
sore itu terdengar suara dering ponsel Sinta, segera Sinta mengambil ponselnya yang berada di atas meja kamar kosannya, hari ini Sinta tidak masuk kerja karna agak kurang enak badan
"hallo sore.. dengan Sinta? " tanya seorang pria di balik telfon
" sore... iya Pak saya Sinta, dengan siapa ya? " tanya Sinta,, karena di lihat nomernya tidak ia kenal
"saya dhani, maaf saya dapat nomer kamu dari pak Nanda, ada beberapa kerjaan yang harus saya selesaikan sama kamu, tadi saya meeting dengan pak Nanda" jelas dhani, Sinta tersenyum lebar, ia lupa bahwa kondisi badannya sedang tidak fit
" ohh iya pak, tapi saya sedang tidak masuk kerja pak. " jelas Sinta
" ohh bisa kita ketemu di cafe sebelah mall? " tanya dhani
" ohh baik Pak, jam berapa? " tanya Sinta, hatinya begitu bersemangat ketika dhani mengajak bertemu, seketika dia merasa badannya lebih segar, demam yang dia rasakan mendadak turun
" jam 7 malem aja kali ya, soalnya saya masih ada kerjaan" jelasnya..
" okk baik Pak, jam 7 di cafe linggar " ucap Sinta
"okk , Terima kasih ya ta... maaf ganggu" dhani segera menutup telfonnya....
Sinta begitu senang, untuk pertama kalinya mereka akan bertemu berdua, meskipun bukan untuk ngedate
saat Sinta bersiap-siap, terdengar suara ponsel, di lihatnya ternyata vian, kekasih Sinta
"hallo sayang lagi apa? " tanya vian
"iya sayang, aku lagi gak enak badan nih " jelas Sinta, padahal saat ini dia sedang bersiap-siap untuk bertemu dhani
"kamu sakit? kok gak ngabarin? aku kesana ya? " suara vian terdengar sangat khawatir
"gak usah, aku gak papa, ini aku juga mau pergi, aku ada meeting jam 7" jelas Sinta
"katanya kamu sakit kok malah mau keluar? " tanya vian
"sebentar doang kok, lagian meetingnya juga deket - deket sini" jelas Sinta
"yasudah kamu tunggu, aku anter kamu ya? " ajak vian
__ADS_1
"waduhhh kalau vian anter gimana aku bisa ngedeketin Pak dhani" gumam Sinta salam hati
"gak usah sayang aku gak lama kok, lagian gak akan keburu, ini aja udah jam setengah 7 aku meeting jam 7 " jelas Sinta mencari alasan agar vian tidak menemuinya hari ini
" meeting apaan sih? memang harus sekarang? siapa aja yang meeting? ada cowoknya gak? " tanya vian, sifat posesif vian mulai keluar
"banyak banget pertanyaannya, aku meeting tentang ice skating yang deadline, seminggu lagi mau ada pembukaan permainan ice skating di tempat aku kerja, aku meeting sama orang TR dan fit out " jelasku...
"siapa aja orangnya? " vian masih saja bertanya
"dari TR Pak Nanda dari fit out Pak dhani, semuanya bapak-bapak udah nikah udah punya anak" jelas Sinta sedikit kesal, Sinta terpaksa harus berbohong tentang status dhani karena, dia harus segera bergegas menuju cafe linggar
" okk tapi kamu jangan macaem-macem ya, awas aja" ujar vian sedikit mengancam
" iya sayang, yasudah ya aku udah mau berangkat " Sinta mulai menurunkan nada suaranya, agar vian tidak curiga
"okk hati-hati" pesannya....
setelah menutup telfon dari vian, Sinta bergegas menuju cafe linggar, yang jaraknya 20 menit dari kosannya menggunakan ojek online, saking terburu-buru Sinta lupa memakai jaket yang sudah dia siapkan di tempat tidur.
" malam Pak, maaf telat " sapa Sinta,
"ehhh Sinta silahkan duduk " suruh dhani pada Sinta yang berdiri disampingnya,
mereka mulai bersalaman, namun tangan Sinta terasa lebih hangat dari biasanya, karena memang Sinta sedang tidak fit, dan di motor dia kedinginan karna tidak memakai jaket
"tanganmu panas ta, kamu sakit? " tanya dhani
" gak Pak... " jawab Sinta , dia tidak mau dhani tau dia sedang tidak enak badan, namun tubuhnya mulai merasa dingin dan menggigil
"serius kamu juga pucet, kok kamu ggak pakai jaket? " tanya dhani, melihat perhatian dhani Sinta semakin merasa senang, hatinya berbunga-bunga
" saya gk papa kok Pak, yuk kita lanjut meetingnya" jelas Sinta, tapi dhani enggan melanjutkan meeting mereka, dhani melihat Sinta sedang tidak fit
"badan kamu panas ta" ucap dhani sambil memegang kening Sinta
"kamu kok gak bilang sama saya kalau kamu sakit? " tanyanya
__ADS_1
"gak papa kok Pak, lagian takutnya ini penting " jelas Sinta, yahhh pertemuan ini memang sangat penting untuk Sinta, karena belum tentu dia akan mendapatkan kesempatan berdua dengan dhani
"gak gak gak.... kamu lagi sakit, mana mungkin saya tega " ucapnya...
"kan saya udah kesini, masa meetingnya gak jadi... " ucap Sinta memasang wajah kecewa
" tapi kamu lagi sakit, nanti aja meetingnya kita lanjutin di kantor, kalau kamu sudah sehat, kamu sudah makan? " tanya dhani
"sudah pak" jawab Sinta
"yasudah saya pesenin minuman hangat ya? " tanya dhani
" baik Pak, makasi ya " ucap Sinta, dhanipun meninggalkan kursinya,, menuju tempat pemesanan, tak lama dia keluar cafe mengambil jaket yang dia simpan di mobil
" pake ini biar gak dingin" ucap dhani sambil menyodorkan sebuah jaket berwarna abu-abu
"bapak....ini gak papa, nanti bapak pake apa? " tanya Sinta
" gak papa pakai aja, aku kan gak sakit.., " jelasnya, tak lama seorang pramusaji membawa capucino hangat pesanan dhani untuk Sinta
" ini pesanannya mas" ucap pramusaji sambil memberikan secangkir capicino hangat
"Terima kasih mas " ucap dhani
" minum dulu, biar badan kamu anget, kamu naik apa tadi kesini? " tanyanya
" naik ojek online Pak" jawab Sinta, sengaja Sinta tidak menggunakan motor karena dia berharap bisa di antar dhani
"yasudah nanti saya antar" jelas dhani
" yahh terus meeting kita?, maaf ya Pak, padahal gak papa kok kita bahas kerjaan, kan kita lagi Deadline juga" ujar Sinta, berharap dhani tidak Mengajaknya buru-buru pulang
"udah kerjaan mah beres, yang penting kamu sehat, kalau kamunya sakit saya bisa kewalahan urusin ICe skating sendiri " ledeknya sambil tertawa kecil.
setelah Sinta menghabiskan minumannya dhani mengantarkan Sinta pulang ke kosannya, Sinta menggunakan jaket yang dhani pinjam kan, sampai-sampai jaket itu dia bawa tidur.
nama vian perlahan memudar dalam fikirannya, Tergantikan oleh sesosok dhani yanng lebih cool dan lebih perhatian.
__ADS_1