
" sialan si Raiga ini, mentang-mentang dia anak pemilik PT. Reecorp ini, dia melihat gue dengan tatapan begitu,,, yaaa gue juga enggak bisa apa-apa sekarang." gumam Aria dalam hatinya.
Raiga meninggalkan Hara sambil mengatakan,
" Hara, Hara, aku tidak mengerti keinginanmu." ucap Raiga berjalan meninggalkan Hara.
"Sebenarnya apa hubungan Hara dan Raiga?"
"Kenapa juga sikap Hara sangat dingin kepada Raiga?.. padahal Raiga adalah orang terhormat disini, tapi bisa-bisanya Hara mengacuhkan Raiga."
"Sebenarnya siapa Hara ini?" Aria sedang bertanya-tanya dalam hatinya.
" hey Aria, kamu bisa langsung pulang, biar aku yang memberikan berkas ke atasan." ucap Hara kepada Aria.
" ohh, siap." jawab Aria.
( Aria di kostan nya)
" jam segini udah pulang, sebenernya gue mau lebih lama lagi sama Hara, tapi apa daya, dia hanya teman sekantor gue, jelas waktu gue dan Hara cuma di kantor." gumam Aria sambil melihat HPnya.
"Yasmin dan Radi pasti belum pulang, sial gue harus kemana buat mengisi waktu luang gue" gumamnya lagi.
Aria akhirnya keluar sambil mengisi waktu luangnya, dia jalan-jalan mengelilingi pusat kota sekalian membeli persediaan bahan masakan untuk di kost nya.
Malam sudah tiba dan Bahan masakan pun sudah Aria dapatkan, Aria menuju arah pulang, tiba-tiba ada mobil yang berhenti tidak jauh dari tempat Aria berjalan.
Raiga keluar dari dalam mobil itu,
" ihh Raiga!" dalam Hati Aria.
( Aria pun bersembunyi )
Seseorang lainnya keluar dari mobil Raiga,,
" ehh.. Jaket itu? " Aria melihat orang yang mengenakan Jaket miliknya.
" Hara?" gumam Aria lagi.
Aria mengikuti Hara dan Raiga, mereka pergi makan, dan berbelanja.
Setelah hampir 2 jam mengikuti Hara dan Raiga, mereka masuk ke sebuah penginapan,,;
" A,Apa yang akan mereka lakukan di tempat seperti ini?"
"tempat ini kan untuk orang yang berpacaran." pikir Aria.
" apa mereka akan melakukan?" Aria berpikir hal negatif.
"ahhh enggak, enggak, Hara tidak mungkin melakukan itu,, tapi tidak menutup kemungkinan juga mereka akan melakukannya, secara mereka berdua masuk ke tempat seperti ini." pikir Aria lagi.
Tidak lama Raiga keluar sendirian,,;
Aria kembali bersembunyi dan mengikuti Raiga lagi, Raiga masuk kedalam mobilnya dan pergi.
" ehh dia pergi..."
__ADS_1
"Bagaiman dengan Hara?... Dia ditinggal sendirian." gumam Aria
Aria melihat jam di HPnya,,,;
" woaahhh sialan, sudah jam ½ 12!"
"gue keasyikan mengikuti mereka sampai-sampai gue lupa waktu, sial mana gue belum makan lagi,"
"wahh makanannya udah dingin." gumam Aria sambil bergegas pulang.
Aria tiba di kamarnya, Makan, dan Membereskan tempat tidurnya.
Aria pun rebahan dan melihat jam di HPnya.
" sial jam 1, gue harus cepat-cepat tidur!" gumam Aria
Saat Aria memejamkan matanya, Aria teringat Hara dan Raiga yang memasuki penginapan,
" Apa yang di lakukan mereka yaa?"
" yang gue ingin ketahui hubungan mereka, dan kejadian di pantai itu, gue benar-benar enggak mengerti, kenapa Hara tidak berterus terang saja pada gue." gumamnya.
" ahh Yasmin, apa Yasmin tahu bahwa Hara dan Raiga itu saling kenal,,, ohh tidak, Yasmin selalu marah ketika gue membahas Hara, apalagi membahas soal Raiga, gue pasti akan kena pukul."
