
" Aria". Ucap Hara dengan wajah merah
" waaaa, Hara" teriak Aria kaget
" a,ada apa?" Tanya Aria
" a,aku akan membantu kalian". Ucap Hara
" m,membantu" ucap Aria
( Aria teringat Hara yang memasukan Gula ke dalam panci Soto)
" waaa, tidak,tidak,tidak, Hara tidak bisa memasak" gumam Aria menggelengkan kepalanya
" k,kamu tidak usah membantu Hara, biar aku dan Yasmin yang...."
" tidak aku akan tetap membantumu". Ucap Hara menatap tajam mata Aria
" Huhhhhh" Aria menghela napasnya
" terserah kamu saja Hara". Ucap Aria melihat ke arah Hara
( Yasmin melihat Hara dengan tatapan kesal )
***
Mereka akhirnya melanjutkan memasak.
Aria melihat ke arah Hara yang sedang memegang pisau.
" entah apa yang akan Hara lakukan, aku tidak yakin Hara akan melakukannya dengan benar" gumam Aria
" trakkk,traaakkk"
( Hara mencincang wortel menjadi empat bagian dan menaruhnya di mangkuk)
" hey Hara wortel itu terlalu besar". Ucap Aria menghampiri Hara
Kemudian Aria mengajari Hara memotong wortel tipis-tipis.
Yasmin yang melihat Hara dan Aria berduaan tidak senang.
" mie nya sudah matang". Ucap Yasmin yang merebus mie
Aria melihat ke arah Yasmin.
" waaa, Yasmin mie nya masih mentah" ucap Aria berlari ke arah Yasmin
" waaa benarkah?" Teriak Yasmin
Aria memasak kembali mie tersebut hingga matang.
" trakk,trakk,trakk " Hara memotong sosis
" waaa Hara kau memotong sosis itu seperti kau sedang memotong benda yang sangat keras" gumam Aria
" trang,trang" Yasmin menjatuhkan piring
Aria tidak habis pikir kenapa Hara dan Yasmin ingin memasak, padahal membeli makan pun mereka bisa.
" hey kalian, biar aku saja yang..."
" diam kamu Aria" ucap Hara dan Yasmin
__ADS_1
Aria hanya terdiam mendengar perkataan Hara dan Yasmin, kemudian dia duduk bersama Radi dan Syifa memperhatikan Hara dan Yasmin yang sedang masak.
Terlihat Hara dan Yasmin yang saling memandang tidak mau kalah, mereka mengerjakan tugas mereka satu persatu.
Yasmin yang sedang mengulek cabe dan Hara yang sedang memotong daun bawang.
Tidak lama akhirnya makanan pun jadi, Hara dan Yasmin membawakan makanan Mie jeletot yang di buatkan oleh Yasmin.
" silahkan nikmati makanan kalian tuan dan nyonya." Ucap Yasmin berpose imut
" aku akan menuangkan air untuk kalian." Ucap Hara mengedipkan satu matanya
" wahh kelihatannya enak." Ucap Syifa ngiler
Aria menatap makanan tersebut, dan Aria mencium bau yang aneh dari masakan tersebut.
" bau ini ". Ucap Aria melotot
" ada apa Aria, apa Aria tidak suka dengan masakan Yasmin?" Ucap Yasmin terlihat murung
" ahahaha, t,tidak" ucap Aria mencicipi masakan itu
" sudah ku duga". Gumam Aria menaruh mangkuk tersebut
" siapa yang memotong daun ini?" Ucap Aria mengangkat irisan daun di mangkuk
( Hara mengacungkan tangan sambil menunduk ketakutan)
Dengan wajah yang pucat dan rasa sedikit mual akhirnya buka suara,,,;
" i,ini daun pandan Hara, bu,bukan daun bawang ". Ucap Aria kepada Hara
" Hahhh, d,daun pandan". Ucap Hara panik
Semua yang ada di situ menyicipi masakan tersebut, dan mereka mual di buatnya karena daun pandan tersebut.
( Pagi hari di rumah Aria )
Aria bangun tidur dan keluar dari kamarnya sambil memegangi perutnya, dia merasa lapar karena makan malamnya berantakan karena Hara yang memasukan daun pandan kedalam masakan.
" laparnya". gumam Aria memegangi perutnya
Aria berjalan ke ruang tamu, dan Hara masih di dalam kamarnya.
" Hara masih saja bersikap malu, padahal dia sendiri yang ingin ikut kesini". Gumam Aria
Aria akhirnya membuat sarapan untuk yang ada di rumah, dan mengingat kembali besok adalah ulang tahun Hara, Aria bingung mau ngasih kado apa buat Hara pacarnya.
Saat Aria sedang melamun tiba-tiba Syifa menghampirinya.
