My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Liburan panjang dan bunga edelweiss.


__ADS_3

Liburan panjang 3 hari telah di depan mata, Aria yang baru pulang dari kantor pun langsung di buru-buru Syifa karena tidak sabar ingin segera berangkat.


"Cepat kak, kak Yasmin udah nungguin." teriak Syifa.


"Kakak bener-bener letoy amat sih." teriak Syifa kepada Aria.


Aria sedang mencari sesuatu di lemari, dan bertanya kepada Syifa.


"Syifa, tasku dimana?" tanya Aria.


"Oh, itu di dekat pintu, sudah aku rapikan semuanya." jawab Syifa.


Syifa menunjukan tas Aria yang sudah rapi di dekat pintu.


Aria mengecek kembali tasnya, dan melihat isi tas tersebut.


Aria melotot kaget melihat isi di dalam tas nya.


"Huaaa Syifa, kenapa kan*ut mu ada di dalam tas ku?" teriak Aria.


Lalu, Aria mengecek semua yang ada di dalam tas nya itu.


"Ini semua bajumu Syifa."


"Bagaimana dengan bajuku?" teriak Aria.


Syifa tidak menghiraukan kakaknya yang sedang panik itu, dan mengangkat telpon yang datang dari ponselnya.


"Cepat kak, mereka sudah menunggu!" ucap Syifa sambil mengikat sepatunya.


Aria hanya bisa melamun dengan kelakuan adiknya yang seenaknya itu.


Aria dan Syifa berjalan ke halte pemberhentian di pusat kota.


"Sial, gue enggak bawa baju ganti."


"Syifa, kamu selalu saja bikin kakakmu ini kerepotan Syifa." keluh Aria tertunduk lesu menggendong tas yang isinya baju Syifa semua.


Tot,tot, sebuah mobil berhenti di depan Aria dan Syifa.


"Ayo kita berangkat." ajak Yasmin membuka pintu mobil.


"Let's go." balas Syifa mengangkat tangannya.


Aria yang sedang di dalam mobil duduk di jok paling belakang dihimpit oleh barang-barang bawaan mereka semua.


"Oy Raiga, kenapa gue harus di jok belakang yang sempit ini?" tanya Aria.


Raiga melihat ke kaca yang berada dekat kepalanya sambil menatap Aria.


"Aku sengaja menaruh mu di belakang agar Yasmin dan Syifa mempunyai ruang untuk tidur."


"Jaraknya cukup jauh, sekitar 6 jam." ucap Raiga.


Aria terdiam mendengar jawaban dari Raiga, dan menerima dengan pasrah.


"Sial, kenapa gue yang selalu tersiksa." gumam Aria yang sedang jongkok di jok karena tidak bisa duduk.


Terlihat Hara sesekali melirik ke arah Aria dari spion dalam sambil menahan tawanya melihat Aria yang sedang jongkok tersebut.


"Hara, bantu aku Hara..." gumam Aria matanya berkaca-kaca.


Sudah sekitar 4 jam perjalanan, dan Hari sudah malam,, Yasmin dan Syifa sudah tertidur lelap di depan Aria, Sementara Hara sedang Asyik ngobrol menemani Raiga.


Aria masih bertahan jongkok di kursi belakang mobil Raiga.


"Sial, kaki gue pegal." gumam Aria.


Tiba-tiba Raiga ngerem mendadak membuat Aria jatuh tersungkur tertindih barang-barang di sampingnya.


"Sialan kau Raiga..." gumam Aria yang kepalanya di bawah kursi mobil.


***


Mereka pun sampai di tempat camping mereka, Syifa dan Yasmin pun terbangun dan melihat ke arah sekitar.

__ADS_1


"Wahhh, tempatnya sangat ramai."


"Sejuk pula." puji Syifa dan Yasmin.


Aria berjalan keluar dari dalam mobil sambil terpincang-pincang.


"K,Kaki gue kram." gumam Aria menggusur kakinya sendiri.


Tiba-tiba perut Aria terasa mual, Aria memegangi perutnya, dan berlari ke arah semak-semak sambil terpincang-pincang.


Uohgghhgg,,,uoooghhhghh Aria muntah di bawah semak-semak.


"Waaa, kau sangat jorok Aria." teriak Syifa sambil menjauhi Aria.


Dengan sigap Yasmin langsung membalur leher Aria dengan sesuatu yang hangat.


"Yasmin rasa Aria masuk angin!" ucap Yasmin memijit kening dan leher Aria


"Entahlah." sahut Aria yang muntah lagi.


Yasmin dan Aria duduk di bangku yang berada di dekatnya, tiba-tiba terdengar Raiga berteriak.


"Hoyyy, kami membereskan tempat dulu." ucap Raiga pergi bersama Hara dan Syifa.


Yasmin tetap berada di samping Aria, dan memijat tengkuk Aria agar rasa mual nya hilang.


