
" aku mau nyoba" ucap Hara penasaran
( Aria mengambil daging dari wadah, dan menyuapi Hara)
" ehh,, apa yang gue lakukan,, gueg,ggue menyuapi Hara" gumam Aria yang reflex menyuapi Hara
( Hara menyelipkan rambut nya ke belakang telinganya dan memakan daging itu,, lalu tersenyum kepada Aria.)
" hmm,, enak" Hara tersenyum lebar
" s,sialan cantiknya,,," gumam Aria mengalihkan pandangannya dari Hara
" aku pulang dulu Hara,, " ucap Raiga yang sedang berjalan ke arah pintu
" ehhh pulang" Aria menoleh ke arah Raiga
" woy makanannya bentar lagi siap, kamu mau kemana?" Teriak Aria
" nafsu makan ku hilang, aku punya urusan yang lebih penting,,, aku pergi dulu Hara". Ucap Raiga
" yaa" teriak Hara tersenyum kepada Raiga
( Raiga tersenyum kembali kepada Hara, dan pergi membuka pintu.)
Aria melihat ke arah Hara,,,
" apa suasana hati Hara berubah secepat itu?" Gumam Aria
" apa tidak apa-apa kita membiarkan dia pergi, padahal makanan udah siap" tanya Aria kepada Hara
" mungkin Raiga sedang sibuk, dia kan seorang bos muda" ucap Hara membawakan piring di letakan di meja
Aria membawa makanan ke atas meja,,,
" waaaahh, jadi sangat lapar" ucap Hara terlihat senang
( Aria tersenyum senang melihat suasana Hara yang ceria kembali).
Hara menyantap makanannya,,,
" mmm, hwini hwangat emwak" ucap Hara mengunyah makanannya
" telan dulu makananmu" Ucap Aria
( Hara tersenyum senang menatap ke arah Aria)
" ini sangat enak Aria, apa kamu sering masak begini?" Tanya Hara
" yaaa, kalau hari libur aku biasanya masak sendiri, bosan juga makan di luar terus, menunya itu-itu aja" ucap Aria
" hmmm, padahal kamu tiap hari makan mie kuah, pantes bosan juga" Hara meledek Aria
"Glkkk, uhugg" Aria tersedak mendengar perkataan Hara
" eh Aria" ucap Hara
( Aria mengangkat tangannya ke arah Hara, dan minum)
" kh,kh, kamu terlalu blak-blakan Hara" ucap Aria menatap ke arah Hara
" eh,,hehehe, maaf Aria, soalnya aku melihat kau hanya makan mie saja" Hara tertawa
" aku juga enggak menyangka kamu bisa masak seperti ini" ucap Hara tersenyum lebar
" makanya jangan terlalu cepat menilai orang" ucap Aria
__ADS_1
" hehe, iya maaf, maaf" Ucap Hara
Mereka menghabiskan makanan masing-masing, Aria membereskan piring kotor,,,
" ahhh kenyang nya,," ucap Hara
( Aria tersenyum lebar kepada )
" kapan-kapan aku mau di masakin lagi sama kamu" Ucap Hara
" bukannya sebaliknya, seharusnya seorang cewek yang memasak untuk cowok" ucap Aria
" hehe" Hara tertawa malu
Aria mencuci piring bekas makan mereka,,,
" hey Hara, aku rasa kamu semakin akrab dengan Raiga" ucap Aria
" aku sering melihat kalian berduaan". Ucap Aria menghampiri Hara
" ken,kenapa kamu tiba-tiba nanya begitu?" Tanya Hara menatap Aria
" aaaa enggak, ak,aku cuma nanya aja." Aria gugup dengan pertanyaan Hara
( Hara mengalihkan pandangan sambil meminum minumannya)
" s,s,sebenarnya suatu malam semingguan kemarin aku melihatmu masuk berduaan ke penginapan di dekat rumah sakit saat kita bertemu tadi" ucap Aria
( Hara menatap tajam mata Aria,, Aria mengalihkan pandangannya tidak mampu melihat mata Hara)
" uhhh sial, apa yang gue tanyakan, tidak ada hubungannya dengan gue " ucap Aria tertunduk
" hmm, kamuuu,,, penasaran apa ada maksud lain, bertanya begitu kepadaku" ucap Hara menatap mata Aria sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.
