My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 21 membuka hati 2


__ADS_3

satu minggu berlalu setelah dhani meninggalkan kantor, dia Sama sekali tak menghubungi sinta, padahal sempat beberapa kali dia mencoba mengirimkan pesan singkat namun tak ada balasan, sinta juga membuka medsos dhani hanya saja semua terkunci, dhani benar benar menutup hatinya untuk sinta


"ka Tia " panggil sinta pada sahabatnya itu


"ya.... " jawab Tia yang sedang asik membuka laptopnya, memeriksa beberapa pekerjaannya


"dhani benar benar menutup hatinya " ucap sinta merasa sedih


"yasudah kamu juga harus menutup hati kamu buat dhani " jawabnya


"gak semudah itu ka " ucap sinta


"ingat vian semakin hari, semakin baik, dia bahkan selalu meluangkan waktunya untuk bertemu kamu, sudahlah lupakan dhani " Tia mencoba menasehati sahabatnya ini yang sedang galau


"iya ka, aku masih berusaha untuk itu, semoga vian bener2 berubah ya " doa sinta


"aamiin " jawab Tia,


"ta.... " panggil Tia


"tuh panjang umur orangnya " Tia menunjuk ke arah pintu lobby timur, terlihat vian berjalan menuju meja mereka


"hehe iya panjang umur dia " senyum sinta, belakangan ini vian selalu menemui sinta, setelah pulang kerja, karena kebetulan sinta selalu masuk siang


"hai ta " sapa vian,


"hai.... " balas sinta


"hai juga " ledek Tia, yang merasa tidak di sapa vian


"ehhh Tia, pa kabar lu? " tanya vian tersenyum melihat Tia meledeknya


"baik yan.... alhamdulillah " jawabnya membalas senyuman vian


"udah istirahat belum? " tanya vian


"belum nanti jam 7 kali " jawab sinta


"kalo mau istirahat sekarang juga boleh " sahut Tia

__ADS_1


"kaka.... " colek sinta pada Tia


"tuhh boleh istirahat sekarang katanya " ucap vian


"yaudah aku istirahat sekarang "


"ka aku istirahat dulu ya " pamit sinta, Tia hanya tersenyum, hatinya lega melihat sahabatnya kembali ceria


"yok Tia, gua duluan ya " Sambung vian


"Okk " ucap Tia mengangkatkan jempolnya


sinta Dan vian meninggalkan Tia yang masih harus bekerja


"aku ke loker dulu ya " pamit sinta, vian mengangguk Dan sinta berlalu pergi, setelah memakai jaket Dan mengganti sepatunya sinta menemui vian yang Sudah menunggu di depan loker


"mau kemana? " tanya sinta


"cari masakan jepang aja yu " ajak vian, menggandeng tangan sinta


sinta hanya mengagguk mengikuti langkah vian, sampailah di sebuah restauran jepang berkonsep "all you can eat"


"kok kesini? " tanya sinta, selalu paacaran dengan vian belum pernah vian mengajak sinta makan di restaurant yang harganya cukup lumayan, bukannya pelit hanya saja keuangan vian tak seperti dhani, ia bekerja keras untuk membiayai kuliahnya


"bukannya kamu dulu pernah bilang mau nyoba tempat makan ini" tambah vian, ternyata dia masih ingat ketika sinta penasaran dengan restauran ini


"hehhehe tapikan.... " belum selesai sinta bicara, vian segera memotong


"udah yok masuk " vian menarik tangan sinta Dan menarik sebuah Kursi untuk sinta


sinta merasa men jadi wants istimewa, vian sungguh memperlakukannya dengan baik, dia ingat perkataan dhani, vian bisa membuat dirinya bahagia


vian mengambil beberapa makanan yang Sudah di hidangkan, disini bebas mengambil apa saja yang kita mau.


"kamu mau apa lagi? " tanya vian,


"udah cukup " jawab sinta, vian tersenyum memandang sinta, dia berharap sinta bisa mencintainya lagi seperti dulu.


mereka mulai menyantap hidangan yang ada di atas mejanya

__ADS_1


"coba deh ini enak loh " vian memberikan suapan sepotong daging yang ia bakar sendiri


"iya enak " jawab sinta, mereka tertawa kecil suasana sedikit mencair, untuk sementara tidak terlintas dhani di fikirannya, sinta menikmati saat saat bersama vian


"ta.... " panggil vian


"ya... " jawab sinta, di pandangi wajah vian yang tersenyum senang, terlihat vian mengambil sesuatu dari tasnya


"merem deh " suruh vian


"mau ngapain? " tanya sinta penasaran


"udah merem aja " paksa vian, sintapun menutup matanya, vian menghampiri sinta Dan mulai memakaikan sebuah kalung dengan liontin hati


sinta merasa ada sesuatu di lehernya, dia mulai meraba Dan segera membuka mata nya


"vian... " ucap sinta menengok kearah vian yang ada di belakang sinta


"maukah kamu menikah dengan ku " ucapnya berbisik di telinga sinta, hati sinta mulai luluh, dia marasa vian berbeda dari biasanya


"gimana ta, maukah kamu menikah denganku? " vian mengulangi pertanyaannya


sinta tersenyum, masih ada keraguan dalam hatinya namun sinta memberanikan dari untuk menganggukan kepalanya


"terima kasih ta.. " ucap vian memeluk sinta


"iya vian.... " balas sinta


vian merasa bahagia, akhirnya sinta kembali membuka hatinya, Dan bisa menerima lamarannya


"bulan depan aku ajak ibuku ketemu orang tua kamu ya " izin vian, sinta kaget secepat itukah vian ingin melamarnya


"secepat itukah? "tanya sinta


" yah... aku gak mau kehilangan kamu lagi " ucap vian, sinta memutar otaknya entah harus merasakan apa, dia belum siap untuk itu, hatinya belum sepenuhnya menerima vian


"jangan bulan depan ya " pinta sinta, sinta merasa ragu, vian mengerti ketidak siapan sinta, dia sadar masih ada dhani di hati sinta


"baiklah " ucap vian kecewa, melihat kekecewaan vian, sinta langsung memeganh tangan vian

__ADS_1


"bulan depannya lagi boleh " ucap sinta tersenyum,vian membalas senyumnya, hatinya sedikit lega, dia tak akan menyia nyiakan kesempatan ini


setelah dirasa cukup mereka bergegas meninggalkan restauran, tak lupa vian membayar tagihannya


__ADS_2