
Selama Sinta berada di rumah orangtuanya Dhani memutuskan untuk membuka Kamar Hotel yang berada tak jauh dari rumah sinta, dan itu tanpa sepengetahuan Vira, saat ini Dhani hanya ingin focus pada sinta, setelah itu baru ia akan memikirkan nasib Rumah tangganya bersama Vira.
terdengar dering telfon, saat Dhani berada di sebuah balkon Kamar hotel, dan ia segera mengambil ponselnya yang terletak di kasur, ia lihat ternyata Bastian
"Hallo....bas"
"bro.. lo cuti 3 Hari?, lo dimana? dari kemaren gue hubungin lo gak bisa, gue telfon Vira katanya dia juga gak tau,gimana hubungan lo sama Vira? jangan bilang kalian benar-benar mau bercerai ya....!!?!! " Bastian terus bertanya, tanpa mberikan kesempatan untuk Dhani menjawab, ia tau sahabatnya inilah yang menyatukan Vira dengan Dhani, dan Bastian gak mau sampai hubungan mereka Kandas, hanya Karna Cinta Lama yang belum usai.
"lo nanyain kabar gue, apa lagi introgasi sih... banyak amet nanyanya? " ledek Dhani
"abis lo gak bisa di hubungin, sekarang lo dimana?"
"gue di Bandung, udah lo tenang aja, masalah rumah tangga gue nanti gue urusin, yang penting lo handle dulu semua kerjaan gue" tawa Dhani, membayangkan betapa repotnya mengurus semua pekerjaan Dhani
__ADS_1
"****** lo, kerjaan lo numpuk, gue Bingung mau ngerjain yang mana, emang lo yee sahabat gak tau diri, lo yang ada masalah, gue yang di bikin repot, pokoknya gue gak mau tau, bulan depan gue Naik gaji" Dhani semakin tertawa puas mendengar semua keluhan bastian,
"gak usah ketawa lo... cepet balik, lama-lama di pecat lo sama pak bos" ucap bastian.
Mereka cukup Lama berbincang dalam sambungan telfon, Dhani menceritakan semua yang dia dan sinta lakukan, awalnya bastian sempet kecewa, tapi dia sadar Cinta itu murni tak bisa di paksakan, semakin kita mencoba menolak, rasanya semakin kuat, bastian menyerahkan semua keputusan pada Dhani, asalkan sahabatnya itu bisa bahagia.
*****************
Dikediaman sinta
Sinta dan Vian sepertinya sudah tak ingin bersatu, tak ada Jalan tengah yang bisa mereka ambil, padahal kedua orangtua sinta sudah berusaha membujuk sinta dan vian, orangtua Vianpun sudah berbicara pada sinta lewat sambungan telfon, namun sepertinya mereka masih keras kepala
"papah mah gak bisa bilang apa-apa lagi, kalau memang itu sudah menjadi keputusan kalian, tapi alangkah baiknya coba kalian fikirkan lagi.
__ADS_1
buat nak vian!!!!, biar untuk sementara waktu sinta di bandung dulu, barang kali setelah tenang kalian bisa merubah keputusan kalian" ucap ayah sinta
"iya tapi anak-anak ikut aku... "
"gak bisa, anak-anak harus disini sama aku, mana bisa mereka tanpa aku? " sinta semakin kesal dengan ucapan Vian
"emang kamu fikir anak-anak gak sekolah? pake otak kamu.... jangan mentang-mentang lagi jatuh Cinta, otak kamu juga gak di pake" ucapan Vian membuat sinta semakin kesal, dia terus menyindir tentang kesalahannya
"sudah....!!!!!!sudah....!!! aduh kalian ini, coba tenang , sudah nak vian anak-anak biar disini dulu, sekolah bisa izin 3 Hari, setelah itu papah akan Antar sinta pulang.. " Ayah sinta mencoba melerai Sinta dan Dhani yang masih adu mulut
"aghhhhh sekarang terserah kalian, Saya mau pulang....dari awal Saya udah bilang, Saya kesini gak akan menyelesaikan masalah, tapi mama dari tadi maksa Saya,Saya udah males terus debat sama sinta, percuma fikiran sinta tuh cuman ada Dhani, jadi mau kita ngomong apa aja gak akan masuk kehatinya, mending kalian panggil aja tuh si brengs*k Dhani, " ucap Vian, Orangtua sinta hanya bisa menggelengkan kepala, melihat sikap Vian yang keras kepala, tanpa melihat siapa yang dia ajak bicara saat ini.
akhirnya keluarga sinta mengizinkan Vian pulang,awalnya vian memaksa untuk Mengajak anak-anak,namun anak-anak tak kunjung datang hingga sore, dan Vian memutuskan untuk pulang sendiri, itu membuat sinta lega.
__ADS_1
********
makasi banget yang masih setia baca novelku, ... aku tuh bahagia liat coment kalian, semoga next bisa menyuguhkan cerita yang lebih seru ya.....