" sial gue tidak bisa bisa menjawabnya dengan pasti, yang jelas gue ingin tahu yang di lakukan mereka berdua" gumam Aria
" terus apa yang membuatmu penasaran?" Ucap Hara tetap menatap mata Aria
" ahhh sial, Hara memojokkan gue dengan pertanyaan gue sendiri, alasan apa yang harus gue buat lagi" gumam Aria tertunduk
tiba-tiba,,
" hehe"
" lucu sekali melihat wajah malu mu itu Aria" ucap Hara tertawa
Aria mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Hara,,,
" ikuti aku Aria" ucap Hara
" ehh, k,kemana?" Aria bingung
" sudah, ayo ikuti saja" ucap Hara berdiri
Aria mengikuti Hara berjalan ke arah pusat kota, dan memasuki penginapan yang di tanyakan kepada Hara,,,
" ehh ini" Aria kaget Hara
" heyy, Hara ini kan?" tanya Aria penasaran.
" ahhh sial, ini kan penginapan yang di masuki Hara dan Raiga".
"kenapa Hara mengajak gue kesini,, apa jangan-jangan?"
Aria berfikiran kotor dengan Hara.
__ADS_1
"ahhh, tidak tidak, tapi kenapa dia mengajak gue kesini?" Gumam Aria.
( di benak Aria bertanya-tanya, alasan Hara mengajaknya ke penginapan itu).
" hey Hara, kamu ngapain ngajak aku kesini?" Tanya Aria
" sudah ku bilang kan,, aku akan membuat kenangan denganmu Aria" ucap Hara tersenyum ke arah Aria
Hara berhenti di depan suatu kamar, lalu membuka pintunya,,,
" s,s,sial apa yang harus gue lakukan" gumam Aria yang kebingungan
" clekk" Hara membuka pintu
" ayo masuk Aria" ucap Hara menyuruh Aria masuk ke kamar
" ahhh,, iya" Aria memasuki kamar Hara
Saat memasuki kamar Hara Aria di buat kagum dengan isi ruangan itu,,,
" waaahhh, gila, gila, disini lengkap, mewah sekali" gumam Aria sambil melihat-lihat seisi ruangan Kamar Hara,
" ada apa Aria?" Tanya Hara
" b,b,berapa banyak uang yang harus kamu keluarkan untuk tinggal di tempat seperti ini Hara,, ap,apa gaji ku cukup untuk membayar sewanya?" Tanya Aria kepada Hara
( Hara tersenyum lebar mendengar pertanyaan Aria)
" kalau soal itu,, Raiga yang membayarnya" ucap Hara
" Raiga" gumam Aria
( Aria melotot ke Arah Hara) lalu bertanya kepada Hara,,,
" tttt,tunggu, R,Raiga yang membayarnya,,, j,j jadi Raiga dan kamu?"
Hara menghela nafas panjangnya, lalu memotong pertanyaan Aria yang sedang salah sangka.
" apa yang kamu pikirkan Aria,, coba lihat ini" ( Hara menekan tombol ON komputer)
Komputer itu menyala, dan di tampilan komputer tersebut berupa data-data tentang PT.Reecorp ( tempat bekerja Aria dan Hara),,,
" ehh ini kan data-data yang aku kerjakan kemarin,, ah ini penjualan, ini penggajian,,,, waaa ini struktur pembangunan" Aria yang tercengang melihat data tersebut melihat ke arah Hara
" sudah jelaskan, kenapa Raiga membayarkan ku penginapan ini?" Tanya Hara tersenyum lebar kepada Aria
" Hara, apa jangan-jangan kamu mengurusi semua pekerjaan ini." Ucap Aria melongo
" yaaa begitulah" Hara tersenyum ke arah Aria
" apa kamu tidak merasa capek dengan semua pekerjaan ini?" Tanya Aria kembali
" kamu meremehkan ku Aria?" Hara menatap Aria
" aaa,ahh enggak, ak,aku hanya khawatir dengan kesehatanmu, kalau kamu terlalu banyak bekerja Hara" ucap Aria yang wajahnya memerah
" hmmm, kamu khawatir yaaa" ucap Hara ( tersenyum) mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
Tiba-tiba,,,
" clakk" Aria dan Hara bergandengan tangan
" ehh" Aria kaget ketika tangannya di gandeng Hara
Dengan lirih Hara pun berkata,,,
__ADS_1
" terimakasih Aria, telah menghawatirkan ku" Ucap Hara yang wajahnya memerah