
mobil berhenti di sebuah pagar hitam terlihat seseorang yang mereka kenal berdiri di luar gerbang, matanya penuh amarah tangannya mulai mengepal ketika melihat mobil dhani berhenti, dhani Dan sinta saling berpandangan
"vian" gumam sinta, rasa takut mulai dirasakan sepertinya vian sangat Marah, vian segera menghampiri mobil dhani Dan mengetuk jendela dengan kuat
"ke... lu.... ar....!!!!!!!! " teriak vian, sinta sangat takut mendengar suara vian, dhani memegang tangan sinta
"tenag aku yang urus " ucap dhani, ia membuka pintu mobilnya, Dan keluar menemui vian yang penuh dengan emosi
tanpa basa basi vian mengangkat kerah baju, dhani Dan melayangkan kepalan tangannya ke wajah dhani sehingga dhani tersungkur
"kurang ajarrrr beraninya lu bawa sinta pergi" teriak vian
sinta yang melihat vian memukul dhani segera keluar mobil Dan menghampiri dhani
"viannnnn" teriak sinta, orang yang lalu lalang melihat pertengkaran mereka, tak ada yang berani memisahkan
"Kenapa?!!?!! gak boleh aku pukul orang yang udah rebut kamu dari aku?!!!!! " teriak vian
"vian tenang dulu " ucap dhani, menghampiri vian
"tenang, tenang lu bilang? jauh jauh gua nyamperin sinta ke kosannya Dan ternyata sinta gak ada, gua tunggu sampai pagi dia masih belum pulang , terus gua di suruh tenang " teriak vian, sinta hanya menunduk malu... banyak orang yang memperhatikan mereka
"udah kita obrolin ini di dalam " ajak dhani menarik vian
"lepasinnnn, kenapa emang kalo disini?!!! " tanya vian dengan Nada tinggi
"malu yan, ayo kita obrolin baik baik " ajak dhani
"baik baik huh....apa yang bisa di omongin baik baik " ucapnya
sinta yang tertunduk malu berlari memasuki kosan
"ta sinta... " panggil dhani mengejar sinta
"itu itu yang kamu bilang aku bisa bahagia Sama dia" teriak sinta sambil menunjuk tangannya ke arah vian
"dia lagi emosi wajar ta.... " dhani berusaha menenangkan sinta
"yahh jelaas gua emosi, cowok mana yang nggak emosi lihat ceweknya berduaaan seharian Sama cowok lain " teriak vian
dhani segera menarik vian masuk, ke dalam
"yan lu bisa gak tenang dulu " teriak dhani, kesabarannya mulai habis melihat sikap vian
"gak, kenapa? ngapain aja lu semaleman Sama cewek gua ?!!! " tanya vian, sinta memandang vian dengan penuh kebencian, dia seolah enggan vian ada disini
"gua cuman ngobrol aja Sama sinta" jelas dhani
"cuman ngobrol? harus semalaman? " tanya nya sinis
"ta... jadi ini balasan kamu Sama aku? "
"pantas seharian aku hubungi HP kamu mati, aku khawatir aku fikir kamu kenapa kenapa, aku dateng ke kosan kamu Dan ternyata kamu gak ada, aku tunggu sampe pagi Dan aku lihat kamu datang Sama pria itu, kamu gak mikir perasaan aku gimana ?!!!!" ucap vian dengan Nada kesal, sinta hanya menunduk menangis,
__ADS_1
melihat sinta menangis ingin rasanya dhani memeluknya, tapi itu tak mungkin
"gak usah bentak bentak sinta, ini salah gua " ucap dhani, vian membalikan wajah nya ke arah dhani
"iya ini salah lu, lu udah buat sinta berpaling dari gua, " teriak vian sambil mengangkat kerah kemeja dhani, dhani hanya diam
"viannnn" teriak sinta, ia tak rela vian menyakiti dhani
"belain aja terus.... " teriak vian, suasan kosan men jadi panas untung saja penghuni kosan lain sedang tidak ada
"bisa gak gak usah kasar" teriak sinta menarik tangan vian yang masih mengangkat kerah dhani
"Okk Okk baik jadi ini yang kamu mau iya..., kamu mau kita putus?" teriak vian tepat di wajah sinta, membuat dhani semakin geram
"viann " teriak dhani, menarik pundak vian
"Asal lu tau ya, kita gak ada hubungan.... gua mencintai sinta, tapi gua sadar sinta milik lu, gua gak mungkin rebut sinta dari lu , tapi kalo lu memperlakukan sinta seperti ini gua bakal rebut sinta dari lu sekarang juga" ucap dhani persis di depan wajah vian
"gua gak Akan biarin lu rebut sinta dari gua " jelas vian menunjuk dhani
"asal kamu tau aja yan, dhani melepaskan aku buat kamu, dis percaya kamu bisa bahagiain aku, dia korbankan perasaannya, dia menghargai kamu, " jelas sinta, vian menghampiri sinta memegang tangan sinta
"terus kamu udah gak sayang aku lagi ta? " tanya vian, nadanya mulai menurun,
