My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 10 tak ingin lepas


__ADS_3

dikala cinta itu datangg, memang tak mudah untuk mengelak, itu yang dirasakan dhani dan Sinta, mereka saling jatuh cinta namun.


di tengah perjalanan, mereka memutuskan untuk mengisi perut , dengan makan di sebuah angkringan di pusat kota, tempatnya jauh dari kata mewah, disitu hanya ada tikar dengan meja kecil yang tertata rapih,tidak ada AC hanya angin malam yang berhembus karena posisi angkringan ini ada di sebuah teras ruko yang sudah tutup, disana terlihat beberapa orang yang sedang makan, di depan tersedia gerobak yang terdapat beberapa makanan, dari mulai gorengan, usus, hati ayam, ampela, tahu, tempe dan beberapa makanan lainnya..


"malam Pak.. " sapa dhani pada seorang bapak tua yang sedang melayani pembeli


"ehhh dhani, apa kabar? udah lama gak kesini" tanyanya, ternyata dhani sering ke tempat ini untuk makan , dan menghabiskan malam


"baik Pak, iya nih belum ada waktunya, " jawab dhani..


"sini ta.. kamu mau pesen apa, tinggal pilih aja disini" panggil dhani pada Sinta yang berdiri tak jauh dari gerobak


"wah tumben datengnya berdua" ledek si bapak


"iya nih" jawab dhani tersipu malu


"yaudah sok ambil mau makan apa?ini nasinya, yang ini isi teri, yang ini tempe, dan yang ini oncom " jelas si bapak yang ternyata namanya Pak udin,,,


"iya Pak makasi " ucap Sinta, Sinta mengambil nasi berisi oncom, tahu dan ati ayam,


"si dhani mah sukanya ini neng" celetuk Pak udin menunjukan nasi isi tempe


"ohh iya Pak, nanti saya ambilin buat dhani" jawab Sinta malu


dhani hanya tersenyum melihat Sinta bersama pak udin


setelah dirasa pas dengan menu yang mereka pilih, mereka segera bergegas mencari tempat yang kosong, untung saja masih ada 2 meja kosong yang bisa di pilih oleh mereka, angkringan ini cukup ramai, selain makanannya enak harganya pun terjangkau.


"bapak sering kesini ya? " tanya Sinta


"yah begitulah lumayan sering hehe" jawab dhani


"sendirian?" tanya Sinta penasaran


" menurut kamu? "jawabnya membingungkan


" sendiri... "ucap Sinta

__ADS_1


" yah saya suka kesini, kalau lagi penat sama kerjaan, disini enak tempatnya, semua terasa alami, anginnya, musiknya, maksud saya musiknya suara mobil hehhehe" jelas dhani


" ohh.... " Sinta merasa spesial, karena dia wanita pertama yang di bawa dhani ketempat favoritnya


"nanti abis dari sini aku ada tempat bagus lagi " jelas dhani , waktu menunjukan pukul 12 dini hari, mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua.


setelah selesai makan, dhani mengajak Sinta ke sebuah taman di tengah kota, cahaya lampu sorot membuat taman terlihat makin cantik, ada beberapa kursi yang disediakan, meski larut malam banyak orang yang hilir mudik di taman itu, ada yang sedang berduaan, ada yang tertawa terbahak bahak bersama teman-temannya, taman ini begitu rapih dan bersih


"suka gak" tanya dhani sambil melihat Sinta dengan penuh cinta


"suka banget Pak, aku gak pernah loh kesini " ucap Sinta bahagia


"kita duduk disana yuk " ajak dhani menunjuk pada sebuah kursi dekat air mancur yang indah


"okk" jawab Sinta, mereka berjalan saling bergandengan sesekali dhani merangkul Sinta. dan memberi kecupan di kepalanya, entah berapa kata bahagia yang akan selalu di ucapkan Sinta


"duduk ta " ajak dhani


"bapak sering kesini juga? " tanya Sinta


" oh..... sekarang kok kita kesini? " tanya Sinta


"kan sekarang gak sendiri " jawabnya tersenyum.