" Apa gue langsung tanya sama Hara aja yaa?" gumam Aria.
Akhirnya Aria mencoba mengirim pesan kepada Hara,
" menulis pesan...." lalu membatalkannya.
" menulis pesan...." lalu membatalkannya.
" menulis pesan...." lalu membatalkannya.
( waktu menunjukan jam 7 pagi)
" Ya tuhan, apa yang terjadi?"
"Kenapa sampai segini nya gue mikirin si Hara." dalam hati Aria.
Aria melamun dengan mata panda nya, karena belum tidur semalaman,, dan sekarang dia harus berangkat kerja.
( Di kantor)
Aria masuk ke ruangan kerja dengan badan lemes,, Hara sudah ada di kantor, dan menyapa Aria,
" hai Ari...."
" waaaa kenapa, ap,apa yang terjadi denganmu?" tanya Hara kaget melihat wajah Aria.
Aria yang berwajah pucat dan mengeluarkan aura negatif.
" Kamu kenapa Aria?... Apa kamu sakit?" Hara mengecek panas di leher Aria.
" hmmm, biasa saja, tidak panas!" ucap Hara lagi.
__ADS_1
Hara memberikan botol minum kepada Aria, Aria hanya terdiam.
" sial, gue harus bertanya sesuatu kepada Hara, apa yang dia sembunyikan selama ini." gumam Aria.
" bzteettttt" bel berbunyi tanda waktu kerja sudah di mulai.
Hara dan Aria mengerjakan pekerjaannya masing-masing, suasana di ruangan sepi, tanpa ada pembicaraan, Hara yang sedang fokus dengan pekerjaannya, dan Aria yang terkantuk-kantuk mencoba menahan dirinya untuk tidak tidur.
" aku mau keluar dulu, ada sesuatu yang harus aku ambil." Hara mengambil sesuatu berjalan keluar.
Aria yang sudah tidak bisa menahan ngantuk nya menempelkan kepalanya di meja, sampai dia tidak mengingat apapun lagi ( Tidur )...
tiba-tiba ada yang memanggil Aria,
" heyy Aria, Aria, hey bangun!" ucap seseorang.
Aria membuka matanya, dan melihat Hara di sampingnya.
" waah Hara!" ucap Aria kaget.
" ahh sial, gue sedang kerja, bisa-bisanya gue ketiduran begini!" gumam Aria sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.
" jadi,, Sebenarnya apa yang terjadi, hingga kamu bisa tertidur pulas begini?" Tanya Hara tersenyum.
" maaf, aku semalam kurang tidur." jawab Aria.
" enggak biasanya, jadi apa yang membuat kamu kurang tidur?" tanya Hara lagi.
" ahh, gue enggak mungkin bilang kepada Hara, alasan gue enggak tidur adalah memikirkan dia." ucap Aria dalam hatinya.
" ak, aku hanya melihat pertandingan bola!" jawab Aria.
" ohh begitu yaa, lain kali jangan terlalu sering tidur malam, enggak baik juga buat kesehatan kamu, apa lagi hari kerja begini. ujar Hara.
Aria hanya mengangguk.
" ini aku bawakan makan siang mu." Hara menyodorkan makanan kepada Aria.
" ma,makan siang" Aria melihat jam, dan sekarang sudah jam ½ 4..."
" waaa ternyata tidur gue ketiduran cukup lama!" dalam Hati Aria.
Aria panik mengecek komputernya ternyata berkas di komputernya sudah tidak ada,dia menoleh ke arah Hara.
Hara tersenyum lebar sambil menunjukan USB milik Aria.
Aria menarik Nafas panjangnya.
" ahh, lagi-lagi gue melakukan hal ceroboh di depan Hara!" gumam Aria menyenderkan tubuhnya di kursi.
" ma,maaf Hara aku merepotkan mu lagi". Ucap Aria kepada Hara
Hara tersenyum dan membereskan berkas dan mengatakan,
" sudah,, sekarang kamu makan dulu, kamu belum makan siang." ucap Hara.
__ADS_1