
note : maaf sebelumnya baru sempat nulis lagi , karena banyak hal yang harus di kerja kan,
yuk sekarang lanjut baca episode berikutnya
cuaca bandung di pagi hari begitu cerah, vian bangun terlebih dahulu, sedang Sinta masih terlelap tidur
"kasian kamu, pasti capek" ucap vian, sambil mengelus rambut sinta, Dan mengecup keningnya
vian segera bergegas kekamar mandi, untuk membersihkan diri, badannya terasa lengket setelah semalam bergelut dengan sinta, sedang sinta masih belum bangun, maklum saja jam 03.00 pagi sinta baru saja terlelap.
setelah selesai vian segera menghubungi restaurant yang ada di hotel,memesan beberapa makanan untuk sarapan vian Dan sinta,
"sayanng " suara sinta lirih, dilihat vian yang sedang duduk di sofa kecil samping tempat tidur nya.
"pagi sayang..... " sapa vian, melihat istrinya yang baru saja bangun
"maaf ya, aku kesiangan... aku mandi dlu ya, nanti kita turun bt sarapan" ucap sinta, sambil beranjak turun dari tempat tidur nya
"gak usah turun, tadi aku udah pesenin orange juice sama roti bayar bt sarapan " jelas vian
"Okk baiklah, ya udah aku mandi dulu ya "sinta pun segera bergegas membersihkan tubuhnya, selang beberapa menit makanan yang di pesanpun datang, mereka menyantap sarapan mereka di dalam kamarnya
" abis ini lgsg check out ya " jelas vian
" Okk " jawab sinta
"kita langsung pulang ke jakarta? " tanya vian
"iya sayang, soalnya Lusa aku udah kerja, belum kita harus cari kontrakan " jelas sinta, vianpun hanya tersenyum sambil mengangguk
setelah selesai sarapan mereka bersiap untuk meninggalkan hotel Dan bergegas menuju rumah orang tua sinta
__ADS_1
*************************************
pagi hari di jakarta
setelah menikah vian Dan sinta tinggal di kosan sinta untuk sementara.
kehidupan rumah tangga mereka berjalan sangat manis, meski bayangan dhani masih blm hilang dari ingatan sinta, namun sinta selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk vian.
sampai akhirnya, setelah 3 bulan menikah sintapun hamil, kebahagiaan mereka semakin sempurna. sinta semakin membulatkan tekadnya untuk benar benar melupakan dhani.
pagi ini seperti biasa, setelah vian berangkat kerja, sinta mulai merapikan kamarnya, Dan bersiap siap untuk bekerja,
pukul 08.30 sinta bergegas menuju tempat nya bekerja, hari ini begitu berat ia rasakan, karna rasa mual Dan pusing akibat kehamilannya, namun sinta tetap berangkat kerja
"pagi... " sapa sinta ketika mmembuka pintu poker
"pagi bumil " ledek dara yang saat itu sudah berada di loker terlebih dahulu
"gimana kabarnya ta? " tanya dara
"yah gitu, mual ka... pusing " jawab sinta, sambil mengganti bajunya dengan seragam
"tapi kuat in charge sekarang? " tanya dara
"kuat ka heheh" jawab ya,
mereka segera menuju office untuk absene Dan in charge di meja masing2
baru saja sinta duduk terdengar dering telfon, sinta segera mengangkat telfon
"selamat pagi, dengan sinta ada yang bisa di bantu ?" tanya sinta di balik sambungan telfon
__ADS_1
"ta, ada telfon Dr bastian" jelas dara...
"ohh ywd ka, sambungin" jawab sinta, tak lama terdengar suara laki- laki di balik telfon
"pagi ta" sapa seorang pria, yang ternyata adalah dhani
"pak dhani... " suara sinta lirih
"kamu masih kenal suaraku ta? " tanya dhani
"kenal lah pak, bapak apa kabarnya? " tanya sinta, ada sedikit kebahagiaan dalam hatinya
"baik, kamu gimana? " dhani balik ber tanya
" yahh gitu.... " jawab sinta, membuat dhani bingung dengan jawaban sinta
"gitu gimana? " tanyanya heran
"he heh hehe" sinta hanya tersenyum
"ta masih mau ketemu aku gak? " tanya dhani, membuat sinta terkejut
"ketemu? untuk apa pak? tanyanya
" aku kangen ta, aku gk bisa gini terus" jelas dhani
"dhan.... " sinta tak bisa berkata apa-apa, perkataan dhani membuat hatinya semakin sakit, terlebih saat ini sinta sedang mengandung bush hatinya dengan vian.
"ta... please untuk yang terakhir kali" pinta dhani
"Okk jam makan siang, di cafe biasa" jawab sinta, dia tau perbuatannya salah, tapi sinta tak bisa menolak permintaan dhani
__ADS_1
" makasi ya ta.... " ucap dhani Dan segera mengakhiri telfon ya .