
Plukkk, sebuah foto jatuh ke lantai.
Aria melotot melihat foto tersebut.
" Yasmin, kamu..."
Aria memandang kan kepalanya menatap Yasmin.
Yasmin tertunduk sedih, karena Aria telah melihat foto itu.
Aria mengambil Foto tersebut, dan Aria melihat-lihat Foto itu, di Foto tersebut terlihat Yasmin sedang memeluk mesra tangan Raiga, Aria melihat foto lainnya, dan semua foto Yasmin sedang bersama Pria.
" Yasmin!"
Aria memelototi Yasmin.
" Apa yang kamu lakukan dengan semua ini Yasmin?" Aria sedikit membentak Yasmin
Yasmin tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menundukkan kepalanya.
Aria memegangi kepalanya sendiri.
" apa yang telah terjadi denganmu Yasmin, k,k,kamu berbuat begini dengan banyak Pria, sebenarnya apa tujuanmu?" Aria merasa heran.
Bruuukkkk, Yasmin memukul meja.
" kenapa kamu bertanya begitu Aria, kamu ini hanya orang lain bagiku, kau tidak berhak bertanya tentang kehidupanku!" bentak Yasmin.
Aria melamun terkaget dengan ucapan Yasmin, bagaimana pun ucapan Yasmin benar, Aria hanyalah teman masa kecil Yasmin, dia tidak berhak untuk mengomentari kehidupannya.
Aria tertunduk lesu dan beranjak dari duduknya meninggalkan Yasmin.
" aku pergi dulu Yasmin!" ucap Aria lirih.
" apa ini," gumam Aria membuka pintu.
" k,kenapa aku sangat tidak rela Yasmin dekat dengan orang lain, padahal itu adalah kehidupannya, dan aku pun sudah mempunyai Hara." gumam Aria.
Brukkkk, Aria memukul tembok yang ada di dekatnya.
" uggghhh sakit..." Aria mengeplak-keplakan tangannya.
Aria terus berjalan ke arah pulang.
" ahh malasnya, gue nyari angin dulu,"
Aria berbalik ke pusat kota untuk berjalan-jalan.
" Yasmin, apa yang lu pikirkan."
" ternyata selama ini Yasmin jalan dengan banyak cowok, "
"ahhh, sial apa yang gue pikirkan, gue enggak pantes buat masuk ke kehidupannya."
Aria masih saja kepikiran dengan Foto itu, dan dia melamun di halte pemberhentian bis.
Cleeekkk, seseorang menusuk pipi Aria.
" waaaa...." Aria berteriak kaget.
" Kamu kenapa sayang?" Hara tersenyum lebar kepada Aria.
Aria kaget melihat Hara tiba-tiba ada di sampingnya.
Aria celingukan bingung, tidak mungkin Aria mengatakan Aria sedang memikirkan Yasmin.
" A,a,aku sedang memikirkan mu."
Aria menganggukkan kepalanya.
" aku sedang memikirkan mu." Tersenyum kepada Hara.
"Hmmmmm, apa kamu merindukanku?!" Hara menyandarkan kepalanya di bahu Aria.
__ADS_1
Aria tersenyum terpaksa melihat Hara.
" padahal baru saja tadi pagi kita bertemu, kamu sudah merindukan ku lagi". Hara tersenyum.
Aria menunduk sedih.
" Maafkan aku Hara." gumam Aria yang melamun
" Aria, apa kamu bisa ikut aku sebentar?!" Hara beranjak dari duduknya
Aria mengikuti Hara yang berjalan di depannya, Aria masih melamun,,, Hara menatap Aria yang ada di belakangnya itu.
" hahhhh..." Hara menghela nafas panjangnya.
Hara berhenti dan menundukkan kepalanya.
Aria masih berjalan melamun tidak menghiraukan Hara yang sudah Aria lewati.
Ketika Aria tersadar, dia celingukan karena Hara tidak berada di depannya.
Aria melihat ke belakang, Ternyata Hara berdiam diri dengan Aura negatif.
" waa, Hara..." Aria menghampiri Hara.
" kenapa kamu tiba-tiba menghilang Hara?" Aria panik.
Hara menatap tajam Aria.
" apa sebenarnya yang kamu sembunyikan Aria?!" tanya Hara.
" ehh...." Aria heran melototi Hara
" a,apanya yang di sembunyikan Hara, aku tidak menyembunyikan apapun?!" Aria memperlihatkan saku nya yang dan tangannya yang kosong.
"huhhhh...." Hara menarik nafas panjangnya dengan bola matanya yang ke atas.
Hara menunjuk ke dada Aria.
" Disini Aria, disini, apa yang kamu sembunyikan?!" tanya Hara.
" t,tidak ada yang aku sembunyikan Hara." Aria tertawa gugup.
" ikuti aku Aria, dan jangan melamun terus." Hara menarik tangan Aria.
Crrkkkck,crrkkkckkk suara air yang mengalir.
Siuuuuu,siiiuuuh Angin berhembus kencang meniup Rambut Hara yang berada di samping Aria.
