My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Penasaran


__ADS_3

Waktu terus berjalan...


Sudah hampir setengah tahun Aria bolak-balik untuk bertemu dengan Hara.


Srrkkkk,srkkkk,ssrrkkk Aria sedang memotong daun bawang, membuat makanan untuk Hara.


" kamu sangat sibuk sekali kak!" Syifa memakai Handuknya beres mandi.


" aku tidak bisa menolak keinginan Hara, ini adalah cara untukku bertemu dengan Hara." jawab Aria


Syifa memalingkan pandangan sinis nya ke arah lain.


" pikiranmu sudah teracuni oleh Hara." gerutu Syifa meninggalkan Aria yang sedang masak


" hahh, apa Syifa?"


Aria tidak mendengar ucapan adiknya itu, karena sedang sibuk memasak.


Syifa yang sudah memakai bajunya dan melihat Aria sambil cemberut menopang pipinya.


" aku harus memisahkan mereka!" Syifa menatap tajam Aria.


" aku pergi dulu, aku ingin jalan-jalan." Syifa berjalan ke arah pintu


" jangan jauh-jauh, apalagi kamu pergi bersama lelaki." sahut Aria.


" terserah aku saja, ini kehidupanku." ucap Syifa


" sekarang dia berani membantahku." gumam Aria yang membereskan makanan untuk Hara.


Banyak yang terjadi setengah tahun ini, dari Aria yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan percintaannya, Syifa yang sudah berani melawan Aria, membuat mereka sering bertengkar.


****


"zzzzz,zzzzz...." Aria memencet bel kamar Hara


clekkk, Hara membuka pintu kamarnya.


" wahh cantiknya." Aria terpesona melihat Hara yang ada di depannya.


Hara memalingkan pandangannya.


" a,ada apa Aria?" Hara tersipu malu.


Aria menggelengkan kepalanya agar dia tersadar dari lamunannya.


" a,ahaha tidak Hara, a,aku kaget saja, ternyata pacarku benar-benar cantik." ucap Aria yang tersenyum malu.


*


Hara mengajak Aria ke dalam kamarnya.


" h,hari ini kamu memakai pakaian tertutup." Aria mencoba membuka pembicaraan dengan Hara.


Hara menatap tajam Aria.


Aria menutup mulutnya.


" a,apa gue mengeluarkan kata yang salah?" gumam Aria panik.


Hara tertunduk malu di depan Aria.


" A,aku hanya menuruti pacarku, apa aku salah memakai baju yang tertutup begini!." ucap Hara.


" ah,ahahaha K,Kamu sangat cocok dengan pakaian itu Hara." Aria tersenyum malu.


" kamu masih saja bekerja Hara, apa kamu tidak stres?" tanya Aria melihat komputer yang masih menyala


Hara duduk di kursi kerjanya dan kembali fokus dengan pekerjaannya itu.


Aria menghampiri Hara, dan menempelkan kepalanya di pundak Hara sambil menyandarkan kelapanya di kepala yang sedang bekerja itu.


Wajah Hara sangat merah, dan matanya berkaca-kaca.


" A,Aria, kamu semakin berani ya." ucap Hara.


" ehhh, maaf Hara..." Aria Menjauhkan kepalanya dari kepala Hara.


" a,aku tidak bermaksud berbuat yang macam-macam,"


" t,tapi semenjak kita berbeda divisi, aku merasa sangat kesepian, dan aku merasa 8 bulan yang kita lewati di ruangan kerja sangat sulit di lupakan."


Hara menengok kan kepalannya ke arah Aria.


" Aria..."

__ADS_1


Pluk,pluk,pluk, Hara menepuk kursi di sampingnya memberi kode agar Aria duduk.


Aria menuruti Hara, dan dia duduk di sampingnya.


Hara memandang wajah Aria dengan senyuman hangatnya, dan Hara mengusap-usap pipi Aria.


" apa kamu tidak merasa capek bolak-balik kesini, dan menuruti semua keinginanku?" tanya Hara.


Aria memegang tangan Hara sambil menggelengkan kepalanya.


" aku akan melakukan apapun demi kamu Hara." ucap Aria yang sok gagah.


Hara tersenyum dan memalingkan pandangannya ke arah komputer.


" kalau begitu..." Ucap Hata tersenyum


" Kalau begitu apa Hara?" Aria melotot panik.


" kalau begitu, tolong pijitin aku Aria, badanku pegal-pegal." Hara tertawa lebar ke arah Aria.


Aria melotot sambil beranjak dari duduknya.


" siap laksanakan.!" Aria menghormat kepada Hara.


Aria menuruti keinginan Hara, dan dia memijit Hara.


"Nah, bagus Aria, sebelah kiri Aria,, ahh, enaknya." Hara merem melek sedang di pijit Aria.


Wajah Aria terlihat panik ketika sedang memijit Hara.


" waahhh, gila, g,gue memegang tubuh Hara." matanya terbelalak.


Aria melamun memijat pundak Hara.


" Aria belah sini..."


Hara menunjuk ke arah lehernya.


