
sinta menuju rumahnya dibandung, untuk mempersiapkan kedatangan keluarga vian, sepanjang perjalanan sinta hanya memikirkan dhani, dia gak habis fikir kenapa dhani menyuruh bastia menemuinya ,
"bodoh banget sih tuh cowok " gumam sinta, ketika memikirkan dhani
hati sinta semakin tak karuan, besok vian akan melamarnya tapi sinta tak begitu yakin dengan keputusannya
"ta, yakinin yakinin" ucapnya sambil menarik nafas panjang
perjalanan jakarta bandung cukup memakan waktu lama, membuatnya sangat lelah, sinta berbincang sebentar dengan keluarganya, setelah itu ia memutuskan untuk beristirahat di kamar nya
"kangenn kamar ini " ucapnya merebahkan tubunya di sebuah kasur berukuran 120x200 dengan balutan seprai bunga berwarna biru
dering ponsel sinta membuatnya terpaksa harus bangun mmengambil ponsel di tasnya, di lihat vian
"Hallo ta" suara vian di balik telfon
"hey... aku baru sampai "
"ohh syukurlah, besok aku berangkat pagi dari sini "
"Okk, siapa aja yang Mau dateng?"
"orang rumah aja kok, sama pakde paling yah kira kira 2 mobil"
"ohh Okk "
"yasudah kamu istirahat, sampe ketemu besok"
"Okk kamu juga..."
sinta mengakhiri pembicaraannya, setiap kali vian telfon justru malah dhani yang terlintas di fikirannya, dia merasa hatinya tak bisa menerima vian seutuhnya, padahal sikap vianpun sudah jauh lebih baik.
*********************
__ADS_1
setelah mendengar cerita bastian kemarin dhani merasa semakin berat melepaskan sinta, sampai sampai hari ini dia izin tidak masuk Kerja, bastian juga bilang bahwa hari ini sinta pulang kebandung, untuk mempersiapkan kedatangan keluarga vian, sinta sama sekali tidak menghubungi dhani, sepertinya dia menepati janjinya untuk tidak mengganggu dhani, tapi justru membuat dhani semakin tak bersemangat, berulang kali ia melihat ponsel nya, berharap sinta menghubungi, namun hasilnya nihil, tak ada telfon maupun pesan dari sinta.
" ahhhh kenapa sih gua, padahal gua yang Mau sinta gak telfon,tapi kok gua ngerasa ada yang kurang "gerutunya kesal, rindunya semakin menjadi jadi
" ayolah dhan..... lo udah relain sinta, biarin dia bahagia sama vian" suara hati dhani memaksa untuknya lebih ikhlas
"aghhhhhhh" teriaknya kesal, sambil menjabak rambutnya, ada penyesalan yang ia rasakan, semua rasa cintanya hanya bisa di terpendam,rindunya semakin dalam, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, keputusan melepaskan sinta membuatnya semakin tak berdaya.
*****************
di kediaman sinta terlihat begitu sibuk, saudara mulai berdatangan, ada yang membantu memasak untuk hidangan, ada yang mendekor rang tamu dan ada beberapa yang hanya Mondar mandiri melihat suasana rumah sinta, sinta sendiri hanya terdiam memandangi semua orang yang ada di rumahnya, sesekali dia melihat ponsel berharap dhani menghubunginya, besok adalah acara lamarannya namun tak ada raut bahagia di wajah sinta, sehingga membuat ina kakak perempuannya menaruh curiga.
"ta.... " panggil ina
"iya ka... ' jawab sinta, yang saat itu sedang duduk di sofa ruang tamu
" udah kamu fikirkan baik baik? " tanya ina meyakinkan hati sinta yang saat itu sedang bimbang
"iya ka " jawabnya, ia tidak mungkin menceritakan masalah dhani pada kakaknya itu .
"yakin? " tanya ina ragu
"entahlah " jawab sinta, membuat ina semakin ingin bertanya , apa sebenernya yang terjadi
"sini ikut kakak " ajak ina, menarik tangan sinta sehingga terpaksa harus bangun dari kursinya
"Mau Kemana ka? " tanyanya heran...
ina membawa sinta kekamarnya
"duduk...!!!!!! " perintah ina, sintapun duduk di kasurnya
"ceritain sama kakak, sebenernya ada apa sama hubungan kalian? " tanya ina penasaran, yah hubungan vian Dan sinta sudah berjalan hampir 3 tahun, sehingga keluarga mereka sudah saling kenal Dan berhubungan baik
__ADS_1
"gak papa kok " jawab sinta mengelak
"jangan boong, kamu gak yakin sama vian?" tanya ina
"yakin " jawabnya, sinta tak ingin masalah ini menjadi panjang, sehingga dia harus berbohong pada kakaknya
"bener kamu sudah yakin dengan keputusan kamu ini?, " tanya ina semakin membuat sinta tertekan
"sebenernya, sinta ragu ka.... " jawabnya lirih
"kenapa? kamu punya pilihan lain selain vian? " tanyanya hati hati, sinta hanya mengangguk malu...
" hadeh ta,.... siapa cowok itu? " tanya ina
"namanya dhani, kita dulu satu kerjaan, hanya beda divisi, tapi dhani udah pindah.... gak tau dimana" jelas sinta
"terus.. kamu masih berharap yang gk pasti?, " tanya ina kesal
sinta menggelengkan kepala, ntahlah dia sendiripun tak ingin yang tak pasti, tapi saat ini hatinya lebih condong pada dhani
"nahhh perasaan kamu ke vian gimana? masih cintakan? " tanya ina,
"masih kayanya " jawab sinta membuat ina semakin mengrenyitkan Dahinya
"kayanya? " tanya ina
"gak tau deh ka, jalanin ajalah" jawab sinta, dia sebenernya malas membahas perasaan ya sendiri, saat ini dia hanya memuruti perkataan dhani untuk tetap bersama vian meski hatinya tidak 100 persen menerima
"ta, pernikahan itu bukan hal yang mudah loh, yang pake cinta 100 persen aja bisa gagal apa lagi yang gak , besok keluarga vian Mau dateng, malam ini kamu istikhoroh biar kamu gak salah ambil keputusan " ucap ina, sambil memegang pundak sinta, membuat sinta tertunduk , batinnya seakan ingin menolak tapi apa daya, dia tak ingin melukai pria yang telah menjalin cinta selama 3 tahun denganya
"iya ka " jawabnya...
"fikirin mateng - mateng jangan sampe kamu menyesal" pesan ina, lalu meninggalkan sinta dengan kebimbangannya
__ADS_1
"seandainya bisa ka " gumam sinta, yahh bagaimana pun dia tak mungkin menolak lamaran ini, bukan hanya vian yang akan tersakiti tapi keluarganya, Dan keluarga sintapun akan kena imbasnya.