My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 37 pertemuan


__ADS_3

"pak dhani gimana kabarnya? " tanya sinta, Kali ini ia memberanikan menatap wajah dhani yang tak berubah sama sekali, masih sama seperti 9 tahun yang lalu


"aku baik..... " jawabnya


"udah nikah ya? " tanya sinta


"hmmmm udah, udah punya anak satu" ucapnya, sebenernya itu membuat sinta kecewa, tapi sinta berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan dhani


"selamat ya pak... " ucap sinta


"ehmmm gimana ya " kata dhani sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"maksudnya pak? " sinta merasa bingung dengan sikap dhani ketika ia memberi selamat atas pernikahannya


"jangan bahas tentang aku ya, gak tau kenapa aku ngerasa seneng banget bisa liat kamu lagi, aku fikir kita bener-bener gak bisa ketemu " ucap dhani,


"iiii Yaa pak... " entahlah sepertinya semua kata hilang dari fikiran sinta hingga ia tak tau harus bilang apa


"heiii dari tadi iya iya aja" tatapan dhani begitu tajam mengarah langsung ke Mata sinta, membuat sinta sulit untuk mengalihkan pandangannya


"ahhhhhh tuhan apa yang sudah aku lakukan, aku bahagia berada di depannya, melihat senyumnya, tuhaannnnn aku tau ini dosa tapi aku mencintainya" suara hati sinta Kala ia terus memandang wajah dhani


"heiiii... kok bengong" ucap dhani membuat sinta semakin kikuk


"ehhh iiituuu pak "

__ADS_1


"kamu kenapa sih ta, .... grogi ya liat aku? " ledek dhani membuat pipi sinta semakin memerah


"nggggagaaakkkk siapa yang grogi" ucapnya malu


"ahhhhh itu pipi kamu merah"


"ihhh apaaan sihhh pak" ucap sinta menutup pipinya yang mulai terasa panas


"kamu masih kaya dulu lucu," puji dhani,


"hmmmm masa sih, pak dhani juga masih sama kaya dulu gak berubah " ucap sinta


"rasaku juga gak berubah kok" ucapan dhani membuat hati sinta semakin berdebar,


"pak.... " Mata sinta menatap penuh Cinta kearah dhani


"inget pak dhani pernah bilang Cinta itu tak harus memiliki, dan aku saat itu menolak karena bagiku Cinta itu harus bersama berbagi kebahagiaan dan kesedihan, tapi saat ini aku bisa bilang Cinta itu tak harus memiliki, bukan berarti untuk menyakiti tapi justru agar tak saling tersakiti" dhani tertegun dengan kata-kata yang sinta ucapkan,


"kenapa kita harus ketemu lagi ya? " tanya dhani


"mungkin Karna aku yang memaksakan pak" ucap sinta


"maksudnya? " tanya dhani tak mengerti dengan perkataan sinta


"gak papa kok pak, " jawab sinta membuat dhani semakin bertanya-tanya

__ADS_1


"lohhh kamu tau aku kerja disini? " tanya dhani


"menurut bapak?" tanya balik sinta


"please jangan bapak, bilang dhani aja.. lebih enak di dengernya" ucap dhani


"hehehe maaf udah biasa begitu"


"ta... setelah ini bisa kita ketemu lagi? " tanya dhani


"jujur aku mau, tapi saat ini kita punya pasangan yang harus di Jaga perasaannya, apa mungkin kita bisa ? belum lagi Ada anak-anakku mereka mungkin sudah bisa mengerti " ucap sinta


"ta... please izinin kita ketemu lagi " mohon dhani, membuat sinta begitu bimbang, hatinyapun ingin bisa bertemu lagi dengan dhani, tapi itu bakal sulit, dia gak mungkin menghianati suaminya,


"yahhh mungkin suatu saat pak " ucap sinta


"ta... maafin aku ya, aku masih nyimpen semua rasa sayang aku buat kamu, sampai detik ini dan aku gak akan pernah mencoba lupain kamu apapun itu" dhani membuat sinta semakin bersalah telah memaksakan untuk bertemu lagi denganya, rasa Cinta yang hampir saja hilang di hati sinta kini justru semakin mendalam,


"hmmm iya pak... akupun masih ngerasain hal yang sama " ucap sinta,


"yaudah aku harus balik lagi ke kantor, kalau kamu masih mau disini, tunggu aku sebentar aja, Ada yang harus aku urusin"


"baik pak...kayanya kita masih mau muter-muter" ucap sinta


"yaudah.... tunggu ya sebentar aja, ohh ya aku minta nomer hp kamu dong" pinta dhani

__ADS_1


"ohhh boleh.... 0881-5678-5433" sinta mengucapka nomer ponselnya


"Okk makasi Cinta.... ehhh sinta... " ledek dhani sambil melempar senyum manis yang selalu meluluhkan hati sinta


__ADS_2