My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Janji Hara.


__ADS_3

Aria sedang berada di dalam mobil sambil memandangi arah luar.


Terlihat awan-awan yang begitu indah dari kejauhan, dan laut samar-samar terlihat oleh Aria.


"Buka kacanya Aria." pinta Hara.


Aria membuka kaca mobil tersebut, serasa angin sangat kencang menerpa badan Aria dari luar.


"Segarnya..." ucap Hara rambut Hara berterbangan tertiup angin.


"Terakhir kali aku pergi ke laut, saat aku liburan ke rumahmu Aria." ucap Hara.


"Sekarang waktunya berlibur lagi,."


"Huahhh, terasa plong." ucap Hara menggeliatkan tangannya ke atas.


"Neng bekerja sangat keras, wajar saja Neng butuh liburan." ucap sopir Hara.


"Hehe, iya juga pak, aku sangat sibuk." jawab Hara.


Aria memandangi Hara, dan memandang Hara dengan tatapan sedih.


"Hara mempunyai restoran, dan juga bekerja di perusahaan Aria."


"Gue penasaran, sejauh mana otak Hara bekerja mengurusi semua pekerjaannya." gumam Aria.


"Kita sebentar lagi sampai." ucap Sopir Hara.


Mereka memasuki kawasan penginapan yang ada dekat pantai, dan pak sopir berhenti di depan penginapan yang sudah sedikit tua.


Hara dan Aria turun memasuki penginapan tersebut.


"Sudah lama aku tidak kesini." ujar Hara.


"Ini adalah penginapan mendiang nenek ku, sekarang aku yang harus urus ini semua." tambah Hara.


Penginapan tersebut cukup ramai dengan pengunjung, mereka saling berpasangan.


"Hei Hara, apa ini tidak aneh?" tanya Aria.


Hara hanya tersenyum mendengar pertanyaan Aria.


Aria melihat banyak sekali pasangan muda yang berada di tempat ini, mereka memesan kamar di penginapan tersebut.


Hara menghampiri resepsionis yang sedang sibuk melayani pengunjung.


Resepsionis tersebut melihat ke arah Hara, kemudian Hara tersenyum menghampirinya.


Hara berbincang-bincang dengan resepsionis itu, Aria yang sedang menunggu Hara hanya melihat-lihat sekitar.


"Banyak pasangan muda, tempat apa ini?" gumam Aria.


Hara menghampiri Aria kembali, tetapi di ruangan itu banyak sekali lelaki yang menatap Hara dengan tatapan kagum.


Hara memegangi tangan Aria, dan mengajak Aria untuk keluar.


Aria dan Hara menuju pesisir pantai, Hara yang terlihat kegirangan melepas sepatunya, dan memberikan kepada Aria.


"Pegangin dulu Aria."


"Aku mau bermain dulu." ucap Hara sambil tersenyum lebar.


Hara berlari-lari sambil menghentakkan kakinya di Air.


"Seperti anak kecil saja." gumam Aria mengikuti Hara


Hara terlihat sangat senang menyusuri pantai tersebut.


Hampir 2 jam berlalu, Hara menghampiri yang sedang berteduh di bawah pohon.


"Hausnya.." ucap Hara sambil mengelap keringat di jidatnya.


Aria memperhatikan Hara, wajah yang memerah karena kepanasan, dengan bibir yang merah merona, membuat Aria tidak bisa berpaling menatap wajah Hara.


"Aria haus." ucap Hara manja.


Aria langsung memberikan botol minuman yang sudah Aria siapkan.


"Terimakasih." ucap Hara tersenyum lebar.


Aria yang masih menatap Hara oun beranggapan,,


"Kenapa Hara mau sama gue yang miskin ini!"


"jelas gue tidak mempunyai apa-apa,"


"Kehidupan Hara berbanding terbalik dengan gue, Hara mempunyai segalanya, dia mempunyai restoran mewah, dia cantik, pintar, sangat sempurna." gumam Aria.

__ADS_1


Hara yang sedang meneguk air pun melirik ke arah Aria.


"Apa ada yang salah?"


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Hara.


Aria memalingkan pandangannya dari Hara, dan Aria mencoba jujur dengan perasaan yang mengganggunya sekarang.


Aria menanyakan bagaiman Hara bisa tertarik dengan Aria yang tidak mempunyai apa-apa.


Berbeda seperti Hara, yang hidup serba mewah.


Hara menghela napasnya, dan menjawab pertanyaan Aria.


"Huhhhh,,"


"Bagaimana yaa?"


"Aku juga tidak mengerti Aria,."


"banyak lelaki yang mendekatiku, tapi aku hanya ingin lelaki yang seperti Aria."


"Kamu baik, meskipun tidak tampan." jawab Hara tersenyum lebar.


Brukkkk, Aria terjengkang mendengar Hara menyebutnya tidak tampan.


"Kamu sangat blak-blakan Hara." gerutu Aria.


Hara hanya tersenyum melanjutkan perkataannya.


"Kehidupanku pun tidak semanis yang kamu bayangkan."


"Aku sangat sibuk dengan kehidupanku,. Bahkan...." Hara berhenti berbicara dan tertunduk sedih.


"Bahkan apa Hara?" tanya Aria heran.


"Bahkan, aku berfikir, aku tidak ingin di lahir kan ke dunia ini." sambung Hara.


Aria melotot kaget dengan pernyataan Hara, Aria langsung memegang bahu Hara yang sedang tertunduk sedih itu.