" waaa" Teriak Aria kaget memegangi dadanya sendiri
" hehe" Syifa tertawa melihat Aria yang kaget
" kau terus saja mengagetkan kakakmu ini Syifa, bagaimana kalau aku punya serangan jantung". Ucap Aria memelas
( Syifa hanya tersenyum menatap Aria)
" apa dia sudah bangun?" Tanya Syifa kepada Aria
" entahlah, aku tidak tahu" ucap Aria
" Nanti jam 9 kak Yasmin mengajak kita pergi main, jadi kita harus siap-siap". Ucap Syifa meninggalkan Aria.
__ADS_1
" m,main kemana Syifa". Teriak Aria
Tapi Syifa tidak menjawab, dia sudah pergi meninggalkan Aria yang sedang masak.
Aria akhirnya selesai masak, dan Aria memanggil Hara dari kamarnya untuk sarapan bersama.
"***
Setelah di ajak oleh Syifa karena ada janji dengan Yasmin, Aria dan Hara pergi ke stasiun yang di janjikan oleh Yasmin.
Tempat tersebut adalah stasiun terdekat yang ada di wilayah kampung halaman aria.
Yasmin sudah menunggu dan membeli 4 tiket.
Mereka masuk ke dalam kereta dan duduk saling berhadapan dengan meja di tengah-tengahnya.
Aria yang tidak tahu tujuan Yasmin dan Syifa menanyakan tujuan mereka,,,;
" sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Aria yang duduk di samping Hara
" kita mau ke pantai, Syifa mengajakku sebelum dia pergi ke kota". Ucap Yasmin memandangi arah luar.
Aria melirik ke arah Syifa, dan Syifa hanya tersenyum ke arah Aria.
" k,kenapa seolah kau yang mengajak kita pergi Yasmin, padahal ini adalah keinginan Syifa?". Tanya Aria kepada Yasmin
( Yasmin melirik ke arah Aria )
" Yasmin tidak bisa menolak ajakan Syifa, bagaimana pun kita sudah bersama sejak kecil,, d,dan aku s,sudah menganggap Syifa sebagai adikku sendiri Aria". Ucap Yasmin malu
Aria merasa heran, kenapa Yasmin begitu peduli dengan Aria dan Syifa, padahal mereka hanyalah teman masa kecil, bukan seorang keluarga.
" d,dan satu lagi, kenapa kamu malah kesini Hara, kau kan akan pergi ke luar negri?". Tanya Yasmin kepada Hara
( Hara menundukkan kepalanya )
Yasmin menatap tajam Hara, dan bertanya lagi,,,;
" apa Raiga membohongi kita semua?" Tanya Yasmin
( Hara mengangkat pandangannya dengan wajah yang memerah )
" a,a,aku, s,sebenarnya, sebenarnya aku kesini untuk melarikan diri." Jawab Hara
" melarikan diri". Ucap Aria dan Yasmin
( Hara menganggukkan kepalanya )
" apa yang kamu maksud dengan melarikan diri Hara?" Tanya Aria heran
" s,sebenarnya aku tidak ingin pergi keluar negri, dan aku ingin hidup di negri ini semampuku." Ucap Hara
" s,semampu mu?" tanya Aria heran
" ya, aku ingin menghabiskan hidupku disini, aku tidak bisa jauh dari keluargaku, dan aku juga orang yang sangat sulit beradaptasi,,, selama ini aku tidak mempunyai teman, tapi sejak aku bertemu Aria,,, aku bisa bertemu dengan Yasmin dan Radi, dan juga Ania, aku ingin hidup di negri ini lebih lama lagi, aku ingin membuat kenangan yang lebih banyak". Ucap Hara dengan tatapan sedih melihat ke arah Luar.
" kalian juga ingin hidup di negri sendiri kan, daripada harus menghabiskan hidup kalian di negri orang tanpa orang yang kalian cintai?" Tanya Hara tersenyum kepada mereka bertiga
Aria terkejut dengan pengakuan Hara, alasan dia ikut bersama Aria adalah menolak untuk pergi ke luar negri, perasaan campur aduk Aria muncul, awalnya Aria mengira Hara ingin ikut bersama Aria untuk menghabiskan waktu dengan Aria, ternyata dugaan Aria salah, Hara hanya melarikan diri dari keluarganya supaya tidak berangkat ke luar negri.
" b,begitu yaa" gumam Aria merasa sedikit kecewa.
Mereka sampai ke pantai yang dituju, Yasmin dan Syifa sangat senang dan lari-larian di pesisir sambil memainkan pasir, Aria mengawasi mereka di temani oleh Hara.
__ADS_1
Aria menatap wajah Hara yang tersenyum memandangi arah Laut.
" Hara, sebenarnya apa yang kamu pikirkan?". Gumam Aria menatap Hara