
Radi pun mengiyakan ajakan Aria lalu menghampiri Aria di warung makan,
Mereka bertemu di warung makan.
Radi menghampiri Aria,,
" Ah sial sorry Ar, gue kehilangan Yasmin!" ucap Radi.
" udah tenang dulu, tenangkan dulu diri elu Rad, makan dulu, nanti kita cari sama-sama, mungkin Yasmin sedang nyari makan." ucap Aria
" bagaimana lu bisa setenang itu sih Ar?" tanya Radi.
" Y,ya hanya firasat gue aja Rad, gue gak mau berpikir negatif tentang Yasmin." jawab Aria.
" gue pesankan, lu mau makan apa?" tanya Aria.
" gue mie ayam aja Ar," jawab Radi.
Aria memesan makan buat Radi, tidak lama berselang makanan pun jadi.
Setelah mereka kenyang, Aria pun mengajak Syifa dan Radi mencari Yasmin, dan mereka bertiga pun pergi.
( Hari sudah sore menjelang gelap)
" sial tidak ada tanda-tanda kalau gue akan menemukan mereka berdua!" gumam Aria.
( Aria mulai panik)
" ahh gimana ini, Yasmin kemana sih, gue telponin enggak di angkat". ucap Radi.
" Tenang Rad, elu terlalu panik, tenangkan dirimu." jawab Aria.
" woy, gimana gue mau tenang, Yasmin menghilang dari kita nyampe kesini, sekarang sudah mulai gelap tapi kita belum menemukannya, kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Yasmin, apa yang harus kita katakan kepada orang tuanya." bentak Radi.
" ahh iya gue benar-benar bodoh, seolah-olah gue merasa tenang, tapi gue juga enggak bisa ngebiarkan Yasmin pergi dengan seseorang yang enggak gue kenal di tempat seperti ini, ah gue memang bodoh, kalau tau mau seperti ini, mungkin gue tadi menghentikan mereka berdua". pikir Aria.
" Sini ikut gue,". ajak Aria kepada Radi.
( Mereka pergi ke suatu tempat).
Mereka tiba di tempat Camp mbak Ania.
" hoyy kamu masih disini Aria? " tanya Mbak Ania
" lho kok, Radi juga ada,, Yasmin kemana kok enggak ikut?" tambah mbak Ania.
" jj,j,justru kami sedang mencari Yasmin mbak, dia menghilang dari tadi siang,, apa mbak Ania melihat Yasmin? " tanya Radi.
" kita juga udah menelponnya, tapi tidak di angkat, kami sangat khawatir mbak. " imbuh Radi
" Aku tidak melihatnya, malahan aku tidak tahu Yasmin pergi ke gunung ini,,, Ahh kalian ini sembrono nya, membiarkan Yasmin hilang." jawab mbak Ania ( dengan wajah gelisah).
( Aria, Radi, dan Syifa hanya bisa tertunduk dengan ucapan Mbak Aria).
Syifa menarik baju Aria dengan raut wajah ketakutan.
" hehh" Aria berbalik ke arah Syifa.
" mbak Ania, apa lelaki teman mbak Ania udah balik kesini lagi?" tanya Aria.
" ahh belum, memangnya kenapa kamu nanyain Raiga?" tanya balik mbak Ania.
" ahh sialan!" ucap Aria ( membanting Tasnya).
__ADS_1
" Rad, tolong jaga Syifa, gue mau mencari Yasmin". ucap Aria ( pergi).
Radi menarik bahu Aria,
" elu mau kemana, gue juga mau mencari Yasmin." ucap Radi
( Aria menyingkirkan Tangan Radi di pundaknya dengan kasar, dan membentak Radi)
" sudah gue bilang, elu tinggal disini jaga Syifa, biar gue yang mencari Yasmin, paham gak lu?" bentak Aria.
" apa yang elu pikirkan bang**t!" Radi emosi.
" sudah jelas-jelas gue khawatir sama Yasmin, dia tanggung jawab gue" tambah Aria ( Radi memegang kerah baju Aria).
" hey apa yang kalian lakukan, bukaan saatnya untuk berantem." teriak Mbak Ania.
(Aria memalingkan wajahnya dari tatapan Radi, dan menyingkirkan tangan Radi di bajunya, dan mecoba meredakan emosinya sendirian di bawah pohon pinus).
Syifa dan Ania mencoba menenangkan Radi yang tersulut emosi oleh Aria.
" apa-apaan coba, dia yang nyuruh gue tenang, malah dia sendiri yang bertingkah aneh begitu." ucap Radi dengan marah.
" sabar-sabar," ucap Mbak Ania menepuk pundak Radi.
" Iya kak tenang jangan terbawa emosi seperti kak Aria, mungkin kita bisa mengandalkannya siapa tahu kak Aria sudah menemukan petunjuk untuk menemukan kak Yasmin." ucap Syifa.
Setelah emosi mereka berdua mereda, Aria menghampiri mereka bertiga,
" gue tetap mau mencari Yasmin sendirian, ada sesuatu yang harus gue pastiin, kalian tunggu saja disini." ucap Aria
( Radi yang sedang duduk tidak menoleh ke arah Aria)
" hey Syifa, kamu juga menyadarinya kan yang terjadi tadi siang?". Tanya Aria kepada Syifa dan pergi mencari Yasmin seorang diri.
