
"Syuuuu, malam ini dingin sekali." ucap Hara sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya.
"Dimana Syifa?" imbuh Hara
Hara melihat-lihat ke sekeliling, tapi tidak melihat Syifa.
"Kamu sudah coba neleponnya?" tanya Hara
Aria cuma bisa menggelengkan kepalanya.
"Sudah aku coba, tapi dia tidak aktif."
"Kemana anak ini?" ucap Aria pelan.
"Syifa, Syifa, pergi kemana kamu ini?" gumam Aria.
Aria sedikit panik karena sudah jam 11 malam belum ada tanda-tanda akan ketemu, dan Hara yang berjalan di samping Aria masih celingukan mencari Syifa sambil sesekali memandang ke arah Aria.
Plak, Hara mengagetkan Aria dengan menggandeng tangan Aria yang berjalan sambil melamun.
"Kita coba ke kostan Yasmin,,, Aria." ajak Hara.
Aria dan Hara pun menuju ke kostan Yasmin, tapi di kostan Yasmin sangat sepi, dan ponsel Yasmin pun tidak bisa di hubungi.
Tuttttt,tutttttt,tuttttt,, Maaf nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan, coba beberapa saat lagi.
"Ahh, Sial.." gumam Aria.
"Bagaimana Aria?" tanya Hara.
"Yasmin tidak bisa dihubungi Hara."
"Kemana lagi kita akan mencarinya." ucap Aria memegangi jidatnya.
Aria merasa sangat khawatir Syifa belum juga ketemu, dan sekarang rasa panik menyelimuti Aria.
"Ini gara-gara ku Syifa pergi, seharusnya aku tidak membentaknya." Aria berbicara sedikit sedih kepada Hara.
Hara yang mendengar Aria berkata begitu cuma melamun sambil mendengarkan Aria berbicara.
"Ayo kita cari lagi Syifa,, Aria.." ajak Hara.
Sambil berjalan di pusat kota mencari Syifa, Aria tidak melihat-lihat ke arah sekitar.
Aria hanya melamun tidak mencari Syifa, malahan Hara yang sibuk melihat kesana-kemari.
"Sial, dinginnya..." gumam Aria mengusap-usap tangannya.
Plak,, Hara menggandeng tangan Aria yang sedang kedinginan, rupanya Hara sangat menyadari Aria sedang kedinginan.
"Kamu seharusnya memakai jaket Aria."
"cuaca hari ini begitu dingin.." ujar Hara.
Sembari berjalan, Hara sedikit memeluk tangan Aria kepala Hara sibuk melihat kesana-kemari mencari Syifa.
Hara memeluk erat tangan Aria, Aria dan Hara berkeliling menyusuri pusat kota.
Aria dan Hara telah kembali ke kamarnya Aria, sambil tertunduk menyesal Aria tidak berkata apa-apa kepada Hara.
"Syifa kemana kamu ini..."
__ADS_1
"Ahh, sial..." ucap Aria.
Dakk, Aria memukul tiang yang berada di depannya.
Hara hanya melamun memandangi wajah Aria yang sedang khawatir dengan Syifa.
Lalu Hara memegang pipi Aria sambil menatap tajam Aria.
"Aku akan menemanimu mencari Syifa lagi."
"jika perlu sampai pagi pun aku siap menemani Aria." ucap Hara.
Aria melotot dengan perkataan yang Hara ucapkan, padahal ini sudah jam 1 malam, tetapi Hara masih saja bersama Aria.
"K,k,kamu tidak perlu menemaniku Hara."
"Pikirkan saja dirimu, besok kamu harus kerja lagi kan, kamu harus mengurus restoran, pasti berat untukmu kalau kamu tidak tidur." tolak Aria.
Hara tersenyum sambil melepaskan tangannya dari pipi Aria, kemudian Hara menatap ke depan sambil mengucapkan sesuatu.
"Kamu ini memang bodoh dan egois Aria."
"Mana mungkin aku akan membiarkan pacarku sendiri mencari adiknya begitu saja, Mana mungkin aku akan meninggalkan Aria sendirian di saat Aria dalam kesusahan." tutur Hara.
"Lagian ini salahku juga, karena Aria membelaku, Aria jadi bertengkar dengan Syifa."
"betapa bodohnya aku jika meninggalkan Aria disaat seperti ini." tutup Hara.
"Hara..." Aria hanya dapat melotot memandangi Hara yang sedang berbicara itu...
