My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )

My Love Is My Friend ( Terjebak Dua Belenggu )
Mati lampu


__ADS_3

" Hahh, 3 Hari ini kamu mau nginap di kamar Yasmin?" Teriak Aria.


" Kak Yasmin lagi sakit, aku tidak bisa membiarkan dia sendirian di kamarnya." jelas Syifa.


Aria mengeluh karena akan di tinggalkan oleh adiknya.


" sebenarnya apa yang membuat kakak terlihat sedih seperti ini, padahal kau sudah biasa sendiri sebelum aku datang kesini." ucap Syifa Heran.


" yaa, aku hanya tidak bisa jauh saja dengan Adikku," ujar Aria.


Syifa menghela nafasnya, dan melihat Ponselnya.


" sudah jam 8 malam, aku pergi dulu."


Syifa berjalan membelakangi Aria, lalu melamun dan kembali lagi menghampiri Aria, dan berbisik di telinganya.


" jika Kakak berani macam-macam dengan orang yang berada di sebelah kamar kita, aku tidak akan tinggal disini lagi."


" aku akan pindah ke kamarnya Kak Yasmin." bisik Syifa.


"M,m,mana mungkin aku macam-macam dengan Hara,"


" l,l,lagian seharian ini kita belum bertemu." terang Aria.


" pokoknya kakak tidak boleh macam-macam dengan Hara."


Syifa meninggalkan kamarnya.


Aria melamun saat Syifa pergi dari kamarnya.


Hahhhh, Aria merebahkan dirinya di kasur.


Aria melihat ke tembok yang memisahkan kamarnya dengan kamar Hara.


" apa Hara selalu sibuk bekerja?" gumam Aria.


Pikiran Aria tiba-tiba buyar.


***


"ehh, kok gelap sekali!" gumam Aria


Aria meraba-raba ruangan di sekelilingnya, dan mencari Ponsel miliknya.


" ahh, jam 1 malam,"


" malah mati lampu!" gumam Aria lagi.


Aria mencari sesuatu diterangi senter Ponselnya.


Tok,tok,tok.


Ada yang mengetuk pintu kamar Aria.


" s,siapa yang datang malam-malam begini." gerutu Aria.


Aria berjalan menuju pintu kamarnya itu, dan membuka pintunya.


Hara berada di depan pintu kamar Aria.


" k,kamu juga terbangun Hara?" tanya Aria


Hara menganggukkan kepalanya.


"t,t,terus kenapa kamu kesini?" tanya Aria lagi.


Hara terdiam dan menundukkan kepalanya.


" a,a,apa kamu punya lilin Aria, aku lupa beli." ucap Hara.


Aria celingukan bingung, Aria pun ternyata sedang mencari lilin di kamarnya.


" bentar aku cari dulu Hara." ucap Aria.


Aria masuk ke kamarnya lagi, dan meninggalkan Hara di depan pintu sendirian.


" dimana,dimana lilinnya, gue lupa lagi nyimpannya." gumam Aria.


Aria merangkak berjalan mundur mencari lilin di laci miliknya.


Blep, sesuatu menyentuh punggungnya.


" ehh, apa kok kenyal?" gumam Aria.


Terasa nafas yang hangat meniup daun telinga Aria.


" A,A,Aria aku terjepit." ucap Hara lirih.


Aria melihat ke belakangnya, ternyata Hara sudah terjepit oleh badan Aria dan tembok.


" waaaaa Hara, kenapa kamu ada di belakangku?" teriak Aria berpindah tempat.

__ADS_1


Aria menyoroti wajah Hara dengan senter Ponselnya, Wajah Hara sangat merah.


" k,kenapa kamu mengikuti ku Hara, sudah aku bilang tunggu dulu di luar." jelas Aria.


Hara hanya bisa menundukkan kepalanya.


Aria melotot kaget menatap Hara.


" Hara, apa kamu tak-?" tanya Aria.


" tidak, aku tidak takut, aku hanya tidak tahan saat gelap saja Aria." sela Hara dengan wajah malunya.


Aria menarik nafas panjangnya...


" terserah kamu saja Hara." ucap Aria


Aria terus mencari lilin itu.


" yes, ketemu.!" ucap Aria


Aria dan Hara memandangi lilin yang sudah patah itu.


" sial, lilinnya tinggal satu, dan juga sudah patah." gumam Aria.


" bagaimana Hara?" tanya Aria menunjukkan lilin tersebut.


Hara melamun dan sedang memikirkan sesuatu.


" cuma satu ya!" keluh Hara.


" itu punyamu Aria, aku pulang saja." ucap Hara.


Aria melamun melihat Hara.


" y,y,yasudah kalau begitu." ucap Aria polos.


Hara berjalan dengan menyusuri tembok kamar Aria untuk menuju pintunya, dan Aria sibuk dengan lilin miliknya yang patah itu.


Brukkkk, terdengar suara orang terjatuh di tempat Hara.


" ada apa Hara?" tanya Aria kaget.


Aria menyoroti ke arah Hara, dan ternyata Hara sudah nyungsep nungging di dekat pintu kamar Aria.


" Hara, kenapa kamu berpose seperti itu?" tanya Aria menghampiri Hara.


Aria membantu Hara yang nyungsep itu.


Hara yang berwajah ketakutan tidak menghiraukan pertanyaan Aria.


" A,Aku hanya tersandung." jawab Hara berdiri kembali.