Mata Aria melotot terpesona melihat Rambut Hara yang berterbangan.
" Hara tetap cantik, dia tidak berubah sama sekali." wajah Aria memerah.
Hara melamun melihat sungai yang berada di depannya.
" Aria, apa yang sedang kamu pikirkan?" Hara menanyakan hal itu lagi.
Aria tetap tidak mengaku, dan menutupinya dengan Hal yang lain.
" jika kamu masih tidak mau mengaku, aku akan beranggapan kalau aku hanya di anggap orang lain olehmu." ucap Hara lirih.
" eh, kenapa begitu Hara?" sela Aria.
" Aku hanya ingin di akui olehmu Aria." bentak Hara.
Hara memegang keningnya, dan menahan tangisnya.
" Aku, Aku hanya ingin di akui oleh pacarku sendiri, aku ingin membantu pacarku yang terlihat sangat tertekan saat ini, aku yakin kamu menyembunyikan sesuatu dariku sekarang." ucap Hara sedih.
Aria melamun sedang berpikir.
" memang, Hara selama ini terbuka padaku, dia tidak menyembunyikan apapun semenjak menjadi pacarku, tentang kejadian di pantai, dan tentang Raiga, dia telah mengungkapkan semuanya, gue memang pacar yang kurang pengertian." dalam benak Aria.
Aria melihat ke arah Hara, dan mencoba untuk mengungkapkan semua yang ada di pikirannya.
__ADS_1
" Apa kamu tidak akan merasa kecewa Hara?" tanya Aria
Hara menggelengkan kepalanya.
Aria pun membicarakan perasaanya saat ini, dan Aria pun jujur kepada Hara, bahwa yang sedang mengganjal di pikirannya sekarang adalah Yasmin.
" jadi begitu yaa..." Hara menatap langit dengan tatapan sedih.
Aria tertunduk, merasa salah karena perasaannya.
" maafkan aku Har..."
" tidak, ini salahku juga" sela Hara.
Aria menatap heran Hara.
" ini salahku juga Aria, mungkin aku terlalu memaksamu untuk selalu menemaniku, dan kalian tidak punya waktu untuk bersama." Hara tersenyum lebar kepada Aria.
" Hara, apa yang kamu kat.."
Hara menggelengkan kepalanya memotong pembicaraan Aria.
" Mungkin Yasmin merasa kesepian, jadi dia melampiaskan kepada orang lain, Aria yang tadinya selalu bersama Yasmin setiap Hari, tapi semenjak Aria berpacaran denganku, Aria tidak punya waktu dengan Yasmin kan?,,, mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Yasmin berbuat begitu."
Hara mencoba menenangkan Aria.
" apa Aria sudah berbicara baik-baik dengan Yasmin?" tanya Hara tersenyum
Aria melotot haru setelah apa yang di katakan Hara ada benarnya juga, semenjak Hara pindah divisi Aria selalu mengunjungi Hara setiap Hari, Aria selalu menolak ajakan Yasmin dan membohongi Yasmin.
" Kamu benar juga Hara!"
Aria tersenyum memegangi bahu Hara.
" aku tidak sempat menanyakan alasan Yasmin, dan aku malah menyudutkannya setelah melihat Foto itu"
" Aku, aku harus meminta maaf kepada Yasmin, dan aku pasti akan menanyakan alasan yang membuat Yasmin begitu."
" terimakasih Hara!" Aria tersenyum gembira kepada Hara.
Hara tersenyum kepada Aria, dan melepaskan genggaman tangan Aria di bahunya.
" sekarang pergilah temui Yasmin, Aria,,, masih banyak hal yang harus kamu selesaikan dengan Yasmin." ucap Hara.
Aria beranjak dari duduknya, dan jongkong di depan Hara.
" Aku, Aku semakin menyayangimu Hara." ucap Aria memegangi pipi Hara.
" terimakasih Hara." Aria berlari meninggalkan Hara sendirian di tepi sungai itu.
Hara melihat Aria yang berlalu semakin menjauhinya.
" crrrkkkcc,crrkkkk" suara air mengalir
Siuhhhhh,siuuuhhhhh,, Angin menerpa wajah Hara yang melihat sungai dengan tatapan sedih.
Hara memegangi pipinya.
" semakin menyayangi aku yaa,,, tapi kamu juga tega meninggalkanku disini sendirian untuk wanita lain Aria."
Hara menempelkan kepalanya di lututnya.
***
Brukkk,bruukk Aria berlari menuju kamar Yasmin.
" Seeeekk...." Aria membuka pintu kamar Yasmin yang sedikit terbuka.
" Yasmin." teriak Aria masuk ke kamar Yasmin.
Bruuukkk,,, Dua orang yang sedang bermesraan terperanjat kaget dengan kedatangan Aria.
Wajah Aria pucat melihat kedua orang tersebut, dan melamun di dekat pintu kamar Yasmin.
__ADS_1
" Yasmin,,, Raiga" Aria melotot ke arah Yasmin yang sedang bersandar di bahu Raiga.