Aria menuruti Hara, dan memijat leher Hara.


" nah, enak Aria..."


Kepala Hara bergoyang-goyang karena sedang di pijat oleh Aria.


Slebbbb,,, tangan Aria terpeleset.


" eh, apa ini, empuk..." Aria melamun kaget.


Aria melihat ke arah tangannya, ternyata tangan Aria masuk ke dalam kerah baju Hara, dan menyentuh itunya Hara.


Hara menatap tajam Aria dan wajahnya sangat marah.


" APA YANG KAMU LAKUKAN ARIA BODOH?" teriak Hara sambil mengeplak wajah Aria.


" waaaa..."


Aria terpental, dan hidungnya mimisan karena tidak sengaja menyentuh sesuatu di tubuh Hara.


" waaaa, maafkan aku Hara." teriak Aria.


***


Aria berjalan pulang dengan tubuh yang lemas terombang-ambing seperti tertiup angin.


Dengan wajah yang murung Aria menundukkan kepalanya.


" H,Hara marah kepadaku." Di dalam lamunannya Aria menangis.


" uhaaaa, Hara membenciku." gumam Aria


" Aria..."


Samar terdengar seseorang memanggil Aria.


" Hey Aria..." seseorang menarik telinga Aria.


Suuuttt,, Brukkk, wajah Aria menempel di tiang listrik, saking lemas dan ringannya Aria.


" waaaa, kamu seperti Zombie saja Aria." teriak Yasmin menutup mulutnya sendiri.


Aria mulai sadar, dan menggetarkan tubuhnya sendiri supaya dia sadar kembali.


" waaa, Aria benar-benar menjadi Zombie." teriak Yasmin yang melihat Aria menggetarkan tubuhnya tersebut.


**

__ADS_1


Aria dan Yasmin berjalan bersama.


" apa yang terjadi denganmu Aria, kau seperti mayat hidup dan tubuhmu seperti kertas yang tertiup angin Aria?" tanya Yasmin.


Tapi Aria tidak menghiraukan pertanyaan Yasmin.


Yasmin menatap tajam Aria.


" Aria..."


Tiba-tiba wajah Yasmin muncul di hadapan Wajah Aria.


" Waaaa,,," Aria berteriak tersadar dari lamunannya.


" Ada apa Yasmin? " tanya Aria mengusap dadanya.


Huhhh,, Yasmin menghela nafasnya dan cemberut memandangi Aria, Kemudian, dia mengulangi pertanyaannya kembali.


" mungkin aku kurang tidur Yasmin." Aria berbohong kepada Yasmin.


Yasmin menganggukkan kepalanya, dan memegang tangan Aria.


" Aria apa kamu bisa ikut aku?" tanya Yasmin tersenyum lebar.


" ehh..." Aria melotot kaget


" tunggu Yasm..."


Tapi Yasmin menarik tangan Aria.


Brukkk,, ke dua kalinya wajah Aria menabrak tiang.


*


Di suatu ruangan Aria celingukan.


" ada apa Aria?" tanya Yasmin.


" hampir 4 tahun di kota, ini pertama kali gue masuk ke kamarnya Yasmin." gumam Aria.


" aku hanya heran saja Yasmin, ini pertama kalinya aku masuk ke kamarmu." ucap Aria.


Yasmin tersenyum kepada Aria.


" Aria bantu aku!." ucap Yasmin mengangkat sebuah bangku.


Ternyata Yasmin mengajak Aria untuk meminta bantuan Aria merapikan kamarnya.


Hampir 2 jam mereka membereskan kamar Yasmin.


" sudah selesai..." ucap Yasmin menggeliatkan tubuhnya.


Aria memandangi Yasmin, karena sekarang dia sibuk tidak mempunyai waktu untuk bersama sahabatnya itu.


Yasmin berjalan membuka lemari es nya.


" enak ya, kamu mempunyai kulkas Yasmin!" ucap Aria.


Yasmin hanya tersenyum mendengar ucapan Aria, dan membawa minuman yang dingin.


" yaa, tapi tetap tagihannya membengkak Aria." sahut Yasmin menuangkan minuman itu.


Yasmin merebahkan tubuhnya sambil menyender ke tembok.


" sudah lama sekali kita tidak ngobrol begini Aria." Yasmin sedikit melamun.


Aria menganggukkan kepalanya, dan menatap Yasmin.


" maafkan gue Yasmin, bukannya gue sibuk karena pekerjaan, tapi gue sibuk karena Hara." gumam Aria.


Yasmin menghadapkan pandangannya ke satu meja yang ada di samping Aria.


" ah, aku mau memindahkan meja ini juga," Yasmin berjalan ke arah meja tersebut.


" Ahh, satu lagi Aria!." ucap Yasmin menarik laci mejanya.


Plukkk, sebuah foto jatuh ke lantai.


Aria melotot melihat foto tersebut.


" Yasmin, kamu.."


Aria memandang kan kepalanya menatap Yasmin.


Yasmin tertunduk sedih, karena Aria telah melihat foto itu.

__ADS_1


__ADS_2