My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Pernyataan Hati


__ADS_3

" Yasmin, kamu tidak perlu berpikiran begitu, kalau pun aku pacaran sama Hara atau pun enggak,, Yasmin adalah Yasmin, kamu boleh seperti biasa kepadaku, kamu boleh masuk ke kamarku kapanpun kamu mau, kamu boleh melemparkan botol saat pagi hari, terserah lakukan yang kamu mau" ucap Aria


" entah aku milik siapa, atau aku berpacaran dengan siapapun, aku tidak ingin kamu berubah kepadaku, aku ingin kamu yang seperti biasa,, dan aku pun mencoba untuk tidak merubah sikapku kepadamu,, karena kamu teman berharga ku Yasmi" ucap Aria menenangkan Yasmin


( mendengar ucapan Aria, Yasmin pun cuma bisa menangis)


" kringgg,, kringgg" seseorang menelpon Yasmin


Yasmin meninggalkan Aria dan mengangkat telpon itu.


( tidak lama Yasmin kembali lagi, dan wajahnya tambah murung)


" ada apa Yasmin?" Tanya Aria


( Yasmin menggelengkan kepalanya )


Siang itu Aria dan Yasmin menghabiskan waktu bersama di puncak gunung, tak terasa sore pun tiba,,,


" ahh sudah sore lagi, enggak kerasa waktu cepat berlalu" ucap Aria menggeliatkan tubuhnya


" apa kamu sudah lapar Yasmin, dari pagi kamu belum makan nasi lho" ucap Aria


" lebih baik sebelum kita pulang, kita makan dulu di tempat biasa " ajak Aria


( Yasmin masih saja murung, dan tidak menjawab pertanyaan Aria)


" sial, gue kerepotan dengan sikap Yasmin yang murung " gumam Aria.


Aria dan Yasmin pun pulang, dan mereka mampir dulu ke tempat makan yang tadi siang mereka singgahi,,


tapi...


Saat Aria dan Yasmin duduk ada orang yang tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Yasmin.


" Raiga " gumam Aria


( sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya Raiga menghampiri Yasmin dan menarik tangan Yasmin).


" aku lupa, ada yang ingin aku bicarakan denganmu Yasmin " ucap Raiga


" oyy Raiga " teriak Aria sambil berdiri


" aku pinjam Yasmin dulu" ucap Raiga memegang tangan Yasmin.


" sial apa yang dia inginkan" gumam Aria


Aria akhirnya duduk kembali di kursinya dan melihat ke arah bangku yang di tempati Raiga,,


" Hara " ucap Aria terkejut


Ternyata Hara pun ada di sana, dan sedang memegangi 2 gelas minuman.


( Aria dan Hara saling bertatap muka, seolah mereka tidak percaya akan bertemu di sana).


Aria dan Hara saling menundukkan kepalanya.


" waaah sial, kenapa ada Hara disini, apa ini sebuah kebetulan?" Gumam Aria


" apa yang harus gue katakan" imbuhnya

__ADS_1


" a,a,apa kamu melihat Raiga?" Tanya Hara


" ah,ah, R,Raiga yaa, d,dia pergi ke arah sana" Ucap Aria menunjukan jari nya.


" ahhh, si bodoh itu" ucap Hara kembali duduk ke bangkunya


" wahh si Raiga benar-benar meniggalkan gue dan Hara disini, kenapa gue tidak bisa tenang" gumam Aria


( Aria melirik ke arah Hara, Hara sedang minum minumannya)


" jangankan menyapanya, melihatnya saja membuat hatiku berdegup kencang" gumam Aria


Tiba-tiba,,,


" uhug, uhukk" Hara tersedak minumannya


Aria melihat ke arah Hara panik, dan pindah duduk ke samping Hara,,


" kamu enggak apa-apa Hara" tanya Aria panik


( Sambil batuk Hara hanya mengangkat tangannya ke arah Aria)


Aria reflex mengusap punggung Hara.


