubungi dhani


"hallo.... pak, aku didepan" ucap Sinta lewat sambungan telephone


"okk aku ke sana, tunggu ya.... " jawab dhani


Sintapun menunggu Dhani yang berada di dalam toko, tak butuh waktu Lama, dhani Sudah terlihat berjalan menghampiri sinta, sinta benar-benar tak bisa menutupi rasa bahagianya ia tersenyum kala melihat Dhani yang sedang berjalan menggunakan kemeja Biru Dan celana salur hitam, terlihat begitu manis, kulit dhani memang tidak terlalu putih, tapi dia tuh manis banget, apa lagi kalau senyum ahhh hati wanita meleleh dibuatnya


"hai... lama gak nunggunya" Sapa dhani ketika berada di hadapan sinta,


"gak kok pak... " sinta tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"hmmm enaknya kemana ya kita? " Tanya dhani


"ihhh kan bapak yang lebih tau mall ini, aku malah Baru pertama kesini" ucap Sinta


"ohhhh jadi kamu Baru pertama kesini?, aku fikir udah sering, wahhh kebetulan banget ya ta, kita bisa langsung ketemu" kata dhani membuat Sinta makin Salah tingkah


"hmmm iya pak" entah apa yang mau Sinta ucapkan, karena pertemuan ini memang di rencanakan


"kemana ya?, makan ?tadi udah makan, ohhh ya.... kita ke atas aja, ada live music disana.... " ajak dhani , setelah berfikir tempat Mana yang pas buat mereka saling bicara


"yaudah aku ikut aja pak" jawab Sinta


"yaudah yokkkk" dhani mengulurkan tangannya, membuat Sinta semakin bimbang, apa mungkin dia akan menyentuh kembali tangan itu


"yukkk... " Sinta memutuskan untuk tak membalas uluran tangan dhani Dan berjalan disamping dhani, dhani hanya tersenyum menerima penolakan itu, ia tau saat ini banyak batasan dalam kedekatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2