"Apa sudah baikan?" tanya Yasmin.


Aria menganggukkan kepalanya, dan Yasmin pun berdiri.


"Yasmin menyusul mereka dulu." ucap Yasmin berjalan meninggalkan Aria.


Aria masih di tempat itu sambil mengusap-usap kakinya yang terasa masih sakit.


"A,a,adaw.."


"Kaki gue kram." gumam Aria.


Bagaiman tidak kram, selama 6 jam full tanpa istirahat, Aria jongkok di dalam mobil tanpa bergeser sedikitpun.


Aria celingukan mencari suara Hara,


"Disini Aria.." ucap Hara menepuk pundak Aria dari belakang.


Hara berjalan dan duduk di samping Aria sambil menatap kaki Aria.


"Raiga sangat tega." ucap Hara kembali sembari tersenyum lebar.


"Sini biar aku sembuhkan." Hara menemplokan badannya ke lengan Aria dan memegang kaki Aria dan mengusap-usapnya.


Setengah jam Hara dan Aria duduk berdua di bangku itu.


"Apa sudah mendingan?" tanya Hara.


Aria menganggukkan kepalanya, dan dalam benaknya berkata;


"Setelah melihat wajah sakit di kaki gue menjadi hilang." pikir Aria.


Hara berdiri, dan memegang pundak Aria.


"Ayo Aria, yang lain sudah menunggu kita." terang Hara.


Aria pun beranjak bangun dari duduknya, tiba-tiba..


Kretekk, pinggul Aria berbunyi..


"Sial sakitnya.." ucap Aria memegangi pinggulnya.


Hara langsung menatap Aria, dan memegang lengan Aria.


"Aria, apa encok mu kambuh?" tanya Hara.


Aria langsung melotot setelah mendengar pertanyaan Hara.


"Aku tidak mempunyai penyakit encok Hara, lagian aku belum tua." gumam Aria yang dalam lamunannya menangis.

__ADS_1


**


Aria dan Hara telah sampai di tempat yang mereka tuju, tapi Aria langsung melotot kaget.


"Lho,, kenapa mbak Ania, Radi, dan Azwan ada di sini?" tanya Aria kepada mereka.


Ania langsung tersenyum menghampiri Aria yang baru datang.


"Hey Aria apa kabar?"


"Kenapa kamu menatapku kaget begitu Aria?" tanya mbak Ania.


Aria melihat kepada mereka bertiga.


"K,kenapa kalian juga ada di sini?" tanya balik Aria.


Mbak Ania menghela napasnya, dan memukul-mukul pundak Aria.


"Aria apa kamu tidak tahu?"


"Kemarin Raiga ulang tahun, dan kita semua di ajaknya liburan disini."


"Raiga yang membayar semuanya, dan juga penginapan ini." terang mbak Ania.


"B,begitu yaa?" sahut Aria melihat ke arah Raiga.


Mereka semua sibuk membereskan barang-barang bawaannya, Hara mencolek Aria dari belakang.


"Aku juga ingin beres-beres dulu Aria." ucap Hara meninggalkan Aria.


Aria hanya terdiam dan melamun karena dia tidak membawa baju ganti atau apapun.


"Gue nyari angin dulu ahh." gumam Aria.


Aria menyelusuri penginapan itu, dan Aria menemukan tangga yang menuju ke atas.


"Ehh ini tangga menuju kemana?" gumam Aria.


Aria menaiki tangga tersebut, dan Aria melihat tulisan di tembok tersebut,,;


"Hati-hati saat di atap bangunan ini."


"Atap bangunan..." gumam Aria.


Aria melanjutkan perjalanannya, dan membuka pintu yang menuju ke atap tersebut.


Di Sana ada seorang wanita yang sedang berdiri memakai jaket.


Aria menatap wanita tersebut, dan menghampirinya


"Hara.." panggil Aria.


Wanita yang di panggil oleh Aria langsung memakai maskernya, dan memakai kerudung jaketnya terlihat sangat kaget.


"Hara,, katanya kamu mau membereskan pakaianmu?" tanya Aria berdiri di samping Hara.


Hara sangat kelihatan kaget, dan melirik-lirikan bola matanya kesana-kemari.


"A,a,aku..."


"Aku sedang mencari angin, disini tampak sejuk." jawab Hara.


Aria menatap Hara, dan menatap curiga Hara.


"Kenapa kamu memakai masker?" tanya Aria kembali.


Trangg,trangg, trangg,,, Suara barang jatuh di belakang Aria dan Hara.


Aria dan Hara melihat ke arah belakang, ternyata besi yang bersandar di pintu terjatuh.


Aria berjalan ke arah besi tersebut.


"Aria,,," panggil Hara memegangi tangan Aria.


Meoowww,meowwww,,, kucing berjalan ke masuk ke dalam pintu itu.

__ADS_1


"Cuma kucing toh.." gumam Aria.


__ADS_2