My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 49 Dhani dan Vian


__ADS_3

"gue gak becanda Dhan.... gue heran ma orang Pinter napa jadi blo'on kalau soal hati" ucap bastian membuat chaca tertawa geli mendengar bastian kesal


"pokoknya cepet gue tunggu, gue udah mau masuk tol nih" ucap Dhani


"ya udah, lo jangan nelfon gue dulu, gimana caranya gue cari alamat kalau gue masih telfonan sama lo" ucap Bastian, akhirnya Dhani mengakhiri pembicaraan mereka, Dan bastian balik lagi menghampiri chaca


"tuh kan bos lo cha, bikin gue repot" ucap bastian sambil menunjukan ponselnya


"Hahahahaha.... yaudah gue telfon temen gue ya" Chacapun langsung menghubungi Tia, Dan Tia langsung memberikan alamat Sinta, mendengar Dhani mencari alamat sinta, Tia mencoba menghubungi sinta, namun ponselnya mati.


Setelah mendapatkan alamat sinta, bastian segera mengirimiakannya kepada Dhani, ia memberi pesan sahabatnya itu untuk tidak terlalu nekad mengejar sinta, karena posisinya sinta sudah bersuami.


Dhani memacu mobil bak seorang pembalap disebuah lintasan, hatinya di penuhi kekhawatiran tentang sinta, amarahnya begitu memuncak Kala ia teringat teriakan sinta tadi di telfon, perjalanan Bandung-Jakarta ia tempuh selama 2 jam, dan 1 jam di perjalanan mencari alamat sinta, untunglah tak sulit menemukan rumah Sinta.


ia parkirkan mobilnya di depan pagar rumah yang berwarna biru, ia lihat pagar sedikit terbuka, sebelumnya ia sudah bertanya pada warga sekitar untuk memastikan bahwa itu rumah Sinta...


Dhanipun masuk dengan perlahan, terdengar suara tangisan sinta dari dalam kamar, dan itu membuat Dhani semakin kesal, namun dia tau saat ini posisinya adalah tamu, Dhani mengetuk pintu beberapa Kali, hingga Vian keluar untuk membukanya


"wahhh hebat lo... bisa sampe sini"Vian memasang wajah sinis, sinta yang berada di kamar segera menghampiri suaminya itu, ia lihat Dhani, tak menyangka Dhani akan bisa menemuinya, Dhani sendiri hanya mampu memandang sinta dengan wajah yang penuh memar.

__ADS_1


" vian...udah gila lo ya... " ucap Dhani


"bukannya lo yang gila? bisa-bisanya lo masih ngurusin istri orang" ucap Vian dengan Nada tinggi, membuat beberapa tetangga keluar


"udah udah... masuk dulu malu sama tetangga, " sinta segera menarik vian dan menyuruh Dhani masuk, lalu ia segera menutup pintu agar tidak menjadi perhatian orang banyak


"ta... kamu gak papa? " Tanya Dhani, sinta masih saja menangis, kedua anak sintapun masih berada di kamar, ia begitu takut dengan kemarahan papahnya


"punya nyali lo kesini, segitu besarnya Cinta lo buat sinta? " Tanya vian sambil mendorong tubuh Dhani


"vian... udah vian... " sinta berusaha melerai amarah vian


"iya... gue memang Cinta banget sama sinta, dan gue gak bakal tinggal diem kalau lo memperlakukan sinta kaya gini, lo sebagai suami gak bisa seenaknyanya berbuat kasar sama sinta" Dhani mulai geram, tapi dia berusaha untuk tetap menahan amarahnya, seandainya posisinya bukan di rumah sinta, mungkin vian sudah habis dia hajar


"vian...... udah cukup, pak... ngapain bapak kesini sih...? ", sinta segera menarik tangan vian


" kenapa kamu seneng Cinta kamu terbalas?, dasar cewek murahan..." teriak Dhani, membuat kedua anak mereka berlari memeluk sinta


"mah... udah berantemnya... " ucap Nova.., Dhani hanya bisa diam melihat keadaan seperti ini, ia merasa bersalah karena masih menyimpan Cinta pada sinta

__ADS_1


"iya nak... iya...kalian masuk kamar dulu ya" ucap sinta menenangkan kedua anaknya


"vian... kita obrolin ini baik-baik, jangan pake emosi" ucap Dhani ia begitu tak tega melihat sinta dan kedua anaknya


"apa... obrolin apa lagi? " teriak vian


"udah lo tenang dulu, lo duduk dulu sini, gue mohon sekali ini aja, setelah ini gue bener-bener bakal pergi dari kalian" ucap Dhani... mendengar perhatian Dhani sinta seolah tak terima, ia menatap Dhani sambil menggelengkan kepalanya


"gak gue udah muak dengan sikap kalian berdua,lakuin aja yang mau kalian lakuin gue gak perduli" ucap vian dan langsung bergegas kekamar anak-anaknya


"kakak adik Ayo ikut papah... " teriak vian pada kedua anaknya


"gak kakak mau sama mamah... " teriak Nova


"adik juga" tambah Aldrich


"ayo cepet.... " vian memaksa kedua anaknya hingga mereka menangis, sinta segera menarik Nova dan Aldrich


"kalau kamu mau pergi, pergi tapi jangan bawa anak-anak, jangan paksa mereka, dari kemarin kamu pukulin aku, aku diam, aku tau aku Salah," teriak sinta sambil memeluk kedua anaknya, tangisan mereka pecah disitu

__ADS_1


"vian... tolong gue minta sekali lagi lo jangan kasar.... "ucap Dhani sambil menarik tangan vian,


" gak usah pegang-pegang..... gue muak sama kalian," ucap vian kemudian pergi meninggalkan sinta , Dhani dan anak-anaknya,


__ADS_2