Kringgggggg, Suara ponsel Hara berbunyi, Hara pun segera menjawab telponnya itu.
Ternyata Azwan menelpon Hara, dan mereka berbicara, tetapi raut wajah Hara terlihat sangat kaget dan sedikit menjauh dari Aria.
"Syifa sudah di temukan, ternyata dia ikut dengan Azwan ke restoran milik mamaku, sekarang Syifa lagi di sana." terang Hara.
"Apaaaaa." teriak Aria kaget.
"S,Syifa ikut bersama Azwan,, dimana pikiran Syifa, dia tidak memberitahuku."
"Seharusnya dia mengatakannya dari tadi." gerutu Aria.
Dengan tetap tersenyum Hara memegang bahu Aria, dan berjalan di depan Aria.
"Syukurlah kalau Syifa bersama Azwan, kamu juga tidak perlu khawatir Aria, di sana ada tempat tidur kan!"
"Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya lagi." tutup Hara.
Aria pun menghela napas leganya karena keberadaan Syifa telah di ketahui.
"Ini sudah malam Aria, aku tidur dulu." ucap Hara.
"Tapi sebelum itu." tambah Hara.
Hara mendekatkan wajahnya kepada Aria yang sedikit melamun itu.
Clapp,, bibir Hara menyentuh pipi Aria, terasa bibir mungil Hara menyentuh pipi Aria.
"Terimakasih Aria." ucap Hara sambil melepaskan ciumannya itu.
"Terimakasih telah membelaku, ternyata kamu sangat menyayangiku." tambah Hara berjalan membuka pintu.
__ADS_1
"Selamat istirahat Sayang, mimpi yang indah." Tutup Hara.
Clakkk, Hara menutup pintu kamarnya.
Aria hanya melamun sambil memegang bekas ciuman dari Hara.
"Apapun akan aku lakukan demi kamu Hara." gumam Aria.
***
Ngeeeengggg,, Mobil bis melaju kencang, ternyata Aria dan Hara berada di dalam mobil bis tersebut.
"Kalau aku bertemu dengan Syifa nanti, aku pasti akan menjewer kupingnya." ucap Aria mengepalkan tangannya.
Hara tersenyum sambil melihat ke arah Aria.
"Jangan begitu Aria, nanti dia marah lagi.." bela Hara.
"Tidak,tidak, Syifa harus dikasih pelajaran,, aku tidak bisa melakukan hal seperti ini terus."
"Masih untung Syifa bertemu dengan Azwan, bagaimana kalau dengan orang lain, atau preman."
"Memang adikku sangat ngeselin." ujar Aria.
"Terserah Aria saja." ucap Hara.
Hara hanya tersenyum sambil terkantuk-kantuk, dan menyandarkan kepalanya di bahu Aria.
"Bolehkan aku tidur seperti ini Aria?" tanya Hara.
"Lakukanlah sesukamu Hara." jawab Aria sambil mengelus-elus kepala Hara.
**
Aria dan Hara berjalan di restoran milik Hara, para pengunjung dan pelayan menatap heran Aria dan Hara.
"Hoyy, itukan Anak pemilik resto ini."
"Apa dia pacarnya, kalau benar seleranya pasti buruk."
"tidak,tidak, lelaki jelek itu pasti memakai pelet."
"Aku sungguh kasihan dengan gadis cantik seperti dia."
Para pengunjung membicarakan Aria dan Hara yang sedang berjalan di restoran itu.
Aria berjalan dengan wajah yang pucat pasi seperti sedang melihat hantu, ternyata Aria mendengar semua dan hal itu membuat Aria gemetaran sampai ke gigi-gigi.
Hara semakin sengaja menunjukan bahwa Aria adalah pacarnya.
Hara menggandeng mesra tangan Aria di depan semua orang itu.
"Jangan pedulikan omongan mereka Aria." ucap Hara sambil tersenyum.
Aria dan Hara menuju lantai 3 untuk menemui Syifa, dan saat Aria sampai di tempat itu, ternyata Syifa sedang duduk sambil menatapi pemandangan kota dengan segelas minuman.
"Syifaaaaa." teriak Aria berjalan sedikit berlari menghampiri Syifa.
Syifa pun kaget dengan teriakan kakaknya yang sangat kencang itu.
"Kau, kau memang keterlaluan Syifa, Aku semalaman mencari mu tahu." ucap Aria menjewer kuping Syifa.
__ADS_1
"At,at,at, s,sakit..." teriak Syifa sambil mencoba melepaskan jeweran Aria.