"Apa yang kamu katakan Hara?"


"jangan berkata begitu." ucap Aria mencoba menenangkan Hara.


"Bagaimana pun kehidupan kita, sesulit apapun masalah yang kita dapat, kita harus menghadapinya." ucap Aria mencoba memberi motivasi Hara.


Hara menganggukkan kepalanya dan menatap Aria.


**


Sunset telah tiba, Aria dan Hara memandangi sunset tersebut.


Wusshhh, angin berhembus kencang meniup mereka berdua.


"indahnya." gumam Aria.


Kemudian, Aria mengarahkan pandangannya kepada Hara.


Seperti biasa, wajah Hara sangat imut dan cantik dengan pipi merah merona nya, Hara tersenyum sambil memandangi Sunset.


"Ini adalah kenangan yang paling berhargaku denganmu Aria." ucap Hara.


"Ayo kita membuat kenangan Aria." tambah Hara.


Hara membuka ponselnya, lalu mendekatkan badannya ke tubuh Aria, Aria gemetaran karena badan Hara sangat nempel dengan tubuhnya.


"Senyum Aria." ucap Hara sambil mengangkat ponselnya untuk berfoto dengan Aria.


Aria tersenyum sesuai dengan permintaan Hara, mereka berfoto untuk mengambil kenang-kenangan di pantai itu.


**


Aria dan Hara berjalan menuju penginapan yang di singgahi tadi siang.


"Laparnyaa.." ucap Hara memegangi perutnya.


"Kita harus mencari makan dulu Hara!" Aria sedikit panik.


Hara menggelengkan kepalanya, dan tersenyum kepada Aria.


"Tenang saja Aria, sudah aku siapkan." tegas Hara.


"Heh, sudah di siapkan?" gumam Aria.


Saat di depan penginapan, Aria celingukan mencari sesuatu.


"Apa yang kamu cari Aria?" tanya Hara.

__ADS_1


"Aku mencari bapak sopir tadi." jawab Aria.


Hara menghela napasnya, lalu memberitahu Aria.


"Sopirku sudah pulang Aria," terang Hara.


Aria menjadi panik setelah Hara memberitahu sopirnya telah pulang duluan.


"S,s,sudah pulang?"


"Lalu bagaimana dengan kita?" teriak Aria panik.


" bagaimana kita pulang Hara." Aria menjadi semakin panik.


Hara menatap mata Aria, dan memegang pipinya.


"Aria tenanglah, serahkan saja padaku." tegas Hara.


Aria berjalan mengikuti Hara masuk ke dalam penginapan itu, kedatangan Hara sangat di sambut oleh pegawai penginapan itu.


"Bagaimana, sudah di siapkan?" tanya Hara kepada pegawai itu.


"Sudah bu." jawabnya.


Hara dan Aria berjalan kembali menuju lorong yang berada di penginapan tersebut, dan Aria melihat Hara sangat tenang.


"Mungkin Hara menjaga imagenya di penginapan miliknya sendiri." gumam Aria.


Hara berhenti di sebuah kamar yang jauh dari keramaian pengunjung, Hara membuka pintunya.


"Ayo masuk Aria." ajak Hara.


Aria masuk kamar dan melihat banyak sekali foto keluarga Hara.


"Wow, besarnya."


"Tidak heran Hara ngasih kado yang mahal sama gue, Hara adalah orang kaya."


"Hara mempunyai ini semua." gumam Aria.


Makanan sudah tersedia di dalam kamar tersebut, Hara mengajak Aria untuk makan.


"Kenyang nya.." ucap Hara menepuk-nepuk perutnya.


Sementara itu, Aria masih menatap Hara keheranan, meskipun Aria dan Hara sudah lama berpacaran, tapi Aria masih belum bisa mengetahui kehidupan Hara yang sebenarnya.


Hara menatap Aria yang masih kebingungan.


"Apa makanannya tidak enak Aria?" tanya Hara.


Aria langsung menjawab pertanyaan Hara, bahwa makanannya sangat enak sekali.


"Begitu kah, syukurlah." ucap Hara.


"Aku mau mandi dulu." tambah Hara.


Hara meninggalkan Aria seorang diri, dan masuk ke kamar mandi.


Aria pelanga-pelongo entah apa yang harus di lakukan nya.


Tidak lama berselang Hara kembali menggunakan handuk dress-nya, dan menyuruh Aria mandi.


Aria berfikir setelah mandi mereka akan pulang, Aria langsung bergegas membersihkan badannya.


"Handuknya di lemari Aria." teriak Hara.


"Siap." jawab Aria masuk ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Aria pun keluar dari kamar mandinya.


Sambil mengusap-usap rambutnya dengan Handuk, Aria melotot melihat Hara yang sedang rebahan di kasur.


"K,k,kenapa kamu belum siap-siap Hara?" tanya Aria.


Hara menatap heran Aria, dan berbalik bertanya kepada Aria.


"Siap-siap kemana Aria?" tanya Hara.


Aria heran kenapa Hara malah bertanya balik.


"Bukannya kita akan pulang?" sahut Aria.


Hara yang sedang rebahan menatap Aria sambil menyangga dagunya, dan berbicara sangat tenang.


"Apa yang kamu katakan Aria."


"Kita akan menginap disini."

__ADS_1


Handuk yang sedang di pegang Aria jatuh karena Aria kaget dengan perkataan Hara.


Aria melotot melihat Hara yang cuma memakai ta*kt*p itu.


__ADS_2