My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Kejutan dari Yasmin.


__ADS_3

Srekk,srekk,srekk Hara berlari sambil melotot panik di lorong rumah sakit, Hara menghampiri Yasmin yang sedang duduk tertunduk memegangi wajahnya.


"Bagaimana keadaan Aria?" tanya Hara.


Yasmin tidak menghiraukan pertanyaan Hara, dia masih tertunduk seperti berdoa agar luka yang di alami Aria tidak serius.


Hara duduk di kursi sebrang Yasmin, Hara sangat panik sehingga tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar.


Clekkk, Dokter keluar dari kamar Aria, Yasmin langsung beranjak dan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan Aria dok?" tanya Yasmin.


Dokter itu tersenyum kepada Yasmin.


"Dia baik-baik saja, lukanya pun tidak serius, dia hanya kaget saja." terang Dokter itu.


"Bisakah aku melihatnya?" tanya Yasmin lagi.


Dokter itu mempersilahkan Yasmin masuk, Hara berjalan mengikuti Yasmin.


Aria masih belum siuman, Kepalanya di perban bekas pukulan kursi besi itu.


Dan Aria masih terbaring di kasur.


Yasmin menghampiri Aria, dan duduk di kursi sebelah ranjang Aria.


Hara pun ikut masuk ke dalam kamar Aria, kembali, Yasmin tidak memperdulikannya.


"Aria..." ucap Hara lirih sambil memandangi Aria.


Tangan Aria yang di pegang Yasmin bergerak, perlahan Aria membuka matanya, dan menatap langit-langit kamar rumah sakit.


"Hara.." ucap Aria pelan.


Aria mengingat kejadian di dalam restoran.


Aria pun beranjak bangun dan duduk sambil berteriak.


"Hara..." teriak Aria.


Aria melihat ke arah kanan dirinya, Aria melihat Hara yang sedang berdiri menatap sedih Aria.


"Hara.." teriak Aria lagi.


Yasmin yang sedang memegang tangan Aria hanya bisa melotot kecewa, padahal yang paling dekat dengan tubuh Aria adalah Yasmin dan sedang bersentuhan dengan Aria.


Tetapi, Aria malah mencari Hara yang jaraknya jauh dari Aria.


"Aria.." tatapan Yasmin sangat kecewa.


Aria melepaskan tangannya dari genggaman Yasmin, dan turun dari ranjangnya untuk menghampiri Hara.


"Ughhhh.." Aria memegang kepalanya, dan bersandar kembali di ranjang.


Hara berlari menghampiri Aria, dan membantu Aria untuk duduk kembali.


"Jangan memaksakan diri Aria.." ucap Hara.


Brukkkk, Yasmin menghentakkan tangannya ke kasur, lalu berjalan menghampiri Aria dan Hara.


Yasmin memegang tangan Hara, lalu menariknya berjalan keluar kamar Aria.


Aria yang kepalanya terasa pusing tidak menghiraukan Hara dan Yasmin, Aria hanya bisa memegangi kepalanya yang sangat pusing.


"Sial,, sakitnya.." ucap Aria memegangi kepalanya.


***


Beberapa menit berselang Yasmin kembali masuk, dan menghampiri Aria.


Aria yang sudah baikan, dan rasa pusingnya telah hilang menatap Yasmin yang berjalan menghampiri Aria.


Yasmin terlihat sangat mengkhawatirkan Aria.


"Yasmin, mana Hara?" tanya Aria.


Plakkkk, Yasmin menampar Aria, dan Yasmin menangis.


"ughhh,, Kenapa kamu menamparku Yasmin?" tanya Aria heran.


"Wahhhh, kenapa kamu menangis Yasmin?" tanya Aria panik.


Aria menjadi panik melihat sahabatnya itu menangis.

__ADS_1


"Hey Yasmin, kamu kenapa?"


"Padahal yang terluka itu aku, kenapa kamu yang menangis?" tanya Aria.


"Justru itu Aria.." teriak Yasmin.


Brukkkk, Yasmin duduk di samping Aria sambil memegangi wajahnya.


"Justru itu yang membuat Yasmin menangis."


"Yasmin sangat khawatir dengan Aria,." ucap Yasmin.


"Gara-gara Yasmin memaksa Aria kesini, Aria jadi terluka begini." tutur Yasmin.


Aria terkejut, Kemudian tersenyum memegangi kepala Yasmin yang sedang tertunduk itu.


Aria menghela nafasnya, dan mengelus-elus kepala Yasmin.


"Sudahlah aku sudah tidak apa-apa."


"Sekarang yang terasa sakit bekas tamparan mu Yasmin." terang Aria.


Yasmin langsung cemberut menatap Aria.


"Itu karena Aria yang bodoh.."


"sudah jelas-jelas Yasmin yang berada di dekat Aria, tapi Aria terus mencari Hara."


"Yasmin tidak terima itu." ucap Yasmin memalingkan badannya membelakangi Aria.


Aria tersenyum melihat Yasmin yang sedang ngambek, dan menggoda Yasmin.


"Hmmmm, ada yang cemburu ceritanya." goda Aria.


"Tidak, Yasmin tidak cemburu.."


"Tidak ada gunanya cemburu dengan orang bodoh seperti Aria." sela Yasmin.


Aria memegang pundak Yasmin dan membalikan badan Yasmin agar menghadap Aria.


"Apa.." sahut Yasmin melotot cemberut.


Aria menarik napas panjangnya, dan mengeluh kepada Yasmin.


"Kamu ini..." Aria mencubit pipi Yasmin.


Kepala Yasmin bergerak kesana-kemari karena pipinya sedang di cubit gemes Aria.


Yasmin melihat pipi Aria yang sangat merah bekas tamparannya, dan Yasmin memegangi pipi Aria.