" Pak... apa yang bapak rasain malam ini? " tanya Sinta


"harus ya selalu manggil bapak, di suasana kaya gini? " protes dhani


"ehh iya Pak... " ucap Sinta


"tuhkan bapak lagi, emangnya kamu anak saya Pak Pak mulu" sahutnya sambil mencubit hidung Sinta


"terus aku panggil apa? " tanya Sinta


" panggil dhani aja ya " jawab dhani


" okk dhani " ucap Sinta, kedengerannya sangat aneh ketika Sinta menyebut dhani

__ADS_1


" ohh ya tadi kamu tanya apa? " tanya dhani meminta Sinta mengulang pertanyaannya


"apa yang kamu rasain malam ini? " tanya Sinta


"malam ini aku gak mau lepasin kamu" jawabnya sambil merangkul Sinta dan mencium kepala Sinta


" aku juga gak mau lepas dari kamu" ucap Sinta


" ta ,.......aku tau kita memiliki rasa yang sama, aku sayang sama kamu, begitupun kamu, aku ingin kita bisa begini terus menikmati rasa yang kita miliki, tapi ta... " jelasnya tanpa melanjutkan perkataan


"tapi kenapa dhan?" tanya Sinta


"tapi kamu milik orang lain, aku bakal merasa jahat kalau memaksakan kamu sama aku" ucapnya terasa menyakitkan di hati mereka


"maaf dhan, aku membuat kamu merasa seperti ini, harusnya dari awal aku menjaga perasaan ini"ucap Sinta, hatinya merasa kacau di satu sisi dia ingin bersama dhani tapi disisi lain ada vian yang tak mukin ia lepaskan begitu saja


" gak perlu minta maaf ta, aku tau memendam cinta itu sulit, wajar jika kamu tak bisa menutupi perasaan kamu, begitupun aku, dari awal kita ketemu aku merasa nyaman melihat kamu, aku selalu tersenyum ketika melihat kamu tertawa " jelas dhani, suasana malam ini berubah menjadi haru dua insan yang saling mencintai tanpa bisa memiliki


" pak aku gak perduli tentang vian, mungkin dia akan sakit tapi itu sesaat,jadi tolong jangan lepaskan aku" pinta Sinta, sambil memegang tangan dhani


" gak semudah itu ta, mungkin ya bisa, tapi apa kamu tidak berfikir bagaimana sakit hatinya vian, dia laki-laki baik yang menyayangi kamu ta, dia sungguh-sungguh sama kamu" ucap dhani,


"pak.... " suara Sinta mulai lirih air matanya jatuh tak terbendung, kenapa Tuhan mempertemukan mereka disaat Sinta sudah memiliki kekasih itu yang sangat disesalkan Sinta


"ta, malam ini biarlah jadi malam kita, melepas semua cinta dan beban di hati kita, aku sudah putuskan untuk mengajukan resign pada pak Amir, aku gak akan sanggup melihat kamu" jelas dhani, Sinta kaget mendengar ucapan dhani, jika dhani resign bagaimana dia bisa bertemu dhani,


"pak tolong jangan, mungkin kita gak bersama tapi izinkan aku tetap bisa melihat bapak, " pinta Sinta, air matanya terus mengalir sesekali dhani menghapus air mata yang jatuh di pipi Sinta


" itu berat buat aku ta, tolong kamu mengerti, jika memang kita jodoh, kita pasti bertemu lagi, tapi aku tak ingin merebutmu dari seseorang yang sangat mencintaimu " jelasnya


"kamu jahat dhan... kamu mau aku bahagia, kamu yakin vian bisa bikin aku bahagia? " tanya Sinta kecewa


"maafin aku ta, aku berharap kamu bahagia bersama vian, dia yang lebih dulu menaruh cinta di hati kamu " ucap dhani, dhani memeluk erat Sinta, dia seolah tak ingin melepaskan Sinta


"dengar sayang, kamu jangan nangis malam ini biarlah menjadi malam kita, simpan kenangan ini di memory kamu, jika kita bertemu lagi, dan aku melihatmu tidak bahagia aku akan perjuangkan kamu untukku" ucap dhani sambil memegang kepala Sinta dengan kedua tangannya seolah meyakinkan Sinta semua akan baik-baik saja


Sinta hanya mengangguk tanpa kata, kebahagian ini akan segera berakhir, dia tak ingin malam ini berlalu, mereka larut dalam kesedihan mereka dhani sama sekali tak melepaskan pelukannya pada Sinta, begitupun dengan Sinta.

__ADS_1


__ADS_2