My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 38


__ADS_3

*Di kantor Dhani*


Dhani masuk dengan wajah yang penuh senyum, dan begitu bersemangat,


"kreaaaakkkk" suara pintu terbuka


"lohhh kok lo disini? " tanya dhani, saat melihat Bastian berada di depan komputernya


"kan tugas gue belum kelar" jawabnya dengan lirikan yang mencurigakan


"Napa lo ngelirik gue begitu? " tanya dhani yang merasa tak nyaman dengan lirikan Bastian


"gue tuh bingung sama lo, mau lo apa sih bro" ucap Bastian menghampiri dhani


"maksud lo? " dhani mulai bingung dengan apa yang Bastian ucapkan


"jangan kira gue gak tau ya, lo nemuin cemceman lo kan itu.. si santi ehhh siapa gue lupa namanya" ucap Bastian seperti mengintrogasi dhani


"santi santi ..... sinta" kata dhani membenarkan ucapan Bastian


"iya itulah siapa, gue lupa lah... lo inget dong, lo udah punya Istri, udah punya anak... bukannya dia juga udah nikah?" dhani terkejut dengan apa yang di katakan Bastian, setau dia Bastian gak tau kalau dhani hari ini ketemu sinta

__ADS_1


"apa sih maksud lo.... Mana sini kertas yang harus gue tanda tangan" ucap dhani mengalihkan pembicaraan


"tunggu bro, gue tau kok tadi lo nemuin si sinta itu..... " Bastian menghentikan langkah dhani


"apa lagi sih bro.... " ucap dhani


"dhan ayolah.... bukannya lo udah move on, sampe kapan lo mau kaya gini?, pertemuan kalian tuh cuman nyakitin kalian doang, percuma gak akan Ada hubungan yang bisa terjalin di atas sebuah pernikahan " Bastian terus berusaha mengingatkan dhani dengan kata-kata nya yang sok bijak


"gue tau, tapi Kali ini jujur gue...gu..e kangen banget sama dia, dan ini kesempatan gue buat ketemu, please gue gak tau harus jelasin apa ke lo " ucap dhani sambil menjatuhkan tubuhnya di sebuah sofa


"gue tanya, dengan lo ketemu, berhubungan lagi apa bisa nyatuin kalian? apa lo gak fikirin perasaan sinta harus kembali melepas lo setelah bertemu lo?, bukannya itu malah nyakitin ya? " omongan Bastian mulai bisa di cerna oleh dhani, berapa Kali dhani memberikan Cinta namun berujung perpisahan dan inipun akan terulang lagi


"yaudah lo batalin pertemuan itu, bilang ternyata lo Ada rapat, abis itu lo blok nomernya dan inget jangan pernah berhubungan dengannya" Tegas Bastian


"jangan dong bro.... berlian udah di depan Mata, ya Kali gue buang gitu aja" ucap dhani


"berlian berlian pokoknya gue sebagai temen udah ingetin lo ya, gue gak mau denger apa-apa lagi tentang lo dan sinta.... gue heran ganteng doang tapi terlalu bucin" ucap bastian tak habis fikir dengan sikap sahabatnya itu


" bucin? apaan tuh.... gue taunya micin" ledek dhani


"budak Cinta.... udah bangkotan aja masih kaya ABG lo, inget umur bapak Ramadhani "

__ADS_1


"kata-kata dari mana tuh bucin bucin.... yang ada buncit kaya perut lo" ucap dhani sambil mengelus perut Bastian


"auuuu sial lo, gue masih normal gak usah lo pegang-pegang, emangnya gue cowok apaan? " canda Bastian sambil menirukan gaya seorang perempuan


"idiiihhh nazis.... " kata dhani melihat tingkah sahabatnya itu


"nihh lo tanda tangan.... " Bastian menyerahkan sebuah map yang berisi beberapa kertas yang harus di tanda tangani oleh dhani


"Okk udah..... " setelah selesai di tanda tangani dhani kembali memberikan map itu pada Bastian


"inget bro, status lo udah gak single lagi.... " ucap Bastian sambil menepuk pundak dhani


"iyeeee gue tau... udah lo tenang aja, yaudah gue cabut ya.... takutnya dia keburu pulang " ucap dhani bersiap-siap menemui sinta


"ohhh sinta.... sungguh kau buat aku menjadi Rama, yang tak henti mengejarmu" ledek Bastian sambil kembali ke meja kerjanya


"berisik lo..... " teriak dhani sedikit kesal dengan tingkah Bastian


"ohhhh ohhhh ohhhh" Bastian masih terus meledek dhani namun saat ini dia sudah meninggalkan ruangan dhani, hingga dhani tak bisa membalas ledekan bastian


Dhani hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu, kemudian ia bergegas menemui sinta.

__ADS_1


__ADS_2