" hey Aria, terangi aku dengan ponselmu." ucap Hara yang berjalan pelan.


Aria menatap Hara yang sedang berjalan hati-hati sambil menyusuri tembok itu.


" semandiri apapun seorang perempuan, dia tidak bisa melakukannya seorang diri, Hara memang kelihatan mandiri, tapi dia butuh seseorang untuk membantunya, dan itu tugasmu sebagai pacarnya."


tiba-tiba ucapan Syifa muncul di benak Aria.


" benar juga ya, gue kan pacarnya Hara, kenapa gue enggak ngasih lilin buat Hara saja."


" ahh, gue benar-benar bodoh." gumam Aria menepuk jidatnya sendiri.


" tunggu dulu Hara." teriak Aria


Hara melihat ke arah Aria, dan Aria mengambil lilin tersebut.


" ini, pakai saja." ucap Aria menyodorkan lilin miliknya kepada Hara.


" eh, tapi inikan lilin punyamu Aria?" tanya Hara.


" tenang Hara, aku punya ini" Aria mengangkat Ponsel miliknya yang ada senternya itu.


cluk,cluk,cluk, blep.


" waaa, kenapa di saat romantis begini kau malah mati HP sialan." gumam Aria panik.


tiba-tiba Baterai Hp Aria habis, di saat Aria akan berkorban lilin untuk Hara, dan HP Aria mati.


Hara menatap Aria, dan dia kelihatannya sedang memikirkan sesuatu.


" begini saja Aria..." ucap Hara.


Beberapa saat kemudian Hara dan Aria duduk menghadap lilin tersebut.


" waaaa, Hara malah mengajak gue di kamarnya, dan menunggu disini sampai listriknya hidup kembali."


" bagaimana ini?" gumam Aria panik.


Aria menatap Hara yang sedang melamun, dan kelihatan sekali wajahnya sangat ketakutan dengan suasana mati lampu ini.

__ADS_1


" Hara, apa tidak apa-apa kita berduaan disini?" tanya Aria.


Hara menatap tajam Aria.


" asal kamu tidak memangsa ku, pasti akan semuanya baik-baik saja."


Aria melotot kaget ke arah Hara.


" m,m,memangsa bagaimana Hara?" tanya Aria tidak paham.


Hara tidak menjawab pertanyaan Aria, dia memandangi lilin yang sedang menyala itu.


Sambil menahan kantuknya, Hara berusaha untuk tetap tidak tidur.


Aria memandangi Hara yang kepalanya manggut-manggut karena rasa kantuknya.


" kalau mau tidur, tidur saja saja Hara."


" biar aku masuk ke kamarku saja." ucap Aria.


Aria beranjak berdiri dari duduknya.


" aku pulang Hara." ucap Aria membalikan badan membelakangi Hara.


Plekk, Hara memegang tangan Aria, Hara kelihatannya tidak ingin di tinggalkan Aria.


Aria melihat kepada Hara, Hara hanya tertunduk malu.


" Hara, apa kamu takut?" tanya Aria.


Hara tetap tidak mengakui dirinya takut, dan tetap mencari alasan.


" A,A,Aku tidak takut Aria, aku hanya tidak terbiasa dengan ruangan gelap." ujar Hara.


Aria duduk kembali dan tersenyum kepada Hara.


Aria mengangkat tangannya, dan mengelus-elus kepala Hara.


" baiklah, aku akan menemanimu sampai listriknya nyala kembali." ucap Aria pelan.


Aria dan Hara duduk bersebelahan, mereka duduk bersampingan.


Aria menatap Hara yang sedang duduk memeluk kakinya.


" manisnya, imutnya Hara saat dia sedang begitu." gumam Aria.


Aria menyandarkan tubuhnya ke tembok.


Tidak lama berselang,,


Dak, tubuh Hara bersandar di bahu Aria, ternyata Hara sudah tidur.


Aria menatap Hara yang tertidur itu.


" pacarku benar-benar cantik." gumam Aria tersenyum.


***


Aria sedang tertidur, dia terlihat lelap sekali.


" hmmmhhhhh," Aria menggeliatkan tubuhnya.


Aria membuka matanya, dan melihat ke arah luar karena hari sudah terang.


Brukkk, Aria terperanjat bangun.


" s,s,sudah pagi." ucap Aria panik.


Trekkk,trekkk,trekkk, Suara sendok yang di pegang Hara.


" Hara, kamu sudah bangun?" tanya Aria melotot.


Hara tidak menjawab pertanyaan Aria, dan berjalan menghampiri Aria.


" ini bagian mu." ucap Hara.


Aria menerima bungkusan makanan yang di berikan kepada Aria.


" anggap saja sebagai ucapan terimakasih ku, karena kamu telah menemaniku malam ini." tegas Hara berjalan ke kamar mandinya.


" sekarang kamu bisa pulang." ucap Hara yang kepalanya nongol di kamar mandi.


" ehh, benar."


" gue harus cepat-cepat balik ke kamar. " gumam Aria terperanjat dari duduknya.


Aria sedang melamun di kamarnya,,


" apa gue tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepada Hara?" gerutu Aria penasaran.


Aria terpikirkan kejadian semalam, bagaimanapun Aria ketiduran di kamar Hara, dan Aria juga merasa tidak berbuat macam-macam kepada Hara.

__ADS_1


__ADS_2