
malam ini dhani sama sekali tak bisa memejamkan mata, fikirannya hanya tertuju pada Sinta
"ta, kenapa secepat ini sih? " gumamnya sambil terus memandangi atap kamar
"belom juga gua bisa lupain lo, ehh lo udah keburu di lamar orang " tambahnya, hatinya semakin gelisah, teringat kembali masa masa bersamanya,
**************
bastian yang berada di kamar nya, teringat Akan dhani, beberapa kali ia mmencoba menghubungi dhani namun tak di angkat, pesannya pun tak di balaas
"aduh jangan jangan nih orang bunuh diri, " gumam bastian, dia segera turun kebawah, menuju kamar dhani
"tok tok tok "
"dhan....... " teriak bastian, dhani masih saja dengan lamunannya tak menghiraukan suara ketukan pintu
"tok tok tok "
"dhan... dhan lo baik baik aja kan? " suara bastian terdengar sangat khawatir
kreakkk bastian membuka pintu yang ternyata tidak terkunci, Terlihat dhani sedang melamun, tatapannya kosong, di sampingnya puntung rokok berserakan,
"se prustasi ini lo dhan " gumam bastian,
"wooooooyyyyyy" teriak bastian membuat dhani terkejut
"sial lo... " umpat dhani melempar bantal ke muka bastian
"cinta gak bikin lo budek juga kan dhan? " tanya nya,
"ya gak lah... " jawab dhani
__ADS_1
"terus kenapa lo gak bukain pintu?, gua masuk juga lo gak denger " ucap bastian kesal, dia lalu menghampiri dhani Dan duduk disampingnya
"temuin kalo mang lo mau nemuin "tambahnya
" gak bisa bas, kalo gua ketemu semakin berat buat gua lepasin Sinta " tolak dhani, hatinya bak diiris sembilu
"terus sekarang lo mau gini aja? " tanya bastian, kesal melihat sahabatnya seolah sudah kalah perang
"gak juga, gua maunya lupain dia, tapi ternyata susah ya" jawab dhani, tangannya mencoba meraih rokok yang ada di meja samping kasur
"udah gak pake beginian bisa gak sih ?" bastian segera merebut rokok yang ada di tangan dhani
"ahhhh lo bas, 1 lagi aja " pinta dhani
"noh liat 1,2,3,4,5....." bastian menghitung puntung rokok yang berserakan
"kamar lo nih polusi doang isinya " tambah bastian, sambil menarik nafas mencoba menghirup udah di kamar dhani
"gak gua tidur disini malam ini " Tegas bastian , ia tak mau sahabatnya ini Hilang kontrol
"idihhh ngapain lo tidur disini, pulanng gih " ucap dhani sambil menarik tangan bastian
"liat deh muka lo dhan!!!!!!coba kalo Sinta tau keadaan lo kaya gini, giman perasaannya" bentak bastian menarik dhani ke depan kaca
dhani hanya terdiam, di lihat bayangan dirinya , wajahnya kusut, tak ada aura kebahagiaan yang terpancar, rambut berantakan ini bukan gaya dhani yang biasanya
"apa Perlu gua fotoin keadaan lo Dan kirim ke Sinta? " tanya bastian
"jangan dong.... " teriak dhani
"makanya, dulu aja lo bisa move on Kok sekarang gak "
__ADS_1
"ini beda bas... " ucap dhani
"yang beda Cuman wanitanya, masalahnya sama lo selalu ngorbanin perasaan lo buat orang lain, itu yang buat lo salalu kehilangan" bastian mulai menurunkan Nada suaranya
"sekarang kalo emang lo mau ketemu, ya temuin, kalo lo mau lupain ya lupain tapi jangan rusak diri lo, hidup lo masih panjang sob, " ucap bastian
" bener juga kata lo bas.... lo mau temuin Sinta buat gua? " tanya dhani
"hah gua? " bastian balik bertanya sambil menunjuk ke Arah muka nya sendiri
"kenapa mesti gua sih? " tanya bastian
"gua gak bisa bas, lo tega liat gua lebih berantakan dari sekarang? " sahut dhani
"terus gua mesti apa? " tanyanya bingung
"saat ini gua yakin dia lagi bimbang, hatinya belom sepenuhnya nerima vian, jadi tugas lo pastiin dia baik baik aja, lo kan pinter ngomong tuh, lo yakinin ke dia kalo sekarang gua baik baik aja, inget BAIK BAIK AJA " jelas dhani,
"hemmm baik baik aja " gumam bastian meledek sahabatnya yang selalu ingin terlihat tegar
"diem lo.... "
"awas ya sampe lo ngomong yang gak gak tentang gua ke sinta " ancam dhani
"baik pak dhani prasetyo " ledek bastian,
"yaudah gua mau tidur," ucapnya mengambil bantal yang tadi ia lempar, bastian masih duduk di samping dhani
"anak ini, ganteng sih tapi Kok apes " suaranya pelan, namun dhani mendengar ucapan bastian
"gua bukan apes Cuman kurang beruntung, udah Sana lo mau tidur di kamar lo, sempit kalo disini" usir dhani mendorong tubuh bastian
__ADS_1
"emang dasar lo, temen gak tau diri, udah minta tolong tapi gua masih di usir " gerutunya sambil berjalan menuju ke luar kamar, dhani hanya tersenyum tipis, bastian memang sahabat yang selalu bisa di andalkan, meski sikapnya terkadang tengil.