"Apa ini masih sakit Aria?" tanya Yasmin.


Aria menganggukkan kepalanya dan pura-pura sedih.


"Apa perlu Yasmin obati?" tawar Yasmin.


Aria yang masih pura-pura merasa kesakitan menganggukkan kepalanya.


Tanpa basa-basi Yasmin langsung merangkul dan menarik kepala Aria.


Plokkkk, bibir Yasmin nempel di pipi merah Aria yang di tampar oleh Yasmin.


Aria sangat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Yasmin, wajah Aria memerah sambil melotot.


Bibir Yasmin yang menempel di pipi Aria terasa begitu hangat, dan Yasmin masih men*ium pipi Aria.


Yasmin melepaskan bibirnya dari pipi Aria.


"Sudah Yasmin obati." ucap Yasmin memalingkan pandangannya ke arah lain.


Aria masih melotot tidak percaya apa yang di lakukan oleh Yasmin.


Aria menatap wajah Yasmin yang berwarna merah malu itu.


"Yasmin..." ucap Aria sambil memegangi pipi bekas ci*man Yasmin.


Di sisi lain, Hara yang masih berada di sekitar kamar Aria terlihat tertunduk sedih mengeluarkan Aura negatif.


Sambil mengepalkan tangannya, dia mengatakan sesuatu.


"Dia sangat lancang sekali..." gerutu Hara melamun membelakangi Aria dan Yasmin.


**

__ADS_1


Aria dan Yasmin di kamar keduanya kelihatan gugup, sejak kecupan yang di berikan oleh Yasmin kepada Aria mereka mendiamkan satu sama lain.


Clekkkk, Dokter datang menghampiri Aria.


"Sudah sadar ya."


"Apa masih pusing?" tanya Dokter tersebut.


Aria mengatakan kepada dokter itu, bahwa Aria sudah sehat sedia kala, dan dia ingin segera pulang.


Dokter tersebut mengecek lagi keadaan Aria, dan Aria di ijinkan untuk pulang.


Aria dan Yasmin berjalan menuju ruang pembayaran, dan mengecek Namanya di daftar.


"Ehh, sudah di bayar?" Aria keheranan.


Orang yang berjaga di ruang pembayaran itu menunjuk seseorang yang sedang berdiri di luar, sambil menatap Hujan yang sangat deras.


"Hara..." ucap Aria.


Aria lalu melihat ke arah Yasmin, tetapi Yasmin langsung memalingkan wajahnya yang cemberut, mengisyaratkan tidak suka Aria menatap Hara.


Aria dan Yasmin berjalan menghampiri Hara yang sedang berdiri itu, dan Hara melihat kepada Aria dan Yasmin.


"Hujannya sangat deras." ucap Hara tersenyum.


Aria menganggukkan kepalanya, dan tidak bisa menyentuh Hara karena ada Yasmin di sampingnya.


"Gue ingin memastikan keadaan Hara."


"Gue Harap tidak Hara tidak terluka." gumam Aria.


Aria hanya bisa terdiam dengan situasi saat ini, keinginannya untuk mendekati Hara tertahan oleh Yasmin yang sedang bersama Aria.


"Tidak mungkin untuk kalian pulang larut malam begini, apalagi hujannya sangat deras." ucap Hara.


Yasmin yang masih tidak menatap Hara menjawab pertanyaan Hara dengan ketus.


"Tidak apa-apa, lagian kita akan mencari penginapan untuk hari ini." jawab Yasmin.


Aria langsung terlihat panik, dengan jawaban yang di berikan Yasmin kepada Hara.


"Wahhhh, bahaya, Yasmin apa yang kamu katakan." gumam Aria panik.


Sambil tersenyum dan mengangkat tangannya ke arah Yasmin, Hara dengan santai berkata,,


"Aku sudah mempersiapkannya kok,"


"Tenang saja."


"Ini juga sebagai ucapan terimakasih ku kepada Aria yang telah menyelamatkanku." ucap Hara yang tersenyum.


Hara mengajak Aria dan Yasmin bergegas, ternyata Hara membawa mobil pribadi dan mengajak Aria dan Yasmin kembali ke restoran itu.


**


Mereka sudah sampai di restoran tersebut, Hara mengajak Aria dan Yasmin ke tempat yang sudah Hara siapkan.


"Silahkan masuk." ucap Hara membuka pintu.


Aria melihat 4 kamar berada di ruangan itu, dan mata Aria terlihat sangat kagum.


"Gila, Hara memang orang kaya."


"Gue merasa sangat tertekan berpacaran dengannya." gumam Aria.


"Silahkan pilih kamar sesuka kalian, semuanya kosong kok." terang Hara.


Hara meninggalkan Aria dan Yasmin, Aria yang sedang mencari cara untuk bisa berbicara dengan Hara mencari alasan kepada Yasmin.


"Yasmin aku mau ke toilet dulu." ucap Aria berlari mengikuti Hara.


Aria yang berlari menahan tangan Hara, dan menempelkan tubuh Hara di badan Aria.


"Apa kamu tidak apa-apa Hara."


"Aku sangat khawatir denganmu." terang Aria.


Hara yang tidak memandang Aria pun melepaskan pelukan Aria, dan menjauh dari Aria.


"Sebaiknya kamu istirahat."


"Akan merepotkan jika Yasmin tahu kita berduaan begini." terang Hara yang tertunduk meninggalkan Aria.

__ADS_1


Aria pun panik dengan sikap Hara, dan melamun melihat Hara yang pergi meninggalkan Aria.


"Jangan-jangan Hara melihat apa yang terjadi antara Gue dan Yasmin." gumam Aria sambil melotot panik.


__ADS_2