" apa yang di maksud dengan Aria, kamu menyadari apa Syifa?" tanya mbak Ania
" kakak tahu kan, tadi ada seseorang yang membawa pergi teman kakak, aku dan kak aria sudah menyadari cewek itu adalah Kak Yasmin." ujar Syifa.
" ahh ternyata begitu yaa, aku tidak menyadarinya." ucap mbak Ania.
( Radi hanya terdiam dan mendengarkan percakapan Syifa dan Ania).
( di tempat Yasmin)
Keadaan sudah malam, Yasmin yang tengah dudu di kursi dan menatapi bintang di langit, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya sambil mengatakan,
" Ayo pulang!" ucap orang itu.
" ah!" Yasmin kaget melihat ke arah orang itu, Aria telah menemukan Yasmin.
" Aria!" ( dalam hati Yasmin).
" tu,tu, tunggu dulu Aria!" Ucap Yasmin ( sambil mencoba melepaskan genggaman Aria).
" maaf telah membuatmu menunggu lama Yasmin," seseorang berbicara kepada Yasmin.
Aria dan Yasmin melihat ke arah orang itu, Raiga,
" breng**k!" Aria mencoba memukul Raiga.
" Aria jangan!" Yasmin menarik tangan Aria.
" Ada apa ini?" tanya Raiga.
__ADS_1
" kamu kan lelaki yang tadi bersama Ania." tambah Raiga.
( Aria menatap Raiga dengan penuh Emosi).
" Aria tenang dulu, dengarkan Yasmin Aria!". bentak Yasmin yang memegangi tangan Aria.
Akhirnya mereka bertiga pun duduk, dan Aria pun terlihat tenang.
" Aria, ini bukan yang seperti kamu pikirkan, Yasmin dan Raiga tidak pacaran, kita hanya berteman." jelas Yasmin.
( Aria melamun sambil mendengarkan Yasmin).
" maaf yaa, selalu membuat Aria khawatir, maaf untuk semuanya yang telah Yasmin lakukan, tidak ada yang bisa menggantikan Aria di hati Yasmin, Yasmin tau Aria sangat peduli dengan Yasmin." ujar Yasmin kembali.
" Aria yang paling mengerti Yasmin, Yasmin juga tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membalas kebaikan Aria." ucapnya.
( Aria melamun sambil mendengarkan Yasmin).
" maaf yaa, selalu membuat Aria khawatir, maaf untuk semuanya yang telah Yasmin lakukan, tidak ada yang bisa menggantikan Aria di hati Yasmin, Yasmin tau Aria sangat peduli dengan Yasmin." ujar Yasmin kembali.
" Aria yang paling mengerti Yasmin, Yasmin juga tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membalas kebaikan Aria." ucapnya.
" Untuk sekarang Yasmin ingin penyembuhan hati dulu, jadi Yasmin mohon kepada Aria, untuk meninggalkan Yasmin dan Raiga disini." sambung Yasmin.
" Ap,apa maksudnya?" tanya Aria.
" ( Yasmin menggelengkan kepala), Jangan khawatir, Raiga bukan orang yang jahat kok, dia tidak akan berani menyentuh Yasmin,,, karena sekarang dia tahu, kalau dia berani macam-macam sama Yasmin, Aria adalah orang yang pertama menghukumnya." jelas Yasmin.
( Aria melirik ke arah Raiga, Raiga tersenyum kepada Yasmin).
" baiklah, aku mengerti, tapi untuk kamu ( Aria menunjuk ke Raiga), siapapun elu, mau elu anak pemilik perusahaan tempat gue kerja kek, atau siapapun yang berani macam-macam dengan Yasmin, gue tidak akan mengampuninya." tegas Aria.
" jangan lama-lama, aku menunggu di tempat Camp mbak Ania." ucap Aria meninggalkan Raiga dan Yasmin.
( Yasmin dan Raiga )
Sambil menatap langit dengan tatapan kosong, Raiga mengajak ngobrol Yasmin.
" kamu sangat beruntung Yasmin, kamu mempunyai seseorang yang sangat peduli denganmu." ucap Raiga.
( Yasmin melihat ke arah Raiga)
" bukan seorang saja, tepatnya dua orang, karena, ada seseorang lagi yang sangat peduli kepadaku,,, dan mungkin, dia akan lebih merepotkan dari Aria jika kamu bertemunya nanti," ucap Yasmin.
" ehh begitu yaa, sekarang aku sangat mengerti mereka, bagaimana ada seseorang yang ingin di lindungi,,, aku jadi iri sama mereka, karena orang yang di lindungi nya pun menyayangi mereka." terang Raiga dengan wajah sedih memandangi langit.
" Apa yang kau maksud dengan orang yang di lindungi menyayanginya?" Tanya Yasmin penasaran.
( sambil tersenyum memandangi langit, Raiga menceritakan kisahnya kepada Yasmin).
Raiga dan Yasmin pun ngobrol panjang lebar tentang kehidupannya masing-masing.
( di tempat Camp Ania)
Aria yang sudah menemukan Yasmin menceritakan semuanya.
2 jam berselang Raiga dan Yasmin datang...
" srekkk,srekk,sreek" Radi berlari kencang.
" plak!" Radi memukul Raiga.
Yasmin melerai Radi, dan memeluknya dari depan.
__ADS_1
" Sudah Radi hentikan, maafkan aku," Yasmin menahan Radi sambil menangis.