( Hara kaget dengan sentuhan Aria, karena Aria menyentuh tali bra nya Hara, dan Hara mengedepankan badannya)


" waaa sial gue reflex, gue menyentuh tali bra nya Hara". Gumam Aria kaget.


Hara tambah batuk setelah tali bra nya di sentuh oleh Aria dan wajahnya sangat merah karena Aria.


" Hara maafkan aku aku enggak sengaja" ucap Aria panik


" Hara kamu enggak papa?" Tanya Aria mendekatkan wajahnya ke kepala Hara


Tiba-tiba,,


( Hara menengok ke arah Aria )


" aku, enggak a,pa-ap...." ucap Hara


omongan Hara terhenti, karena Wajah Aria dan Hara saling bertatapan sangat dekat, Wajah Hara dan Aria tiba-tiba memerah.


" p,perasaan apa ini, cantiknya " gumam Aria melamun


( wajah Hara semakin memerah )


" ehh " Aria melotot tersadar wajahnya sangat dekat dengan wajah Hara.


" waaa maaf Hara " ucap Aria panik sambil menjauh dari wajah Hara


" trangg " gelas jatuh ketanah ke senggol Aria


Aria melihat gelas yang jatuh itu, dan di dalam hatinya berkata,,,


" ahh gue mengacaukannya lagi" gumam Aria


( Aria sedang membereskan puing gelas yang pecah itu.)


" maaf Hara aku selalu mengacau jika aku bersama denganmu." Ucap Aria

__ADS_1


" ap,apa yang kamu bicarakan Aria" ucap Hara


" ak,aku selalu membuatmu kerepotan Hara, padahal aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa tenang saat bersamamu, aku sangat gugup jika melihat wajahmu" ucap Aria yang keceplosan


( Hara terkejut mendengar ucapan Aria)


" ehh, ap,apa yang barusan Aria katakan?" Tanya Hara


" eh, kenapa kamu terkejut begitu Hara?" Aria heran


" b,b,barusan kamu bilang, kamu mencintaiku." Ucap Hara


" ehh,, apa aku bilang begitu" Ucap Aria melamun kaget


( ingatan Aria )


( " ak,aku selalu membuatmu kerepotan Hara, padahal aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa tenang saat bersamamu, aku sangat gugup jika melihat wajahmu" ucap Aria )


Aria yang mengingat ucapannya itu pun kaget...


" waaa aku mengatakannya, kalau aku menyukai Hara " ucap Aria memegangi kepalanya


" waaa apa yang harus aku lakukan" ucap Aria panik


Aria yang sangat malu karena telah mengatakannya kepada Hara berpura-pura membersihkan puing gelas lagi.


" sial,, gue mengatakan, gue ngerasa sangat deg-degan kalau dekat dengan Hara" gumam Aria yang masih panik


( Hara menghampiri Aria yang sedang pura-pura membersihkan gelas tersebut ).


" hey Aria " ucap Hara jongkok di samping Aria


" haa,, i,iya " ucap Aria kaget


" ap,apa yang kamu bilang barusan itu beneran?" Tanya Hara tersipu malu


Aria tertunduk malu mendengar pertanyaan Hara.


" i,i,iya, ak,akku memang menyukaimu " ucap Aria gugup


" aku, ingin kamu mengatakannya lagi" ucap Hara tersenyum kepada Aria


" ehhh, " Ucap Aria terkejut


( Hara cemberut karena Aria hanya bilang " ehhh " saja )


" gue enggak ingin melihat Hara sedih" gumam Aria


" a,Aku mencintaimu Hara" ucap Aria yang wajahnya memerah


( Hara pun berdiri dan tersenyum lebar kepada Aria )


" aku juga mencintaimu Aria" Ucap Hara kembali ke tempat duduknya


Aria melamun dan tidak menyangka, kalau Hara juga mengatakan mencintai Aria.


Sambil mengepalkan tangannya Aria pun bergumam,,,


" dengan waktu yang singkat ini, aku takan pernah membuat Hara sedih" gumam Aria.

__ADS_1


__ADS_2