"entahlah yan, aku capek mau istirahat " ucap sinta menarik tangannya dari genggaman vian, membuat hati vian semakin sakit
dhani menghampiri vian
"ayo ikut gua " ajak dhani, tanpa kata vian mengikuti dhani menuju mobilnya, ia meninggalkan motornya yang terparkir di kosan sinta, mobil melaju kerah sebuah cafe yang tak jauh dari kosan sinta
"mau pesen apa? " tanya dhani pada vian
"apa AJ terserah lu " Jawab vian, masih dengan nadanya yang ketus
"mbakkk " panggil dhani pada pelayan cafe
"coffee late 2 ya " dhani memesan minuman untuk mereka
"baik mas, ada lagi? " tanya pelayan cafe
"itu dulu aja dewh " jawab dhani ramah, pelayan segera meninggalkan meja mereka, Dan membuatkan pesanan dhani
"muka lu berantakan gitu, gak tidur lu ya? " tanya dhani, vian hanya mengangguk lesu, dia masih mengingat tatapan sinta tadi, seperti Sudah tidak ada cinta dalam hatinya
"sorry sebelumnya, gua cuman mau ucapin perpisahan ama sinta, yah gua akuin gua cinta ama dia ,sangat cinta, begitupun sinta, tapi gua tau sinta punya lu, masih ada nama lu di hati sinta percaya itu " jelas dhani, vian tak menggubris ucapan dhani hatinya semakin sakit menyadari sinta mmencintai orang lain
"yan.... " panggil dhani
"hmmmmm" jawab vian
"lu gak usah Marah Sama sinta " suruh dhani,
"lu gak ngerti perasaan gua dhan? " ucapnya
__ADS_1
"yah gua pernah di posisi lu, sakit memang makanya sebisa mungkin gua mengalah, sebelum semuanya semakin dalam, lu tau gua resign dari kantor " jelas dhani, vian mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk,
"serius lu resign? " tanya vian kaget
"yahh.... gua gak mau cinta gua semakin dalam buat sinta, begitupun sinta, saat ini dia hanya mencari sesuatu yang gak ia dapetin dari lu " ucap dhani
"maksudnya? " tanya vian heran
"permisi ini pesanannya" seorang pelayan cafe membawa pesanan dhani, sehingga menghentikan pembicaraan mereka
"ohh iya baik makasi ya mbak " ucap dhani
"iya Sama -Sama " pelayan itu pergi meninggalkan meja dhani Dan vian
"maksudnya? " vian kembali bertanya
"yahh perlakukan sinta dengan baik, beri perhatian padanya,coba berusaha tahan emosi lu di hadapannya" jelas dhani, perkataanya begitu tegar padahal hatinya seperti tersayat
"jaga dia sebaik mungkin, jangan buat dia nangis " tambah dhani
"gak usah lu kasih tau, itu udah gua lakuin, tapi nyatany dia lebih tertarik Sama lu " suara vian terdengar sinis
"sinta cewek yang baik yan, kalau memang lu bener-bener cinta ma dia, lu jaga dia ambil lagi hatinya , " ucap dhani, vian memberikan senyuman yang sinis, dia merasa apa yang di bicarakan dhani hanya omong kosong
"baik...... kalau dia cewek baik dia gak Akan selingkuh " sahut vian
"itu salah gua yan" ujar dhani
"yahh itu salah lu, kenapa lu hadir buat sinta, lu kasih perhatian ke sinta disaat gua ada masalah Sama dia " vian segera memotong ucapan dhani menegaskan ini benar kesalahan dhani
"gua gak tau sinta udah punya pacar saat itu " jelaas dhani,
"tapi sekarang udah tauksn? " tanya vian kesal
"yah gua tau, makanya gua Akan ninggalin sinta, gua gak Akan ambil sinta dari lu " jawab dhani
"bagus deh, harusnya memang seperti itu " ketus vian
"lu jaga sinta baik baik, Inget jangan pernah buat dia nangis, kalo sampe itu terjadi gua Akan langsung rebut sinta dari lu " dhani meperingatkan vian
"gak usah ngancem, urusin dulu hati lu, jangan berani-beraninya lu deketin sinta lagi, dalam waktu dekat ini gua Akan langsung melamar sinta " jelas vian tersenyum sinis
mendengar ucapan vian, dhani mulai terbakar cemburu, jika mereka benar benar menikah Sudah tidak ada harapan lagi untuknya
"Okk di minum dulu coffee nya" suruh dhani, vian segera meminum cafe late yang dhani pesankan untuknya
"gua mau pulang, lu masih mau disini? " tanya vian
"ayo gua anter " ajak dhani
"gak perlu gua bisa naik ojek, ohh ya kapan lu pindah inget jangan pernah hubungin sinta lagi, kalau perlu blokir nomernya " ancam vian, dhani hanya mengangguk menerima kenyataan dia Sudah benar benar kehilangan sinta
"yaudah lu hati-hati inget jaga sinta, jangan lu sakitin sinta, " pesan dhani... akhirnya mereka berpisah, dhani masih duduk di cafe itu Dan vian bergegas menuju kosan sinta.
__ADS_1